Sunday, December 28, 2008

Memanggil istri/suami

Beberapa dari kita memanggil istri dengan sebutan "ibu", "umi", "mama" atau sebutan-sebutan lain yang serupa. Demikian juga istri juga memanggil suami dengan sebutan "bapak", "abi", "papa" atau sebutan-sebutan lain yang serupa.

Ada sebuah kajian yang menarik tentang panggilan terhadap pasangan hidup kita ini, yang pada tanggal 25 Desember 2008 lalu disampaikan oleh Ustadz Asep Shalahudin, salah seorang anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

Menurut beliau, panggilan ini adalah panggilan dari seorang anak kepada orang tuanya. Panggilan "ibu" adalah panggilan seorang anak kepada seorang yang telah melahirkannya. Demikian juga panggilan "ayah" adalah panggilan seorang anak kepada beliau yang menjadi partner ibu dalam memanggilnya ke dunia dan kemudian memelihara dan mendidiknya.

Dengan demikian, maka tidak selayaknya bagi seorang menggunakan panggilan ini untuk pasangannya, karena posisinya yang akan kemudian menjadi berbeda, seperti anak dengan orang tua. Bukankah seorang suami dilarang untuk mengatakan kepada istrinya: "punggungmu mirip punggung ibuku" atau yang serupa dengan itu. Ketika kita memanggil pasangan dengan sebutan ibu, menurut beliau, hal itu bisa dipersamakan dengan hal tersebut. (misalkan ketika kita memanggil istri dengan sebutan "umi", bukan kah itu berarti "ibuku"?). Memang beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu beralasan bahwa ini "mbasakke" anak, tapi menurut Ustadz Asep, hal ini tidak tepat, karena maknanya kemudian menggeserkan posisi pasangan itu dengan yang lain.

Rasulullah dan para shahabat memanggil istri-istri mereka dengan beberapa versi. Paling tidak ada dua versi yang biasa mereka lakukan. Versi pertama adalah dengan memberikan gelar ummu . Misalkan mereka mempunyai anak bernama Salamah, maka mereka memanggil istrinya dengan nama Ummu Salamah. Istrinya memanggil suaminya dengan sebutan Abu Salamah. Versi kedua adalah dengan memberikan nama-nama indah untuk suaminya atau istrinya. Hal ini seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam memanggil Aisyah r.a. yaitu dengan panggilan "Humaira" yang artinya "yang pipinya kemerah-merahan".

Oleh karena itu, ketika kita memanggil pasangan kita, jangan gunakan "abi", "ayah", "papa" atau "umi", "ibu" dan sebagainya. Tapi gunakan seperti yang selayaknya kita gunakan untuk pasangan. Lebih baik panggil sesuai namanya dengan tambahan "Dik" misalnya. Atau panggil dengan menggunakan kata-kata sayang seperti "yang.... (sayang... bukan eyang... hehe)", atau "cin.... (cinta)" atau "han... (honey)". Atau bisa juga dengan julukan-julukan yang indah seperti apa yang dicontohkan Rasulullah untuk memanggil Aisyah, "Humaira". Atau juga dengan memberinya gelar sesuai nama anak kita (misalkan Ummu Syifa, Ummu Ilham, dll)

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

Monday, December 15, 2008

Komentarku di eramuslim tentang usulan HNW untuk mengharamkan golput

Berikut komentar saya di eramuslim tentang usulan pak HNW kepada MUI untuk mengharamkan golput di http://www.eramuslim.com/dialog/usulan-fatwa-haram-golput.htm:

Dalam acara "The Candidate", Pak Sarwono Kusuma Atmaja mengatakan bahwa cost untuk politik di Indonesia ini sudah sangat besar, sehingga pemerintah tidak mampu memberikan jatah banyak pada sektor-sektor publik.

Pernyataan beliau ini pastilah bukan tanpa dasar, karena beliau sudah aktif di politik sekian lama.

Jadi, kenapa MUI tidak memfatwakan HARAM DEMOKRASI..... karena merugikan rakyat, karena anggaran negara akan habis terbuang hanya untuk coblosan mulai dari presiden sampai coblosan dukuh....

Untuk pemilu 2009 saja (presiden, DPR, DPRD, DPD), ongkosnya 13.5 triliun. Belumlah lagi untuk pilihan gubernur yang totalnya ada 33 gubernur. Belumlah lagi untuk pilihan bupati yang totalnya hampir 300an kabupaten. Belumlah lagi untuk pilihan lurah yang jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Belum lagi untuk pilihan kepala dukuh yang jumlahnya jauuuuuh lebih banyak lagi.

Sebagai catatan, angka 13.5 triliun hanyalah uang yang dianggarkan oleh negara dari APBN. Jumlah itu belum termasuk uang yang dianggarkan oleh partai, caleg dan calon presiden yang bersangkutan.....

Wuih, apa ndak rugi ya, buang-buang duit segitu banyaknya hanya untuk nyoblos (/nyoret)

Bapak-bapak MUI, mbok haramkan aja demokrasi.... kalau seluruh umat Islam ini sepakat menolak, maka paling tidak 80 persen dari komponen bangsa ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menolak demokrasi.

Tolak demokrasi.... hidup golput....

Dari komentar saya ini, saya bukan mendukung Gus Dur... tapi karena dari diskusi di pengajian malam selasa semalam, memang demikianlah adanya.

Di Piyungan, saya bersama teman-teman mempunyai sebuah unit pemberdayaan masyarakat melalui LAZIS dan juga sebuah BMT hasil kerjasama dengan Bank Muamalat (LAZISnya sudah jalan, tapi BMTnya baru mau jalan dilaunching besok tahun baru muharram). Menurut pengalaman kami, untuk memberdayakan masyarakat, untuk membuat seorang bisa mempunyai usaha mandiri, cukup dengan menggulirkan uang SATU JUTA RUPIAH dalam jangka waktu sekitar satu tahun. Seandainya anggaran pemerintah untuk pemilu 2009 yang sebesar 13.5 triliun itu digunakan untuk memberdayakan masyarakat, maka paling tidak akan ada 13.500.000 orang yang terbantu setiap tahunnya. Jumlah itu adalah sekitar 5% dari seluruh penduduk Indonesia. Kalau jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 40%, maka dalam jangka waktu 8 tahun, kemiskinan di Indonesia sudah akan terhapuskan. Bayangkan kalau tidak hanya 13.5 triliun saja yang dialokasikan, tapi kalau saja dialokasikan juga anggaran untuk coblosan pilkadal-kadal itu ke pemberdayaan masyarakat... Maka kurang dari 8 tahun kemiskinan di Indonesia akan lenyap....

Tapi, apakah ini terpikirkan oleh umat Islam? Apakah ini terpikirkan oleh negara? Apakah ini terpikirkan oleh anda?


Kemudian, bagaimana memilih pemimpin?
"Siasah" diartikan sebagai kepemimpinan. Kepemimpinan dalam Islam bukan berdasarkan pada pemilihan suara terbanyak, tapi berdasarkan pada siapa yang berbuat paling banyak dan bermanfaat bagi komunitas itu. Rasulullah diangkat menjadi pemimpin di Madinah karena seluruh orang sepakat bahwa beliaulah orang yang paling berbuat banyak dan paling berjasa bagi kemajuan Madinah. Setelah beliau wafat, dalam waktu 3 hari, sahabat langsung memilih Abu Bakar, karena beliaulah yang paling banyak berjasa dan paling banyak berkorban demi Islam (barangkali anda ingat bagaimana beliau menginfakkan seluruh harta bendanya untuk perang dan tidak meninggalkan sedikitpun untuk beliau dan keluarganya)... Demikianlah, jadi pemimpin dipilih dan diangkat dari orang yang paling berbuat banyak dengan melalui mekanisme musyawarah.

Wallahu a'lam bisshowab...

Sunday, November 30, 2008

Anak-anak jaman modern yang terdzolimi

Pada acara Nickelodeon Kid's Choice Award tanggal 29 November 2008. Ada satu hal yang membuat saya prihatin. Tidak lain tidak bukan adalah karena ini adalah acara anak-anak, tapi yang menjadi nominator-nominator pilihannya adalah orang orang dewasa dan band-band orang dewasa (tentu saja kalau band dewasa yang dinyanyikan juga syair-syair dewasa). Coba tengok nominator-nominatornya berikut:

ARTIS WANITA FAVORIT
Cinta Laura
Luna Maya
Shireeen Sungkar
Marshanda

ARTIS PRIA FAVORIT
Dude Herlino
Teuku Wisnu
Raffi Ahmad
Tora Sudiro

PENYANYI PRIA FAVORIT
Afgan
Ari Lasso
Glenn Fredly
Delon

PEMBAWA ACARA FAVORIT
Ruben Onsu
Eko Patrio
Indra Bekti
VJ Daniel

KARTUN FAVORIT
Naruto
Doraemon
Spongebob
Avatar

GRUP BAND FAVORIT
Ungu
The Changcuters
D'Masiv
Project Pop

ATLET FAVORIT
Taufik Hidayat
Bambang Pamungkas
Maria Christine
Chriss Joh

WANNA BE (Special Awarding)
Cinta laura
Agnes Monica
Afgan
Raffi Ahmad

Coba anda lihat, semuaaaaa orang dewasa, dan tidak satupun yang anak-anak (kecuali yang kartun).

Untuk lagu anak-anak, mungkin wajar kalau mereka milih Afgan, Ungu, dll, karena memang sekarang tidak ada lagu-lagu anak-anak lagi. Tapi, untuk aktor dan aktris, kan aktor aktris anak-anak sekarang banyak? Lha kok ya tidak ada yang dinominasikan?

Ealaah, lha wong itu ki acara untuk anak-anak kok yang dipilih malah orang-orang dewasa semua. Ndak ada anak-anaknya. Apa ya anak-anak itu sudah mau diajari terbunuh oleh cinta mereka (d'masiv), diajari sadis (afgan), diajari untuk mempunyai kekasih gelap (ungu). Gek gimana to ya...??

Kasian ya, anak-anak jaman sekarang....

Dulu, saya ingat ketika saya masih kecil. Alhamdulillah saya tidak pernah mendapati ada acara-acara seperti ini. Dulu, buanyaaak sekali lagu-lagu anak-anak. Tiap minggu ada Kak Puput Novel yang memandu acara lagu anak-anak. Di sana, muncul artis-artis kecil seperti Enno Lerian, Bondan Prakoso, Trio Kwek-kwek dan lain-lain (dengan lagu yang ng-anak juga). Lagu-lagunya pun banyak yang mendidik, mengenalkan tentang lumba-lumba (Bondan Prakoso), mengenalkan tentang makanan nusantara (Enno Lerian), dan lain-lain.

Sungguh kasian anak-anak sekarang. Tidak ada lagi lagu-lagu anak-anak di TV. Tidak ada lagi acara-acara yang mendidik kreativitas (seperti acara menggambarnya Pak Tino Sidin dulu). Tidak ada lagi siaran pendidikan (seperti acara-acara di TPI dulu).

Yang ada sekarang hanya lagu-lagu anak dewasa bertema cinta dengan tema cinta yang mengerikan dan menjijikkan. Yang banyak ada sekarang hanya acara kartun dengan tema-tema kekerasan. Yang ada sekarang hanyalah sinetron-sinetron dengan ekspresi-ekspresi tokohnya yang sadis, senang menyiksa, tidak menghormati orang lain, dan saling iri.

Oh, anak-anak modern yang terdzolimi, kasian mereka...

Mendhing tidak punya TV.....

Saturday, November 29, 2008

Jambu, obat alami untuk mencret dan demam

Sejak pakdhe saya meninggal malam jumat kemarin, saya jadi takut untuk berobat ke dokter dan mencoba untuk mencari obat-obatan alami. Untuk diketahui, pakdhe saya dulu menderita diabetes. Setelah berobat dengan anti diabetes, ternyata malah ginjalnya bermasalah karena ginjalnya tidak kuat dengan obat diabetesnya.

Sejak hari jumat kemarin, saya mencret dan demam. Oleh mertua, saya dinasehati untuk membuat jus daun jambu muda dari jambu susu (sejenis jambu kluthuk, tapi yang daging dalamnya berwarna merah). Setelah minum segelas, alhamdulillah tidak sampai satu hari, mencret saya berangsur-angsur sembuh.

Cara membuatnya cukup sederhana:
1. Ambil beberapa helai daun jambu yang masih muda (ambil daun-daun yang ada di ujung batang), lalu cuci sampai bersih.
2. Masukkan daun ke dalam blender, beri gula (kalau mau, sedikit garam)
3. Masukkan air matang (tidak panas) secukupnya
4. Segera minum

Jambu juga pernah membantu saya ketika dulu saya demam berdarah (ketika itu hari kedua UMPTN.. hiks hiks... tapi alhamdulillah lulus :D). Buah jambu (semua jenis jambu kluthuk) secara turun temurun digunakan untuk obat demam. Tidak hanya demam berdarah, tapi semua jenis demam insya Allah dapat diobati dengan jambu.

Jambu bisa dimakan langsung atau dengan dibuat jus.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Thursday, November 6, 2008

Berani beda


Dalam sesi istirahat dalam acara di hotel, biasanya tidak disediakan kursi untuk tempat kita makan. Menyikapi hal itu, hal yang paling umum dilakukan adalah makan sambil berdiri. Padahal, kalau kita kembalikan ke sunnah, Rasul SAW melarang kita untuk makan sambil berdiri (kalau minum, boleh berdiri, tapi kalau makan tidak boleh)

Dalam acara "sun developer's day" hari ini, ada sesuatu yang sangat berbeda. Banyak peserta yang makan samail duduk di lantai tempat makan. Berawal dari seorang bapak dari bandung, yang segera dicontoh oleh peserta yang lain.

Wah, hari ini banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Salah satunya yang luar biasa adalah apa yang dilakukan bapak dari Bandung itu. Pelajarannya adalah: pegang teguh sunnah, walau itu adalah hal yang tidak umum dilakukan. Selain itu, beri contoh akan kebaikan, banyak orang yang takut memulai untuk melakukan. Banyak orang yang baru berani kalau ada contoh.

Jadi, beranikah anda memegang teguh sunnah? Beranikah anda menjadi pelopor kebaikan?

Friday, October 31, 2008

Puisi untuk para metode itu

Wahai fuzzy
Wahai komputasi evolusioner
Wahai jaringan syaraf tiruan
Mungkinkah kalian bersatu?

Monday, October 27, 2008

Sumpah Pemuda - 17 tahun "Indonesia" dijajah

Dulu ketika SD dan SMP, guru sejarah sering memberikan pertanyaan: Berapa lama Indonesia dijajah? Ketika diberi pertanyaan itu, maka cepat-cepat kita mengacungkan jari kita dan menjawab: "350 tahun, Bu"....

Ternyata, setelah hal ini dikaji, ternyata 350 tahun ini hanyalah sebuah bahasa mulutnya Bung Karno untuk membangkitkan semangat bersatu bangsa Indonesia ketika itu. Buya Syafi'i Ma'arif mengatakan, Indonesia itu dijajah cuma selama 17 tahun. Karena pada saat VOC datang pada tahun 1605, yang ada hanyalah negara kerajaan: Majapahit, Demak, Samudra Pasai, Kutai, dan lain-lain. Itupun waktu penguasaannya berbeda-beda. Istilah Indonesia baru muncul pada saat sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Dengan kata lain, Indonesia dijajah hanya dari tanggal 28 Oktober 1928 sampai dengan 17 Agustus 1945. Atau lebih jelasnya, memang 17 tahun seperti yang dikatakan oleh Buya Syafi'i itu.

Mungkin untuk sekalian memperingati sumpah pemuda, berikut akan saya kutipkan kembali naskah sumpah pemuda:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Friday, October 24, 2008

Mission ini possible

Ini bukan parodi film, melainkan judul sebuah buku karya Mas Misbahul Huda, direktur PT Temprina, percetakannya Jawa Pos.

Buku ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana, tapi bagus luar biasa. Karena itulah, pada saat launching buku itu di Solo, saya dan istri yang sudah membaca bukunya, serta beberapa alumni pondok pesantren budi mulia mbela mbelain datang (kebetulan mas huda ini dulu juga nyantri di ppbm).

Buku ini merupakan buku motivasi yang diperkuat oleh catatan-catatan kehidupan mas huda sendiri. Cerita pengalaman hidup beliau inilah yang membuat buku ini sangat membumi, sehingga sangat menggugah dan menginspirasi. Gabungan antara nuansa semangat, agamis, realitas, terasa kental menyatu.

Salah satu hal yang cukup menarik adalah cerita ketika beliau lulus kuliah, kemudian memutuskan untuk nikah walaupun belum punya pekerjaan. Idealismenya yang kuat mendorongnya untuk menolak tawaran menjadi dosen dan tawaran menjadi pegawai Pertamina. Karena sudah menikah, setelah sekian lama tinggal di rumah ortunya dan mertuanya, beliau dan istrinya kemudian 'diusir'. Tapi, justru di sinilah titik baliknya. Beliau masuk ke Jawa Pos. Sebagai lulusan elektro ugm tercepat cumlaude, beliau tidak merasa gengsi bekerja kasar. Teladan beliau adalah Ali bin Abi Tholib. Ali adalah orang yang luar biasa cerdas, tapi bekerja menjadi kuli pasar. Pengalaman pengalaman inilah yang mengajarkan ketulusan, kesungguhan, dan sejuta pelajaran hidup yang lain yang membentuk seorang Huda.

Ada tiga kata yang cukup menarik yang tertulis dalam kaos yang diberikan sebagai souvenir di acara peluncuran buku itu. Mungkin kata-kata ini juga bisa mewakili apa yang ditulis oleh mas huda di buku luar biasa ini. Tiga kata itu adalah: tulus fokus tembus

Di stand penjualan, saya beli dua. Satu mau saya kirim untuk sahabat saya udi samanhudi yang sekarang jadi dosen bahasa inggris Untirta, Banten, dan satu lagi untuk Pak Adin, paklik saya yang sekarang menjadi asisten manager di hotel aston, maluku. Mudah2an buku ini bisa membantu perjuangan luar biasa mereka

Tuesday, October 14, 2008

Ramainya Pemanfaatan Games untuk non-hiburan

Dulu, games/permainan komputer kita kenal sebagai hiburan di sela-sela kepenatan. Games hanyalah menjadi bagian sampingan dalam kehidupan kita.

Sekarang, nampaknya ada yang sedikit berubah dengan cara orang memandang games ini. Games mulai digunakan untuk menanamkan hal-hal tertentu kepada para penggemarnya. Menurut saya, awalnya mungkin dari banyaknya polemik yang muncul pada games GTA (Grand Theft Auto). GTA adalah games yang diciptakan oleh Dave Jones yang dipopulerkan oleh Rockstar games. Games ini memicu kontroversi karena banyaknya kasus-kasus kejahatan (penembakan, perampokan, pencurian, pemukulan, dan lain-lain) yang dilakukan oleh remaja yang terinspirasi oleh games ini.

Nampaknya besarnya pengaruh games inilah yang kemudian disadari oleh banyak orang. Kalau saya tidak salah ingat, pada saat Sarah Palin mengatakan sesuatu yang diperkirakan akan mendorong pemanasanan global, muncul kemudian games dimana kita diminta untuk menyelamatkan beruang kutub. Beberapa saat sebelumnya, ada games yang dibuat untuk meningkatkan kepedulian remaja Amerika terhadap politik, yang diharapkan akan meningkatkan angka partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Baru-baru ini microsoft bahkan mendirikan sebuah institut, Games for Learning Institute (G4LI), dengan bekerjasama dengan New York University, Columbia University, the City University of New York, Dartmouth College, Parson, Polytechnic Institute of NYU, the Rochester Institute of Technology, serta Teachers College.

(O, iya... jadi ingat, dulu kan anak-anak informatika UII pernah ada yang menang lomba games nasional? Bapak Ibu dosen, ayo dimanfaatkan.... Mungkin ke depan ini bisa jadi branding UII.

"Mencetak pembuat games bersertifikasi". hehe)


Mungkin untuk informatika UII, bisa dibuat satu lab khusus untuk games atau bisa juga untuk bapak/ibu dosen dibuat satu lagi bidang konsentrasi, yaitu games.

Sunday, October 12, 2008

Hadis tentang shalat dalam pandangan logika matematika -- sekedar iseng :D

Rasulullah SAW pernah bersabda: "Yang pertama akan dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalannya dan jika buruk shalatnya, maka buruklah seluruh amalnya".

Kita akan mengotak-atik bagian terakhir dari hadis ini yaitu "Jika baik shalatnya, maka baik seluruh amalannya, dan jika buruk shalatnya, maka buruklah seluruh amalannya" . Kalimat ini bisa dipecah menjadi dua kalimat majemuk:
- jika baik shalatnya, maka baik seluruh amalannya
- jika buruk shalatnya, maka buruk seluruh amalannya.
Kedua kalimat majemuk itu dihubungkan dengan kata hubung "dan"

Kalimat tersebut kemudian bisa dibuat menjadi kalimat tunggal simbolis sebagai berikut:
- p = baik shalatnya
- q = baik seluruh amalannya
- ~p = buruk shalatnya
- ~q = buruk seluruh amalannya
Dengan demikian, maka bentuk kalimat majemuk tersebut adalah sebagai berikut
(p -> q) & (~p -> ~q)

Untuk kalimat paling luar yang dihubungkan dengan dan (&), kalimat itu benar jika dan hanya jika keduanya bernilai benar. Artinya kalimat ini benar jika kedua kalimat yaitu (jika baik shalatnya, maka baik seluruh amalannya) dan kalimat (jika buruk shalatnya, maka buruk seluruh amalannya) bernilai benar.

Karena kedua kalimat itu merupakan sebuah implikasi, maka kalimat itu akan bernilai salah jika dan hanya jika anteseden (bagian depan) bernilai benar dan konsekuen (bagian belakang) bernilai salah.
Misalkan - pada kalimat pertama:
- shalatnya baik (B)
- baik seluruh amalnya (S)
atau - pada kalimat kedua:
- shalatnya tidak baik (B)
- buruk seluruh amalnya (S)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:
- tidak mungkin orang yang shalatnya baik, tapi tidak baik amalannya. (kalimat pertama)
- tidak mungkin orang yang shalatnya tidak baik, tapi baik amalannya. (kalimat kedua)

Buat menambah nuansa islami di rumah anda

Walaupun cuma rekaman di rumah dengan mikrofon biasa, tapi lumayan untuk menambah suasana Islami di rumah anda. Berikut beberapa nasyid dari saya yang saya rekam sendiri dengan menggunakan cool edit pro untuk merekam dan menyatukan beberapa suara (suara saya sendiri).
- Islam agamaku <unduh di sini>
- Pemuda generasi bangsa <unduh di sini>

Yang satu ini bukan lagu Islami, tapi cukup menggugah kesadaran tentang arti sebuah kesederhanaan. Aslinya lagunya koes plus, tapi versi saya. <unduh di sini>

Selamat menikmati

Wednesday, October 8, 2008

Mengajar adalah Sebuah Pengabdian

Fiuh, akhirnya kelakon nonton laskar pelangi (dan... pssst... akhirnya kelakon nonton bioskop betulan... selama ini cuma nonton bioskop Trans TV. Hehe). Semalam kami nonton bareng ibu-ibu dari PP Aisyiyah dan beberapa teman dari Muhammadiyah (semalam sebagian besar penontonnya pengurus-pengurus Muhammadiyah). Mereka menyempatkan untuk nonton bareng karena film ini sangat lekat dengan kehidupan dalam salah satu amal usaha muhammadiyah.

Banyak kesan yang didapat dari cerita nyata ini. Salah satu yang paling berkesan menurut saya adalah ketika pak Harfan, kepala sekolah SD Muhammadiyah itu, berkata kepada Bu Muslimah kira-kira seperti ini: "Mus, maaf, gajimu dan Bakri tertunda dua bulan". Kemudian Bu Muslimah menjawab: "Tidak apa-apa, Pak. Saya sudah dapat duit dari menjahit".

Bagi saya, adegan sederhana itu begitu dalam rasanya. Sebuah pengabdian dari seorang guru baru yang masih muda, yang berkali-kali ditawari untuk menjadi guru di SD PN Timah yang lebih menjamin kehidupannya tapi selalu ditolaknya, dan lebih memilih mengabdi di SD Muhammadiyah dengan murid hanya satu angkatan, itupun hanya 10 orang, dengan gaji yang kurang dan sering terlambat, dengan ruangan kantor dan kelas yang sangat tidak layak, dengan fasilitas yang sangat kurang.

Menurut saya, adegan sederhana itu menunjukkan pengabdian yang tulus oleh guru-guru itu. Dengan sekuat tenaga mereka mempertahankan sekolah itu karena hanya itulah satu-satunya sekolah Islam di Belitung, hanya itulah satu-satunya sekolah yang tidak mengukur segala sesuatu dengan materi, tapi dengan hati. Adegan sederhana itu menunjukkan begitu kuatnya semangat guru-guru itu untuk mengabdi, yang menganggap bahwa mengajar bukanlah sebuah media untuk mencari duit dan kehidupan, akan tetapi mengajar adalah sebuah pengabdian tulus untuk membangun dan mendidik manusia yang akan mengenal Tuhannya, dan mengenal kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

Luar biasa. Mengajar adalah sebuah pengabdian. Pengabdian itu akan terasa pengabdian ketika kita tidak menggantungkan hidup pada mengajar. Jadi ingat kepada keempat imam besar (Abu Hanifah, Syafi'i, Malik, Hambal) dan juga beberapa teman-teman saya. Mereka mengajar, akan tetapi mereka menggantungkan hidupnya dari berdagang, tapi dari berjualan kain, roti dan jualan yang lain.

Memang ini adalah satu hal yang cukup berat. Memahamkan diri kita sebagai pengajar untuk tidak melihat apresiasi hanya dari uang yang didapat memang tidak gampang, karena mengajar adalah sebuah aktivitas yang juga tidak gampang dan ringan. Perlu waktu banyak untuk menyiapkan materi, perlu tenaga dan ketlatenan untuk mengajari, perlu waktu dan tenaga untuk mengevaluasi, dan lain-lain. Akan tetapi, ketika disadari bahwa kita menyampaikan sesuatu yang ketika bermanfaat, maka pahalanya akan mengalir sampai kita meninggal, maka kita akan dengan mudah memahaminya.

Tidak irikah kita melihat ketulusan Bu Muslimah dan Pak Harfan?
Tidak irikah kita melihat semangat mereka?
Tidak malukah kita yang sudah diberi fasilitas yang banyak, tapi kalah dengan ketekunan dan ketlatenan mereka?

Akhirnya, saya mengajak pada diri saya sendiri dan juga bagi para pengajar yang berkenan membaca tulisan ini, mari kita berusaha menjadi pengajar yang benar-benar pengajar, dengan menanamkan pada diri kita bahwa mengajar adalah sebuah pengabdian. Dan dia akan benar-benar terasa sebagai sebuah pengabdian ketika kita tidak menggantungkan hidup kita pada mengajar. Seorang kolega pernah mengatakan: pengabdian tidak harus pengab. Ini betul, akan tetapi mari coba dipahami bahwa uang yang didapat dari mengajar ini hanyalah sebuah penghargaan, apresiasi, dari kampus atau di manapun tempat mengajar kita, dan bukan satu-satunya sumber kehidupan kita. Cobalah untuk merintis usaha-usaha lain yang membuat kita bisa menggantungkan hidup padanya, sehingga akan sangat kuat tertanam dalam diri kita, bahwa MENGAJAR ADALAH SEBUAH PENGABDIAN.

Tuesday, October 7, 2008

Orang pintar pasti akan selalu memperbaiki shalatnya

Ketika pemerintah memutuskan bahwa nilai Ujian Nasional hanya diambil dari 3 mata pelajaran, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, maka serentak orang-orang tua dari anak-anak bimbingan les saya dulu meminta untuk memfokuskan pada ketiga pelajaran tersebut. Seolah-olah mereka berkata: "Mas, sementara sekarang tidak usah belajar IPS, IPA, dan tetek mbengeknya itu, sekarang yang penting adalah tiga pelajaran itu" (jadi inget sama iklannya LA Light: Kalau yang nggak penting itu penting, maka yang penting itu nggak penting... :D)

Sementara itu, di mata pemerintah yang menetapkan kebijakan itu, mereka memahami bahwa semua pelajaran akan baik kalau ketiga pelajaran itu baik.

Nampaknya hal ini hampir sama dengan apa yang pernah disampaikan Rasulullah SAW terkait masalah shalat: "Yang paling awal dihitung dari seorang hamba adalah shalatnya. Apabila baik shalatnya, maka semua amal yang lain dianggap baik. Apabila tidak baik shalatnya, maka semua amal yang lain dianggap tidak baik.

Ustadz Suprapto Ibnu Juraimi mengatakan: "Orang yang tahu hadis itu, maka hal yang paling awal dia lakukan untuk memperbaiki dirinya adalah memperbaiki shalatnya. Dengan memperbaiki shalat, maka akan selamat semua perbuatannya, sehingga insya Allah dia akan selamat di dunia dan akhirat". Dengan kata lain, bahwa perbaikan diri dalam hal apapun akan bisa dimulai dari memperbaiki shalat kita. Hadis rasulullah itu secara implisit merupakan sebuah jaminan, bahwa orang yang shalatnya baik pasti akan mempunyai perbuatan-perbuatan yang baik, bisa dipercaya, dan sebagainya. Orang yang shalatnya tidak baik, maka tidak ada jaminan padanya akan baiknya perbuatan-perbuatannya. Hal ini memang selaras dengan firman Allah SWT: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar".

Jadi, mulailah belajar bagaimana shalat yang baik. Perbaiki rukun-rukunnya, perbagus dan perlama bacaannya, perpanjang tumakninahnya, dan belajarlah merasakan kehadiran Allah dalam shalat kita (seperti yang pernah dikatakan Rasulullah: "Kalau seseorang itu tahu siapa yang dia temui dalam shalatnya, maka dia tidak akan pernah mau menghentikan shalatnya"). 

Saat ini banyak sumber untuk belajar shalat yang benar, bisa dari buku, atau bahkan dari internet. Di youtube, saya menemukan banyak sekali video panduan shalat yang bagus. Salah satunya adalah dari ustadz suprapto ibnu juraim sendiri. Silahkan di youtube dicari dengan kata kunci "panduan shalat" atau langsung "ibnu juraim"

uii.ac.id kok ikutan "libur"?

Berawal dari chattingan dengan mahasiswa beberapa hari yang lalu yang menanyakan: "Pak, kok www.uii.ac.id kok ndak bisa diakses, ya? Saya mau donlot tugas. Bilangnya kok domain expired?". Saya pikir: "Lho, yang libur kan cuma karyawan-karyawannya to? Kok domainnya juga ikutan libur?".

Ternyata, hari ini saya akses sudah tidak "libur" lagi, alias sudah bisa diakses lagi. Besok lagi, dosen karyawan boleh lah libur, tapi mbok ya domain tidak usah libur... Hehehe

Saturday, October 4, 2008

Everyone is special

Ketika Ramadhan berakhir, di desa saya tidak terlihat sama sekali rona sedih ditinggal oleh bulan yang penuh berkah (padahal ketika kita sadar akan pahala di bulan itu, kita seharusnya sedih kan?). Semua orang bergembira dengan caranya sendiri-sendiri. Semua kegemberiaan seolah jadi satu ketika takbiran berlangsung.

Akan tetapi, kegembiraan itu segera berganti menjadi menakutkan ketika para pemuda dari desa saya (Krakalan, Bintaran Kulon), tidak terima dengan keputusan panitia yang tidak menjadikan rombongan mushola Krakalan sebagai juara dalam lomba takbiran. Mereka merasa bahwa mereka sudah berusaha sangat maksimal dengan membuat maskot takbiran yang bagus (dan memang sangat bagus - mereka membuat tank dari gabus yang sangat mirip dengan aslinya) yang dibuat dalam dua hari dua malam tanpa tidur.

Ketika pengumuman, mereka langsung menghancurkan maskot yang dibuat, dan kemudian sepanjang perjalanan pulang mereka menyebarkan gabus-gabus sisa-sisa maskot itu di tengah jalan.

Cerita ini semakin seru karena dua orang jurinya adalah dari keluarga kami, yaitu istri saya dan adik saya (sebenarnya kami sudah protes, tapi panitia bersikeras tidak mau menggantinya dengan alasan keputusan rapat). Dalam penilaian istri saya, sebenarnya rombongan mushola Krakalan berada di posisi 2, tapi karena dalam penilaian panitia, tidak hanya hasil takbiran yang diperhitungkan, tapi dari hasil CCA yang diadakan pas istirahat (dan kebetulan anak-anak TPA mushola Krakalan tu dieeeeem aja pas CCA), maka ya akhirnya tidak jadi masuk dalam 3 besar.

Cerita kali ini jauh semakin seru, karena dua malam berturut-turut setelahnya, rumah kami dilempari mercon sampai lebih dari sepuluh kali.

Dari pengalaman ini, saya kemudian merenung.

Bukankah setiap rombongan yang ada punya kelebihan sendiri-sendiri? Istilahnya "everyone is special". Ada yang menonjol dalam kekompakannya, ada yang menonjol dalam maskotnya, ada yang menonjol dalam kostumnya, ada yang menonjol dalam semangatnya, dan lain-lain. Kenapa tidak dihargai dengan kelebihan masing-masing itu? Bukankah akan lebih baik jika tidak dibuat juara 1 sampai 3, akan tetapi dibuat favorit maskot, favorit kompak, dan sebagainya...???

Ketika kita berpikir, bahwa "EVERYONE IS SPECIAL", maka kita bisa menghargai mereka apa adanya. Kita bisa melihat sisi positif dari seseorang, sehingga masing-masing orang juga akan merasa dihargai apa adanya.

Tuesday, September 30, 2008

Met Idul Fitri

Assalaamu 'alaikum wr.wb.

Selamat idul fitri 1429 H.
Kata mas Andri, idul fitri berarti hari raya pada saat kita kembali makan (ifthor). Oleh karena itu, secara eksplisit ucapan itu berarti: selamat merayakan sebuah hari dimana kita dihalalkan untuk berbuka lagi.

Tapi, secara implisit ucapan itu berarti: semoga Allah mengabulkan apa yang kita lakukan selama Ramadhan dan menyempurnakannya.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyaamanaa wa shiyaamakum.
Ja'alanallahu minal 'aidin wal faizin. Amin.

Wassalaamu 'alaikum wr.wb.

Wednesday, September 24, 2008

Hoax

Kenapa ya, kok hoax selalu saja ada? Topiknya macem macem, mulai dari minta transfusi darah sampai himbauan MUI tentang quran palsu.

Kenapa ya, kita begitu gampang ditipu? Kenapa sikap solider kita dimanfaatkan untuk menyebarkan tipuan tipuan seperti itu? Salahkah sikap solider kita? Untuk pertanyaan terakhir, mungkin tepat jika dijawab: tidak salah, cuma kurang tepat.

Makanya, teliti dulu sebelum menyebarkan. Jangan sampai kita jadi tangan tangan kanan dari orang pembohong itu. Jangan sampai dosa kita berlipat-lipat karena kita menyebarkan ke banyak orang, yang mereka kemudian menyebar kebohongan itu ke banyak orang lagi. Kita mungkin niatnya baik, agar bisa menolong dan menyelamatkan orang. Tapi, bukankah hal yang paling mengerikan adalah ketika kita inginkan kebaikan, justru malah keburukan dan dosa yang kita dapat? Na'udzubillah.

3 kali 3 jadi 9. kali 3 lagi jadi 27. kali 3 lagi jadi 81. kali 3 lagi jadi 243. Kali 3 lagi jadi 726. Kali 3 lagi? Kali 3 lagi?

Sebanyak itu orang yang kita tipu, dari menyebarkan berita tak jelas ni pada 3 orang. Bayangkan kalau sekali kirim, anda kirim ke 20 orang. Brapa yang anda tipu? Lebih jelasnya lagi, kira-kira, berapa dosa berantai anda?

Ngeri, bukan?

Tuesday, September 23, 2008

Upload kajian i'tikaf di 4shared.com

Rasanya kok eman-eman kalau pengetahuan yang begitu banyak disimpan sendiri. Oleh karena itu, saya mengunggah beberapa file kajian i'tikaf .ramadhan (PIR 26) ke 4shared.com. Silahkan kalau mau mengunduh:

- pembukaan PIR 26 (oleh ust. Suprapto Ibnu Juraimi dan Pak Amin Rais) - unduh
- Ceramah subuh oleh ust Suprapto Ibnu Juraimi tanggal 21 September 2008 - unduh
- Ceramah subuh oleh ust Suprapto Ibnu Juraimi tanggal 22 September 2008 - unduh

Insya Allah rekaman-rekaman lain akan segera menyusul...

Semoga bermanfaat.

Istilah baku ilmu komputer

Mungkin ini telat (karena instruksi dari presiden tentang pedoman istilah ini sudah muncul sejak 2001), tapi tidak apa-apa karena saya melihat ada banyak kesalahan yang dialami anak-anak dalam laporan KP, presentasi skripsi, dan tulisan-tulisan dalam tugas mereka, bahkan juga oleh dosen-dosen juga. :)

Agar anda terjadi dosa warisan kepada anak-anak didik anda, silahkan unduh filenya di sini.

Thursday, September 4, 2008

Maaf, selain orang .... dilarang lewat....

Suto adalah seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di sebuah kota pelajar. Di jalur arah kampus yang biasa dia lewati, dia melihat ada satu jalan yang sangat menarik perhatiannya. Setiap hari, dia berharap agar bisa lewat jalan itu. Sayang, jalan itu masih tertutup untuknya. Dia lihat nama jalan itu, namanya adalah "Jl. Sekolah di Jepang".

Suatu saat, dengan penuh harap dia bertanya kepada temannya, si Noyo, apakah Noyo mempunyai informasi tentang bagaimana cara agar dia bisa lewat jalan itu. Akan tetapi, betapa kecewanya ketika Noyo berkata, “Selain orang … Dilarang lewat …  Apakah kamu biasa melakukan sesuatu yang bisa menunjukkan bahwa kamu adalah orang … ? “.

Suto bertanya, “Kenapa harus orang … yang diperbolehkan lewat? Apakah kepala desa atau ketua RW atau ketua RT-nya ya orang … juga?”. Noyo menjawab dengan enteng, “Ya bukan, tapi si pembuka pintu jalan itu yang orang …”.

Suto benar-benar bertanya dalam hatinya, “Harusnya jalan itu kan diperbolehkan untuk umum to,ya…? Harusnya bukan hanya untuk orang … saja.”

Noyo kembali berkata, “Kullu hizbin bimaa ladaihim farihuun”.

Karena terburu-buru mau ngajar, Suto tidak sempat membalas perkataan Noyo. Dia hanya membatin, “Bukankah itu untuk menggambarkan ketidakbaikan di akhir jaman? Kok dijadikan dalil?” 

Lalu Suto hanya berkata di hatinya, "Kenapa menggantungkan nasib kita pada orang lain? Lebih baik bertanya kepada Allah dan mencari cara sendiri untuk bisa lewat jalan itu. Insya Allah suatu saat, Kepala Desa atau Ketua RW, atau Ketua RT-nya jalan itu akan mengijinkan aku lewat. Amin."

Tuesday, August 12, 2008

Dua hari di Serang


Ahad dan Senin tanggal 10 dan 11 Agustus kmarin, saya berkunjung di rumah saudara di Serang, Banten. Terus terang, itu adalah kali pertama saya bepergian sendiri ke daerah yg sama sekali belum saya kenal.

Sunday, August 3, 2008

Sang pengembara


Mengembara di dunia, memburu cintaNya

Beginilah seharusnya pendidikan

Belajar di manapun selalu ada gunanya. Sejauh tetap sadar, bahwa sekolah hanyalah a window of reflection. Sekolah baru bisa disebut berhasil bila mampu menggugah orang untuk senantiasa belajar dan mencari. Fokusnya terletak pada membangkitkan motivasi agar orang mau belajar. Atau ilmu lebih ditempatkan sebagai pertanyaan terbuka ketimbang jawaban yang tertutup.

(dikutip dari sebuah buku, yang aku lupa judul bukunya... Insya Allah kalau inget judulnya tak tulis) :D

Aku n mas andan


Kata adiknya mas andan, kita seperti adik kakak. Menurut anda?

Friday, August 1, 2008

Nulis buku: komitmen kuat

Ada satu nasehat dari Bu Cici yang sampai sekarang masih saya ingat-ingat. Dulu beliau pernah mengatakan: "Ada tiga amal yang sampai kita meninggal masih akan terus mengalir pahalanya: doa anak shaleh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat. Anak saya tidak punya, amal jariyah juga sangat sedikit, satu-satunya yang bisa saya berikan adalah ilmu".

Inspirasi dari kalimat-kalimat itulah yang mendorong saya dalam banyak hal, mulai dari belajar, mengajar, dan salah satunya adalah menulis buku. Saat ini saya ingin menulis buku tentang beberapa materi yang belum ada di pasar.

Tapi, ternyata menulis butuh komitmen yang sangat kuat.... Butuh waktu yang cukup banyak, butuh pikiran yang fokus, dan keinginan kuat untuk mempelajari lagi-dan lagi tentang apa yang sedang ditulis...

Tapi, bismillah... Nasib saya juga tidak jauh beda, Bu... anak juga saya belum punya, harta saya juga tidak seberapa, maka hanya ilmu inilah yang bisa saya berikan.

Wahai Diri, tidak inginkah kau berhasil mempertahankan komitmen itu.???

Monday, July 21, 2008

Bawa colokan T

Ketika kita bepergian, apalagi ketika kita harus menginap, terkadang kita butuh colokan listrik. Entah itu untuk nge-charge HP, atau nge-charge laptop, atau untuk keperluan lain. Pengalaman saya, ketika menginap di hotel atau penginapan, biasanya kita hanya dapat satu colokan listrik. 

Oleh karena itu, ketika bepergian, apalagi ketika menginap, dalam tas saya tidak lupa saya bawa serta colokan T, agar ketika butuh listrik bareng-bareng bisa dapat semua.

Mungkin tips ini juga berguna bagi anda... :D

Kaget.....

Kaget, kata itulah yang menggambarkan apa yang terjadi pada saya dan teman-teman di Jurusan. Secara mendadak, ada berita bahwa mau ada inspeksi dari Dikti untuk mengecek tentang pelaksanaan Hibah (PHK A2). 

Sesegera mungkin kami menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Dan, tanggal 21 sampai tanggal 22 Juli 2008, dimulailah proses audit itu. Setelah menunggu seharian (tgl 21), ternyata kami baru dapat giliran audit jam 8 malem, itu saja kami harus ngangkut dokumen-dokumen kami ke rektorat.

Fiuh... Ternyata banyak kesalahan. Kami baru sadar bahwa pengetahuan kami kuraaaaaang sekali. Banyak sekali kekurangan, banyak dokumen-dokumen yang kurang atau bahkan salah prosedur dalam proses lelang. 

Dari hal ini banyak hikmah yang kami dapat. Salah satunya adalah sebuah pengakuan kepada Allah bahwa sebanyak-banyaknya ilmu yang sudah kami punyai, ternyata ada banyaaaaaak sekali ilmu yang belum kami ketahui. Subhanallah....

Sunday, July 13, 2008

Update JRE pada Ubuntu

Telah kita ketahui bahwa Java merupakan bahasa yang multiplatform, yang bisa berjalan di banyak sistem operasi. Sekali membuat program, maka bisa dijalankan di mana saja, asalkan di sistem operasi "induk" terdapat Java Environmentnya.

Untuk instalasi JDK (Java Development Kit) atau JRE (Java Runtime Environment) di linux, mungkin teman-teman agak mengalami kesulitan, karena pada beberapa distro linux, misalkan ubuntu, walaupun kita sudah menginstall JRE, tapi JRE sistem tidak otomatis terupdate. Berikut cara mengupdate JRE di ubuntu:

1. misal kita download JDKnya saja sekalian, biar bisa untuk develop Java. Mis yang kita donlot bernama: jdk6u3.bin di  forlder /home/arwan.
2. Buka terminal dan arahkan ke folder dimana master jdk berada
3. ketikkan: $ chmod +x jdk6u3.bin
4. jalankan file tersebut: $ ./jdk6u3.bin
5. Tekan enter sampai EULAnya (End User License Agreement) habis, lalu ketikkan "yes"
6. Update konfigurasi java, ketikkan:
    $ sudo update-alternatives --install /usr/bin/java java /usr/lib/jdk1.6.0_06/bin/java 300
    $ sudo update-alternatives --config java
7. Untuk mengecek apakah java runtime environment yang baru sudah terupdate, ketikkan:
    $ java --version
8. Beres, dah....

NB: pada langkah ke-6, silahkan menyesuaikan versi jdk dengan melihat di /usr/lib :D

Friday, July 11, 2008

Merayu Hardy Heron untuk auto-mount disk

Kalau anda adalah pengguna ubuntu yang berpindah dari ubuntu sebelumnya ke Hardy, maka ada satu hal yang berbeda yang ada di Hardy. Ketika anda masuk ke sistem, hard disk yang terpasang di komputer anda tidak akan di-mount secara otomatis. Agar bisa ter-mount, cara manual yang bisa anda tempuh adalah dengan pergi ke --> Places --> Computer, kemudian nge-klik disk satu demi satu.

Tapi, tentu saja hal ini repot sekali, kan? Oleh karena itu, lebih baik kita set untuk automount. Ini dia caranya:

- ketikkan di terminal: $sudo blkid, perintah ini akan menampilkan id disk dan tipenya.
- buka tab terminal baru, kemudian ketikkan: $sudo gedit /etc/fstab
- buatlah beberapa folder baru di bawah folder /media untuk penamaan disk-disk yang akan kita mount nanti. Misalkan: /media/disk-0, kemudian /media/disk-1, dan sebagainya
- tambahkan disk-disk yang akan di-mount dengan format penulisan sbb:
UUID=NUMBER_ID /media/FOLDER_MOUNT TIPE defaults,umask=007,gid=46 0 0

Keterangan:
NUMBER_ID menunjukkan id disk
FOLDER_MOUNT menunjukkan nama disk setelah di-mount
TIPE menunjukkan tipe file sistemnya (VFAT? NTFS? --> dilihat di blkid)

umask adalah setting untuk permissionnya. 007 menunjukkan bahwa pemilik dan member group yang lain dapat mengakses, tapi tidak yang lain.
gid adalah singkatan dari group ID. bisa berupa angka, bisa juga berupa kata (mis: root, mahasiswa, praktikan, dll). Nilai 46 menunjukkan group root.

Silahkan mencoba....

Mengatasi bug: ata1: port is slow to respond, please be patient (Status 0xd0)

Bug ini muncul sejak pertama kali saya menginstall ubuntu (ketika itu pakai Gutsy). Saya pikir, di Hardy hal itu sudah diatasi, tapi ternyata dengan Hardy masalah itu juga masih muncul.
Masalah yang timbul adalah linux sering hang yang lamanya 'kagak nahan'. Sekali hang, biasanya lebih dari 30 detik, bahkan pernah sampai kurang lebih 5 menitan.
Ternyata, hal ini terjadi karena terjadi eksepsi exception Emask 0x0 SAct 0x0 SErr 0x0 action 0x2.

Nha, untuk mengatasi, ini caranya:
- edit /etc/initramfs-tools/modules dengan editor misalkan gedit. Di terminal, ketikkan
$ sudo gedit /etc/initramfs-tools/modules
- pada file modules, tambahkan baris-baris berikut:

piix
ide_generic
ide_cd
ide_disk

# blacklist bad driver
blacklist ata_piix

# prevent unnecessary modules from being loaded (you don't need to do this)
blacklist ata_generic
blacklist libata
blacklist scsi_mod

- kemudian setelah disimpan, lakukan pengupdatean intuk initramfs dengan mengetikkan:
$ sudo update-initramfs -u


Masalah selesai, dan dunia kembali bersinar

Thursday, July 10, 2008

Sakit lagi, lagi-lagi sakit

Sejak saya kecil, ada satu penyakit yang sangat sering menghampiri saya, yaitu flu. Dari dulu kami selalu meminta obat ke dokter umum. Baru pada tahun 2002, saya mencoba untuk datang ke dokter spesialis THT di daerah dekat Purawisata. Dari dokter itu, saya baru tahu bahwa saya sangat mudah terkena flu karena saya mengidap tiga alergi sekaligus, yaitu alergi debu, alergi bulu, dan alergi dingin.

Selama tiga tahun penuh setelah itu, saya mulai terapi. Pada awalnya, terapi dilakukan seminggu sekali, kemudian dua minggu sekali, lalu tiga minggu sekali, lalu pada akhirnya sebulan sekali. Tentang terapi itu, ketika saya tanya ke dokternya, kata beliau terapi yang dilakukan ini tidak menyembuhkan, hanya mengurangi. Kata beliau, alergi tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikurangi dan dicegah agar tidak diturunkan ke anak cucu.

Sampai sekarang, penyakit flu sangat mudah datang. Biasanya ketika kedinginan dalam waktu yang lama, kemudian ditambah lagi kondisi badan yang tidak terlalu fit, maka saat itulah biasanya flu datang. Biasanya, sebelum flu, didahului dengan badan yang terasa "gembreges" dan wahing-wahing alias bersin-bersin. Maka,  "gembreges" dan bersin-bersin saya "titeni" sebagai satu tanda awal kalau saya mau flu, sehingga ketika badan saya gembreges, saya kemudian istirahat, karena kalau tidak, maka biasanya flu beneran.

Rasanya nggak enak pada mahasiswa, ketika saatnya harus ngajar atau janjian konsultasi, tapi malah badannya gembreges, dan bersin. Rasanya nggak enak pada teman-teman di kampus, karena sering tidak masuk. Rasanya nggak enak sama dosen, ketika saatnya kuliah tapi tidak bisa datang karena tidak enak badan. Rasanya nggak enak sama anak-anak, yang sudah pada nunggu untuk diajari ngaji, tapi malah harus istirahat.

Terkadang saya berpikir, banyak teman-teman saya yang punya banyak keterbatasan. Ada yang tuna netra, ada yang harus pakai tongkat ke mana-mana, tapi mereka bisa mengatasi keterbatasan mereka itu dengan prestasi mereka. Akan tetapi, sampai sekarang, sering saya belum bisa mengatasi keterbatasan saya dalam kesehatan ini.

Ya Allah, saya tahu bahwa setiap apa yang Engkau ciptakan pasti ada maksudnya dan hikmah yang luar biasa di balik itu. Oleh karena itu, saya yakin bahwa ada maksud-maksud tertentu dengan hal ini yang sampai sekarang aku belum sadari.

Ya Allah, seandainya keterbatasan itu tetap ada di diriku, maka tolong, jangan biarkan hal itu mengganggu kewajibanku, jangan biarkan hal itu menyebabkanku mendzalimi orang lain. Amin.

Tuesday, July 8, 2008

Pembelajaran dengan metode debat

Metode ini awalnya saya dapatkan di mata kuliah Speaking IV di UNY. Lalu kemudian ternyata metode ini tiba-tiba muncul di TV-one di acara "debat".

Dalam speaking, metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan dalam meng-encourage mahasiswa untuk mau berbicara dengan cara memberikan motion (mosi) tentang satu permasalahan tertentu, kemudian membagi kelas menjadi dua kelompok. Satu kelompok menentang mosi dan satu kelompok mendukung mosi.

Dalam kuliah manajemen teknologi informasi siang ini, metode ini saya gunakan. Mosi yang ditetapkan adalah: "bahwa e-Government harus bisa diterapkan di setiap kabupaten di Indonesia". Kemudian kelas dibagi menjadi kelompok pro dan kelompok kontra.

Ternyata, dengan metode ini, para mahasiswa sangat antusias. Bahkan suasana kelas menjadi agak sedikit panas, namun tetap meriah dan gayeng. Dengan metode ini, saya lihat beberapa anak yang pada perkuliahan-perkuliahan sebelumnya tidak berani ngomong, ternyata mau ngomong. Dengan metode ini, beberapa hal yang menarik kemudian muncul terkait kenyataan tentang mosi yang ditetapkan (penerapan e-Gov di kabupaten di Indonesia).

Metode ini mungkin bisa diterapkan pada kuliah-kuliah lain yang sifatnya adalah analisis dan bukan teknis. Untuk kalkulus atau logika matematika jelas metode ini tidak bisa diterapkan. Akan tetapi dalam kuliah e-Government, e-Commerce, Pengantar Teknologi Informasi, dan lain-lain, mungkin mata kuliah ini akan membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan serta menantang bagi mahasiswa.

Saatnya berkreasi dalam mengajar. Saatnya mencari format-format baru yang lebih menyenangkan dalam belajar.

Friday, May 23, 2008

Dosen teladan

Akhir-akhir ini, di fakultas baru mau diadakan pemilihan dosen teladan.

Kalau saya boleh memilih siapa yang paling pantas menjadi dosen teladan, maka saya akan mengatakan bahwa yang paling layak jadi dosen teladan adalah SAYA. Yups, anda tidak salah baca. Sekali lagi, yang berhak menjadi dosen teladan adalah SAYA. Apalagi akhir-akhir ini saya benar-benar menjadi dosen teladan. Ya, teladan, tukang telad (telat -red). Entah mengapa, akhir-akhir ini saya sering telad, terutama ketika mau masuk kelas.

Tapi, saya ingin berubah... Postingan saya ini menjadi salah satu langkah saya untuk berubah. Postingan saya ini menjadi satu pengingat, bahwa saya ingin berubah. Saya ingin berubah untuk tidak lagi menjadi teladan (yang suka telad -- telat, red), tapi benar-benar teladan dalam arti yang sebenar-benarnya teladan.

Saturday, May 10, 2008

Akhirnya khuruj lagi

Lama sekali perasaan itu muncul. Ingin sekali khuruj lagi seperti masa SMA dulu. Akhirnya malam ahad kemarin khuruj lagi. Walaupun hanya di desa sebelah, tapi sudah sedikit mengobati kerinduan itu (sebenarnya pengennya ke daerah Gunung Kidul sekalian, biar sekalian memerangi kristenisasi, tapi tidak diijinkan oleh keluarga. hiks....).

Kapan-kapan, kalau ada waktu, ingin khuruj lagi.

Saturday, May 3, 2008

Support netbeans untuk AJAX















Netbeans memang luar biasa. Setelah sukses dengan support beberapa bahasa pemrograman selain java (Ruby, C, C++, dan lain-lain) di versi 6.0, di versi 6.1 kali ini netbeans kembali ujuk gigi dengan menggelar support untuk PHP, javascript dan XML (walaupun sebenarnya XML sudah disupport dari dulu).

Netbeans yang mensupport PHP dan JavaScript ini dibundel dalam program yang berbeda, tidak berupa modul yang menyatu dalam netbeans biasanya. Akan tetapi, program ini dibundel dalam program bernama Netbeans IDE EarlyAccess for PHP. Saya telah mencobanya, dan nampaknya saya lebih memilih ini daripada dreamweaver (walaupun lebih berat daripada dreamweaver).

Penasaran? Download aja langsung di sini.

Curanmor

Curanmor ini bukan pencurian kendaraan bermotor, tapi nama sebuah grup lawak ngapak-ngapak. Guyonannya yang selalu segar (walaupun kadang kasar) menjadi penghibur di sela-sela aktivitas.

Pengen denger lawakannya? Dengerin aja lewat mintmp3.com dan cari dengan keyword: "curanmor". Dijamin ngakak.

Monday, April 14, 2008

Ngakali blocking youtube

Seperti sudah kita ketahui, sejak beberapa hari yang lalu, depkominfo dan beberapa ISP di Indonesia (telkom, indosat, dll) berusaha unjuk gigi dengan melakukan blocking terhadap beberapa situs yang mempunyai video fitna. Salah satu di antaranya adalah youtube. Sejak pemblokiran itu, kalau kita ketik alamatnya di browser kita (http://youtube.com), maka yang muncul adalah pesan bahwa page not found (error 404).
Akan tetapi, sepandai-pandai orang memagari rumah, pasti ada celah untuk masuk, sekecil apapun celah itu. Terhadap pemblokiran ini, masih banyak celah yang bisa dipakai. Salah satunya adalah dengan meminjam proxi di negara lain selain Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan software. Salah satu software yang bisa digunakan adalah OperaTor. OperaTor adalah sebuah browser yang secara otomatis mengambil proxi bebas dari negara lain.
Kita bisa melihat efek dari software ini dengan mengakses http://cmyip.com. Gambar berikut merupakan capture dari akses cmyip dengan menggunakan firefox.















Sedangkan gambar berikut merupakan capture dari akses ke cmyip.com dengan menggunakan OperaTor pada waktu yang sama dengan cmyip dari firefox.














Dari kedua gambar tersebut, dapat dilihat bahwa dengan menggunakan OperaTor, kita dianggap tidak berada di Indonesia (kebetulan pas saya capture ini, akses proxy yang digunakan adalah dari Berlin, Jerman).
Dengan demikian, maka kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada pemblokiran. Selamat mencoba....

Cerita Pasukan Arung Jeram Informatika

Sebenarnya pengen cerita banyak tentang raker dan arung jeram di Magelang kemarin Kamis s.d. Sabtu, 10-12 April, tapi Bu Ami dan Mas Andri dan cerita, jadi ndak usah aja. Yang pasti, arung jeramnya muenuariiiik buanget. Pengen arung jeram lagi kalau ada duit dan temen.

Tuesday, April 1, 2008

Pandangan Hidup Mahasiswa


Kuliah di UNY, artinya harus siap dengan HPT . HPT di sini bukan Himpunan Putusan Tarjih-nya Muhammadiyah, tapi HPT di sini adalah Hidup Penuh Tugas. Ya, hampir setiap mata kuliah memberikan tugas dan tugasnya rata-rata mingguan. Tapi, kalau dijalani dengan senang, semua terasa nyaman dan menyenangkan, karena justru dengan tugas kita bisa belajar.

Salah satu tugas yang menarik adalah di mata kuliah Apresiasi budaya. Tugasnya adalah meneliti kondisi mahasiswa terkait hal tertentu. Kebetulan kelompok kami dapat tema pandangan hidup. Tema ini sangat menarik bagi kami, karena pandangan hidup merupakan hal yang akan menentukan seperti apa hidup seseorang.


Mulailah kami meneliti mahasiswa-mahasiswa UNY tentang pandangan hidup mereka. Kami melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan naturalistik. Pendekatan ini kami ambil karena pendekatan ini akan memberikan gambaran atau deskripsi secara alami tentang apa yang ada pada objek penelitian. Kami mengajukan kepada mereka satu pertanyaan sederhana, yaitu: apa 5 hal yang paling penting dalam hidup anda? Kenapa pertanyaan itu? Karena hal-hal yang dianggap penting merupakan cerminan dari orientasi hidup mereka, sedangkan orientasi hidup mereka mencerminkan pandangan hidupnya.

Setelah kami kumpulkan data-datanya, hasilnya adalah sebagai berikut:

poin
Prosentase yang memilih poin tersebut
agama
86.67
keluarga
86.67
teman/sahabat
86.67
ilmu
46.67
harta
20.00
hati nurani
13.33
makan
13.33
kebebasan
13.33
kedewasaan
6.67
prinsip hidup
6.67
tanggung jawab
6.67
kebahagiaan
6.67
informasi
6.67
visi
6.67



Dari hasil penelitian tersebut, kami menyimpulkan bahwa pandangan hidup mahasiswa (UNY) adalah sesuatu yang terutama sangat berkaitan dengan agama, keluarga, dan sahabat, sementara yang lain merupakan sesuatu yang bukan menjadi hal yang sangat menguasai pandangan hidup mereka.

Satu hal yang cukup menarik bagi kami adalah ternyata ilmu dinyatakan penting hanya oleh 47%. Artinya bahwa kurang dari setengah dari mahasiswa yang menyatakan bahwa ilmu penting dalam hidup mereka. Maka ya kemudian wajar jika banyak mahasiswa yang masuk kelas milih-milih dosen yang kira-kira memberi nilainya bagus-bagus. Wajar jika kemudian banyak mahasiswa yang motivasi belajarnya rendah dan baru mau belajar jika mau ujian atau jika ada tugas. Dan lain-lain.


Saya jadi penasaran, kira-kira kalau diberi pertanyaan yang sama, anak-anak UII akan menjawab seperti apa? Dosen-dosennya juga akan seperti apa?

Friday, March 28, 2008

Galak pada Diri Sendiri

Ketika menghadapi tanggung jawab yang diberikan pada kita, terkadang muncul apa yang dinamakan sebagai penyakit excusitis. Excusitis adalah penyakit mencari sebab serta mencari alasan untuk menghindar dari tanggung jawab kita.

Kadang senjata yang kita pakai untuk mencari alasan adalah: "Maaf, tidak punya waktu, je.." atau "baru sakit", dan seribu alasan lain yang sebenarnya tidak layak kita jadikan alasan.

Suatu saat, pernah saya tanya kepada rekan saya kenapa beliau punya karya yang sangat banyak di antara aktivitasnya yang luar biasa. Sebut saja namanya adalah Pak F. Beliau adalah pejabat di sebuah fakultas di Jogja. Sejak awal kenal dengan beliau, saya langsung kagum, walaupun pejabat, tapi kok ya bisa karya beliau banyak sekali, mulai dari buku sampai jurnal internasional.

Jawaban beliau sederhana: "Kuncinya satu, Mas... galak pada diri sendiri".

(Seperti biasanya, sering ada kata-kata unik dalam apa yang beliau ucapkan)

Ya, benar... Galak pada diri sendiri memang jadi kunci keberhasilan kita. Sering kita galak pada orang lain, tapi kita membiarkan diri kita sendiri jadi pemalas, tukang telat, tukang tidur, dan lain-lain. Kalau kita galak pada diri sendiri, tentunya kita tidak akan membiarkan diri kita menjadi orang yang tidak berprestasi, yang tidak menggunakan waktunya dengan baik, dan lain-lain.

Dengan galak pada diri sendiri, kita akan mempunyai pengontrol yang akan selalu menyertai langkah kita, yaitu diri kita sendiri. Dengan pengontrol itu, maka setiap hidup kita akan berarti dan semakin berarti.

Selaras dengan hal ini, Allah SWT sebenarnya sudah memberikan rambu-rambu tegas agar kita mau mengatur diri kita sendiri, atau dengan kata-kata pak F tadi, galak pada diri kita sendiri, untuk selalu berada dalam hal-hal yang baik. Lihat saja di Al-Quran surat Al-'Ashr 1-3:

Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beramal shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam hal kesabaran.

Pertanyaannya sekarang: Apakah kita akan menjadi orang yang rugi? Kalau kita tidak ingin, maka GALAKLAH PADA DIRI SENDIRI

Thursday, March 20, 2008

Pahlawan tanpa tanda jasa + Pahlawan tak dikenal

Beberapa hari yang lalu, saya dengan istri pergi ke RSU Dr. Sarjito untuk tilik Pakdhe dan memeriksakan istri yang beberapa hari sebelumnya selalu mengeluh sakit perut. Ketika adzan maghrib berkumandang, kebetulan kami masih menunggu hasil cek darah dan urin istri yang katanya masih butuh waktu lama. Karena masih lama itulah kami memutuskan untuk shalat di luar sarjito, yaitu di Masjid Mardhiyah.
Setelah shalat, ada seseorang yang memperhatikan saya. Saya cuek saja karena saya tidak tahu siapa. Beberapa saat kemudian, setelah saya duduk di depan masjid, dia menghampiri dan berkata: "Bapaknya ngajar di UII ya, Pak?". Saya jawab: "Lho, kok tahu?". "Di informatika, kan, Pak?". "Lho, kok tahu juga?". Dia lalu berkata,"Iya, pak... saya juga di Informatika. Saya mahasiswa struktur data".
Terus terang, itu adalah kesekian kalinya saya mendengar istilah "bapaknya" untuk memanggil saya. Seandainya saya yang jadi dia, maka beginilah saya bertanya: "Pak Arwan?? Pak, saya mahasiswa struktur data" (ketika dulu ketemu dengan Pak Danang Lelono dosen ilkom UGM di masjid deket pondok, saya juga tanyanya demikian).
Entah mengapa, model panggilan seperti ini sering dipakai oleh anak-anak . Entah hanya oleh mahasiswa UII saja atau mahasiswa yang lain. Yang jelas, yang saya tahu ketika istri saya dan temen-temen hukum UGM ngomong tentang dosennya, mereka selalu menyebut nama, bukan dengan 'ibunya' atau 'bapaknya'. Ketika adik saya dan temen-temen ilmu komputer UGM ngomong-ngomong tentang dosennya, mereka juga selalu menyebut nama.
Saya kadang berpikir aneh: "bapaknya"?? Bapaknya siapa, ya...???
Fenomena tidak menyebut nama dosennya, sekaligus juga tidak tahu nama dosennya ini nampaknya menjadi fenomena yang sering saya jumpai di anak-anak UII. Pernah suatu saat saya tanya siapa dosen sebuah mata kuliah yang pernah mereka ambil yang masih nyangkut dengan kuliah saya ketika itu, mereka menjawab tidak tahu namanya. Jangan-jangan mereka juga tidak tahu nama saya??? :D
Seandainya ada dosen yang tidak hapal nama semua mahasiswanya, menurut saya itu adalah sebuah kewajaran, karena jumlah mahasiswa yang banyak sekali. Akan tetapi, ketika mahasiswa tidak hapal nama dosennya, maka itu hal yang aneh. Berapa sih nama dosen yang harus mereka ingat??
Agaknya, kalau fenomena seperti ini terus terjadi, maka kita perlu memberikan penyematan satu gelar lagi bagi guru dan dosen kita selain 'pahlawan tanpa tanda jasa'. Gelar satu lagi itu adalah 'pahlawan tak dikenal'

Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Hindu (Weda)

Kitab Weda adalah kitab suci Umat Hindu yang usianya sudah sekitar 2.500an 
tahun lamanya. Sebagai perbandingan, Sidharta Gautama, pembawa agama 
Budha, hidup pada 623 sampai 543 SM, sedangkan agama Hindu lahir jauh 
sebelum itu. 

Dalam kitab weda tertulis: "Hai sekalian manusia,   dengarkanlah   berita   
penting  ini.  Nanti  aku bangunkan seorang laki laki yang terpuji diantara  
manusia." Dalam bahasa Arab, nama yang berarti "laki-laki yang terpuji" 
adalah Ahmad atau Muhammad. Meskipun demikian, menghubungkan kalimat 
dalam kitab Weda dengan Muhammad ini belum tentu benar, karena setelah itujuga muncul laki-laki terpuji dan menjadi sosok pahlawan seperti Socrates, 
Aristoteles, Iskandar Zulkarnaen, Yesus, Napoleon, Hitler, dan sebagainya.

Akan tetapi, menurut kitab yang lain, yaitu Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) 
yang bunyinya:

"Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari  tanah  Arab namanya   Ahmadbergelarkan Muhammad,   dan   dia  akan mendapatkan penolong-penolong.  
Hai  orang-orang  Arab,  hai tuan-tuan   seluruh   alam   ini,  kepada  
engkaulah  taqdis (penghormatan) Ku yang suci. Hai orang-orang yang  
mengadakan beberapa  jalan  yang  banyak  untuk  membinasakan  sekalian 
syaithan, dan dunia ini, kepada engkaulah taqdisKu."

Dari uraian di kitab tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa memang yang 
dimaksud laki-laki terpuji dalam Weda adalah Muhammad. Sayangnya, 
keterangan yang berharga ini tidak bisa diakses oleh orang Hindu kebanyakan 
karena aturan kasta di agama tersebut. Dalam aturan agama Hindu, yang 
boleh membaca Weda hanyalah kaum Brahmana, sedangkan kasta lain tidak 
boleh membacanya, atau bahkan mendengarkannya.

(disarikan dari http://media.isnet.org/antar/Eddy/DalamHindu.html)

NB:
- dari hasil diskusi-diskusi di komentar, ada saudara yang mengatakan bahwa 
weda tidak hanya boleh dipelajari oleh kaum brahmana saja, tapi kaum sudra 
juga boleh. Silakan dikomentari

Wednesday, March 19, 2008

Kronologis tes agama

Itu adalah pertama kalinya aku gagal dalam tes agama. Entah kenapa, aku sama sekali tidak percaya, teman-teman pun sama sekali tidak percaya. Tapi, percaya tidak percaya itulah yang terjadi.

Kira-kira, seperti inilah kronologis tes agama itu:
Dalam daftar, saya masuk urutan 4, akan tetapi, karena ada beberapa orang yang sudah jadi ibu-ibu dan ada beberapa yang sedang ada perlu penting, akhirnya mereka yang didahulukan (emang saya ndak ada perlu penting apa???). Kalau dihitung, saya jadi nomor 10.

Ketika saya masuk ke ruangan itu, inilah yang terjadi:
1. saya diminta buka quran. Kebetulan dapat Al-A'raf 32-34.
2. penguji meminta untuk mengartikan Al-A'raf 34: likulli ummatin ajal... dst. Saya bisa menjawab dan mengartikan semua, walaupun agak tidak lancar
3. penguji bertanya: "mengapa kok ummatin, bukan insanin??". Saya menjawab: tidak tahu (ini memang kebiasaan saya, dalam hal-hal tertentu terutama dalam masalah seperti ini, ketika saya ndak tahu, saya ndak mau asal nebak).
4. penguji bertanya: "njenengan sering qunut, mas??". Saya menjawab: "kalau witir, iya, pak...".
5. penguji bertanya lagi: "doanya apa?". Saya menjawab: "ndak mesti, pak. Tapi yang pasti, ndoakan orang tua, ndoakan muslimin muslimat, baru ndoakan diri sendiri".
6. penguji bertanya: "Qunut nazilahnya hapal??". Saya jawab: "Tidak hapal, pak...". Penguji bertanya: "Lho, kok ndak hapal ki piye?". Saya jawab: "Lha di Fiqh sunnah kan tidak dijelaskan doanya harus qunut nazilah. Dulu pernah dijelaskan oleh Ustadz Muhajir Arif bahwa doa di qunut witir bebas. Jadi saya ya doanya apa saja, asal bahasa arab".
7. (Sampai di sini, saya merasa penguji kelihatan kecewa)
8. Penguji yang satu lalu bertanya: "Kalau anda shalat, kenapa harus wudhu?". Saya jawab: "Ya karena kita mau menghadap yang maha suci, maka kita pun juga harus suci".
9. Penguji bertanya lagi: "Suci apanya?". Saya jawab: "Ya minimal suci badan, kalau bisa sekalian suci hati".
10. Penguji bertanya: "doa setelah wudhu apa?". Saya terbalik menjawab: "Allahummaj'alni minal mutathahhiriina waj'alnii....".
11. Penguji segera menyela: "Hei, itu yang kedua, ulangi, ulangi.....".
12. Saya ulangi doanya, dan bener.
13. Penguji meminta untuk mengartikan doa itu.
14. Saya jawab: "Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang yang taubat, dan jadikan aku sebagai orang yang bersih,dan jadikan aku termasuk hamba-hambaMu yang shalih.". (betul, kan??).
15. Penulis berkata: "Ya, berarti harus suci dua duanya: suci badan, suci hati. Yang suci hati yang doa mana?" saya jawab: "tawwabiin pak". "yang suci badan?" saya jawab "mutathahhiriin".
16. Ujian kemudian berakhir, dan saya keluar ruangan.

Yang jadi pertanyaan: kenapa nilai bacaan quran, praktek ibadah dan pemahaman keislaman saya merah??? ya walaupun ada yang tidak tahu, dan dalam mengartikan juga tidak lancar banget, tapi perasaan saya tidak parah-parah amat. Kenapa?? Kenapa??

Tuesday, March 18, 2008

Kumenunggu

Allah... segera datangkan sunyiMu, agar bisa kuadukan apa yang hanya pantas kuadukan kepadaMu

Thursday, March 13, 2008

Iming iming Duit di Internet

Iming-iming duit dengan alasan 'investasi' sebenarnya bukan barang baru di internet. Tengoklah misalnya investasiprima.com, atau klikdynasis.net, atau situs-situs yang lain yang menjanjikan modal sedikit atau tanpa modal, tapi setelah sekian bulan akan dapat pengembalian yang jauh melebihi modal yang disetorkan.

Kira-kira kok bisa mereka menjanjikan seperti itu???

Untuk bisa menjawabnya, kita akan coba mengambil salah satu situs iming-iming duit ini, yaitu investasiprima.com. Saya sendiri memang tidak terlalu jelas dengan sistem sebenarnya, karena di sana tidak dicantumkan bagaiman cara mereka bisa mengandakan uang sedemikian hebatnya. Tapi karena tidak jelasnya cara itu kemudian kita bermain dengan ilmu kira-kira tentang bagaimana cara mereka. Nha, ilmu kira-kira yang saya punya adalah sebagai berikut:

Untuk investasiprima.com, kita diminta untuk menyetorkan duit 175.000, dan dalam 6 bulan dijanjikan akan dikembalikan 7.000.000 rupiah. Jumlah yang sangat fantastis kalau dibandingkan dengan uang modal awal. Baiklah, kita coba dengan ilmu kira-kira saya:
Diasumsikan setiap bulan ada 30 orang yang 'tertarik' dengan investasi ini: (biar lebih mudah ngitungnya, duit modalnya tak ubah menjadi 150.000 saja)
Bulan I : 150.000 x 30 = 4.500.000
Bulan 2: 150.000 x 30 = 4.500.000 &gt; total : 9.000.000
Bulan 3: 150.000 x 30 = 4.500.000 &gt; total : 13.500.000
Bulan 4: 150.000 x 30 = 4.500.000 &gt; total : 18.000.000
Bulan 5: 150.000 x 30 = 4.500.000 &gt; total : 22.500.000
Bulan 6: 150.000 x 30 = 4.500.000 &gt; total : 27.000.000
Pada bulan ke-6 ini, mereka harus mengembalikan sejumlah 7.000.000 x 30 orang, yaitu sejumlah 210.000.000. Pertanyaannya: Bagaimana mungkin mereka bisa mengembalikan duit yang sebegitu banyaknya dengan pendapatan yang tidak seberapa bila dibandingkan dengan yang harus mereka setorkan??? Apa mereka benar-benar investasikan ke suatu tempat??? Kalau memang diinvestasikan ke suatu tempat, tolong beritahu saya dimana ada investasi yang nyata yang bisa menggandakan uang sebegitu banyaknya.

Tapi, nampaknya banyak orang yang tertipu dengan iming-iming seperti ini (saya menyebutnya 'tertipu', karena secara logis memang tidak mungkin bisa mendapatkan uang sebanyak itu -- lihat penjelasan saya di atas). Nyatanya, dalam beberapa milis, tentang ini juga beberapa kali diposting oleh orang-orang yang nyari downline.

Nulis tentang ini, saya kok tiba-tiba teringat dengan rumus kekayaannya Pak Agfi. Rumusnya seperti ini:
- Ada dua prinsip: knowledge is power dan time is money.
Untuk prinsip pertama, knowledge is power, kita bisa merumuskan prinsip itu sebagai:
K = P
Untuk prinsip kedua, time is money, kita bisa merumuskannya menjadi:
T = M
Seperti kita ketahui sejak SMA dulu, yang namanya Power (Daya) adalah usaha dibagi waktu, atau kalau ditulis dengan rumus:
P = W/T
Dengan demikian, karena P = K dan T = M, maka kita bisa menstubsitusi persamaan itu menjadi
K = W / M

atau sedikit dimodifikasi
M = W / K

Sekedar mengingatkan, M adalah Money, W adalah work (usaha) dan K adalah knowledge.
Dengan rumus tersebut, maka bisa diambil kesimpulan sebagai berikut:
- Dengan usaha yang sama, semakin sedikit knowledge yang dimiliki, maka akan semakin banyak Money yang dipunyai
- Dengan usaha yang sama, semakin banyak knowledge yang dimiliki, maka akan semakin sedikit MOney yang dipunyai.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa orang yang bodho akan punya lebih banyak uang daripada yang pinter.

Terkait dengan iming-iming duit tadi... Orang yang bodho mungkin akan punya lebih banyak uang daripada orang pinter, karena orang yang pinter pasti akan mikir-mikir 235839203839 kali untuk menginvestasikan uangnya di sana. Tapi orang bodho mungkin akan tertarik ke sana, dan mungkin termasuk satu di antara 1000 orang yang yang kebetulan mendapatkan 7.000.000 itu (hanya dia sendiri yang dapat, karena duitnya hanya cukup untuk diberikan ke satu orang itu, yang lain untuk ongkos perusahaan).

Jadi, pertanyaannya adalah: apakah anda mau jadi orang pinter atau orang bodho???

Monday, March 10, 2008

Lagi-lagi Guyonan Gus Dur


Siapa yang tidak kenal dengan Fidel Castro. Presiden Kuba itu begitu kharismatik, bahkan di luar Kuba. Nah, pengen tahu guyonan Gus Dur ketika berkunjung ke Kuba? Ikuti saja ceritanya....

Gus Dur bercerita bahwa ada tiga orang tahanan yang berada dalam satu sel, dan masing-masing memberitahu sejarah mengapa mereka sampai ke sel tersebut. 

Tahanan 1: saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara (pemimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba)

Tahanan 2: Wah, saya justru dipenjara karena saya pengikut Che Guevara. Dasar kamu #*(#*$&#(*#$&#(@*#

Keduanya kemudian terlibat adu mulut dalam waktu yang cukup lama... Lalu kemudian berhenti karena ingat masih ada tahanan ketiga yang belum bercerita. Mereka kemudian bertanya pada tahanan itu.

Tahanan 3 kemudian menjawab pelan-pelan: Saya ditahan karena saya Che Guevara


Dan Fidel Castro pun tertawa terbahak-bahak mendengar guyonan Gus Dur tersebut .

Guyonan Gus Dur (lagi)


Suatu saat, Bill Clinton mengundang Gus Dur (yang ketika itu masih menjabat presiden RI) ke Gedung Putih, Amerika. Tanpa diduga, ketika beliau berdua sedang asyik ngobrol, keluarlah anjing peliharaan Bill Clinton. Anjing itu kemudian dikenalkan oleh Clinton ke Gus Dur.

Bill Clinton (B), Gus Dur (D)

B: Gus Dur, saya punya anjing yang pintar, dia bisa tahu bahasa manusia dan menuruti semua perintah saya.
G: Masak sih? Coba perlihatkan kepada saya
B: Oke... Sit down! (anjing itu langsung duduk)
B: Stand up! (anjing itu langsung berdiri)
B: Lay down! (anjing itu langsung berbaring)
B: Tuh, kan, Gus Dur. Benar kan?
G: Gitu aja kok repot. Dia juga bisa menuruti perintah saya
B: Masak sih? Dia kan bukan anjingmu? Ketemu saja baru kali ini. Coba suruh dia untuk nangis

Gus Dur kemudian membisiki sesuatu ke telinga anjing itu dan tiba-tiba anjing itu langsung menangis berurai air mata. Bill keheranan dan penasaran.

B: Wow... Kok bisa, Gus? Coba buat dia tertawa

Gus Dur kembali membisiki sesuatu ke telinga anjing itu dan tiba-tiba anjing itu ketawa terbahak-bahak. Bill kembali keheranan dan semakin penasaran.

B: Wah, Gus Dur ini hebat. Tapi coba satu lagi kalau bisa terima tantanganku, Gus. Buat supaya dia stres berat.

Gus Dur kembali membisiki sesuatu ke telinga anjing itu dan tiba-tiba anjing itu melompat ke sana kemari dan berteriak histeris kemudian loncat ke luar jendela gedung putih dan berlari sangat kencang.

Bill Clinton terheran-heran dan akhirnya bertepuk tangan mengakui kehebatan Gus Dur.

B: Kok bisa, Gus? Apa yang anda bisikkan sehingga anjing saya begitu sedih?
G: Saya bilang, Indonesia itu kasian banget, rakyatnya banyak yang miskin, banyak yang untuk makan sehari-hari saja susah. Kamu beruntung dipelihara Bill Clinton, di Gedung Putih lagi. Kamu bisa makan enak kapanpun kamu mau.
B: Hmmm... wajar ya kalau dia menangis... Lalu, kenapa dia lalu tertawa?
G: Saya bilang, orang Indonesia banyak yang sehat, lebih pantas jadi presiden ketimbang saya. Eeee... lha kok mereka malah milih saya yang buta ini jadi presiden.
B: Hahahaa... kalau itu saya juga ikut ketawa... Lalu kenapa dia trus jadi stress?
G: Saya bilang, yuk ikut saya ke Indonesia....
B: ???

Guyonan Gus Dur

Dalam acara Kick Andy kemarin malem, Gus Dur ternyata masih seperti yang dulu. Walaupun kadang Gus Dur ini terkesan 'asal njawab', tapi tetap saja ada sisi yang menarik dan khas dari seorang Gus Dur, terutama dalam hal cerita guyonnya (ini yang ndak bisa ditiru oleh Gus Purnya Republik Mimpi).

Cerita Gus Dur begini:
Ada seorang wanita muslim yang baru aja pergi ke Amerika. Oleh orang sana, dia ditanya: "Mam, do you like salad?" Lalu si wanita menjawab: "Yes, five times a day".

Huahahaha

Monday, March 3, 2008

Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku

Kadang aku merindukan tangis itu, sebuah tangis yang akan membawa hatiku untuk berkomunikasi langsung dengan hatinya. Hatiku akan berkata: "Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar kau terbiasa dengan lantangnya suaramu menyuarakan kebenaranNya. Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar otot-ototmu kuat, agar kau siap jadi pemimpin yang basthotan fil 'ilmi wal jism. Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar seisi dunia tahu keberadaanmu".

Lalu tiba-tiba aku terbangun, dan kuraba perut istriku. Ternyata mujahid kecil itu belum ada

Thursday, February 28, 2008

Nggak taktis banget sih....????

Lama ndak lihat berita TV, tadi pagi iseng-iseng lihat berita. Ternyata, yang jadi topik masih sama seperti dulu: kecelakaan, kriminal, kasus korupsi, penggusuran, dan berita-berita lain yang sama sekali tidak menggembirakan. Sebal sekali, masak pagi-pagi dah disuguhi berita tidak menyenangkan seperti itu. Padahal kalau kita lihat misalnya di antara (www.antara.co.id), beritanya banyak yang menggembirakan dan bikin semangat. Misalnya: berita hari ini tentang Wiranto ajak wujudkan NKRI berdaulat dengan mengatasi kemiskinan, berita tentang pemasangan 26 radar di 6 selat oleh Indonesia, yaitu Selat Sunda, Lombok, dan Malaka, dan berita-berita lain yang membuat kita jadi semangat, senang, dan semakin bangga dengan Indonesia. Ngeliat di detikinet juga banyak berita-berita teknologi yang bikin pikiran kita jadi melek. Tapi, kok ya kriminal, kecelakaan, bencana alam yang selalu disoroti. Kenapa sih???? Tanyaken apa?

Pindah-pindah channel, akhirnya menemukan yang agak berbobot, yaitu liputan 6: wawancara. Topik wawancaranya adalah
tentang listrik. Yang diwawancara adalah Kepala Pemasaran PLN dan satu orang lagi ndak tau siapa (maklum, telat ngeliatnya). Pada sesi interaksi, ada banyak keluhan dari masyarakat terkait pemadaman bergilir yang akhir-akhir ini sering sekali dilakukan oleh PLN.

Jawaban yang aneh muncul dari PLN: "Hal itu disebabkan karena supply dan demand yang tidak seimbang. Oleh karena itu, maka kami menghimbau masyarakat untuk berhemat".

Segera hal itu memicu diskusi yang cukup menarik antara saya dan istri saya. Kesimpulannya, jawaban itu memang aneh, karena seharusnya yang salah tu PLN, bukan masyarakat. Jawaban itu seolah-olah mengatakan, "Pemadaman itu karena salah masyarakat sendiri, yang menggunakan listrik banyak. Jangan salahkan kami dong...".

Hal itu sama sekali ndak logis. Secara logika, setiap saat permintaan akan listrik pasti bertambah. Misalnya: sekarang saya punya TV, beberapa waktu yang akan datang, mungkin saya akan beli sanyo (sebutan khusus orang jawa untuk "pompa air"), kalau punya duit lagi akan punya kulkas, mesin cuci, dan lain-lain. Artinya bahwa pertambahan permintaan akan daya listrik tu setiap saat akan naik, dan itu adalah sebuah keniscayaan.

Tapi, kenapa PLN menyalahkan masyarakat??? Aneh...

Seharusnya, daripada PLN menyalahkan masyarakat dengan meminta mereka berhemat, dengan melalui acara-acara TV, dengan iklan di sana sini, dengan meminta beberapa artis menjadi duta hemat energi, dan lain-lain, bukankah lebih baik jika duit yang digunakan untuk iklan dan tetek bengeknya itu digunakan untuk membeli tanah kemudian mendirikan pembangkit listrik yang baru??? Selesai masalah, kan...????

Aneh....

Saturday, February 23, 2008

Menghidupkan kembali lab Java

Memang judul ini tidak seratus persen benar. Lab Java yang dipunyai Informatika memang tidak mati. Akan tetapi, walaupun tidak mati, menurut saya lab java selama ini tidak dioptimalkan.

Lab Java sebenarnya punya potensi pengembangan yang jauuuuuh lebih besar daripada potensi yang dimiliki oleh Cisco dan Oracle. Bagaimana tidak, lab oracle hanya berkutat pada database saja, cisco hanya berkutat pada jaringan saja. Akan tetapi, java bisa mencakup banyak hal:
- pemrograman desktop (java SE)
- pemrograman mobile (java ME)
- pemrograman enterprise (java EE)
- aplikasi-aplikasi java
misalnya: - java untuk jaringan (untuk ini bisa sendiri atau kerjasama ma cisco)
- java untuk database (yang ini bisa juga sendiri, bisa juga dengan oracle)
- java untuk pemrograman kecerdasan buatan (fuzzy, algoritma genetika, sistem pakar)
- dan lain-lain.

Dari yang sudah saya tuliskan di atas, sebenarnya banyak lagi paket-paket yang bisa dijadikan satu, misalnya pemrograman java ME untuk kecerdasan buatan. Menyatukan antara java, jaringan, dan database, dan lain-lain.

Dalam waktu dekat ini, kami berencana mau menghidupkan kembali lab java. Agar potensi yang dimilikinya tidak hilang begitu saja. Rasanya rugi kalau investasi yang menghabiskan dana sampai 240 juta hilang sia-sia, hanya karena kami, para pengurus ini, tidak bisa melihat peluang pengembangannya.

Dalam waktu dekat ini, kami mau me-launch beberapa program, yang paling dekat adalah kursus Java ME. Bagi anda mahasiswa UII atau yang bukan mahasiswa yang tertarik dengan program ini, silahkan segera mendaftarkan diri di lab java di gedung utara FTI ruang 2.07. Biayanya tidak mahal, cukup dengan 700.000 sudah dapat fasilitas kaos, satu orang satu komputer SPARC dengan SolarisOS, sertifikat, snack, modul, dan pengajar yang qualified di bidangnya.

Khusus bagi yang sudah pernah ikut kursus java, dapat diskon 50.000 sampai 150.000 (tergantung nilai yang didapat ketika kursus).

Buruan Daftaaaar!!! Tempat terbatas

Jelang 2009, jalanan makin rame

Kalau kita menyebut 2009, apalagi yang terbayang kalau bukan pemilu, yang katanya merupakan pesta akbar demokrasi di Indonesia. Menjelang 2009 ini, beberapa partai sudah mulai ambil ancang-ancang. Partai-partai yang duluan ada, (yang saya tau) seperti PKS, PAN, dan lain-lain sudah bikin rencana dan sudah mulai bergerilya. Partai-partai baru, belakangan ini mulai muncul di jalan-jalan raya.

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya ke Gunung Kidul, di sepanjang jalan ada bendera warna merah bergambar matahari, partai Matahari Bangsa. Kemarin, pas mau ke kampus bareng ma konvoinya partai banteng muda. Tadi, pas mau ke UGM, di sepanjang jalan lihat bendera PKNU.

Kalau dalam pandangan saya, partai yang ada sekarang sudah menjadi sebuah mata pencaharian bagi orang-orang yang kemudian bergelar 'wakil rakyat'. Komoditasnya tidak lain dan tidak bukan adalah rakyat, terutama rakyat kecil yang gampang 'ditipu' dengan iming-iming janji dan duit 10.000.

Politiiiiik... politik. Harusnya bikin rakyat jadi enak dan nyaman, karena kebutuhannya sudah dijamin oleh yang mewakili mereka. Tapi.. nyatanya mereka hanya dimanfaatkan saja suaranya, yang baru ditengok oleh 'wakil-wakil mereka' pas mau pemilu saja. Kalau gini caranya, saya makin mantap untuk besok tidak akan milih partai apapun, walaupun saya tetep akan datang ke TPS (belajar dari pengalaman dulu, saya ndak mau nyoblos, e... malah didatengi ma pak dukuh ke rumah. Hehe).

Thursday, January 10, 2008

Instalasi real player10GOLD di Ubuntu Gutsy Gibbon



Piuh, akhirnya perjuangan untuk menginstall real player terbayarkan. Bingung, kenapa ya, link untuk real player di real.com tidak bisa diikuti. Di-open in new tab, hasilnya malah layar kosong, di-save link as, juga hasilnya malah cuma 0 bytes, dikopi alamatnya trus di-download pake axel, juga sama hasilnya, cuma 0 bytes.

Perjuangan akhirnya berhenti di soft32.com, alhamdulillah di sana bisa menemukan RealPlayer10GOLD.bin.

Kira-kira, langkah-langkah perjuangan instalasi real player ini dapat dirangkum dalam beberapa langkah sebagai berikut:

1. Download RealPlayer10GOLD.bin dari sini

2. Setelah selesai donlot, segera buka terminal, kemudian arahkan ke folder dimana tadi anda nyimpan hasil donlotan.

3. Selanjutnya, ketikkan

sudo chmod +x RealPlayer10GOLD.bin.

Menurut penjelasan dari sini, perintah tersebut akan mengijinkan file tersebut untuk dieksekusi semua orang.

4. Selanjutnya, setelah kita bisa mengeksekusi, jalankan RealPlayer10GOLD.bin. caranya bisa melalui terminal dengan mengetikkan

./RealPlayer10GOLD.bin

atau mendouble klik pada file tersebut.

5. Apabila langkah ini tidak bisa dilakukan, maka langkah heroik yang bisa anda lakukan adalah menyamar lagi menjadi super user, dengan mengetikkan

sudo ./RealPlayer10GOLD.bin.

Lalu ikuti perintah-perintah yang ada di sana.

6. Setelah langkah-langkah di atas dilakukan, maka kita tinggal membuka menu Application kita, kemudian mengatakan "bismillah, sim salabim" (sim salabimnya nggak harus, tapi bismillahnya harus), maka dengan sendirinya di menu sound and video, akan terlihat realplayer

7. Kalau anda bilang "Mas, kok masih ndak bisa jalan, je...???" maka silahkan anda buka dimana folder tempat instalasi realplayer (ingat, folder instalasi, lho... bukan folder menaruh .bin nya). Kemudian, lihat folder RealPlayernya. Apabila ada tanda palangnya, maka anda bisa menyimpulkan dalam hitungan 3 detik bahwa folder dan semua hal yang berada di dalamnya dikuasai oleh negara (eh...root). Maka, kalau masalah seperti ini anda temui, maka solusinya adalah anda ketikkan

sudo chown arwan:arwan -Rh /home/arwan/RealPlayer

perintah itu akan mengganti kepemilikan folder RealPlayer menjadi punyanya user arwan yang user ini berada dalam usergroup arwan (silahkan anda sesuaikan nama usernya dan usergroupnya, serta alamat foldernya). Option -Rh akan menyebabkan perintah ini dijalankan secara rekursif, dengan kata lain, folder-folder yang jadi anak dan cucu serta cicitnya folder ini akan juga diubah kepemilikannya.

5. Tinggal anda jalankan lagi, dan ikuti langkah-langkahnya...

6. Selesai....