Thursday, March 20, 2008

Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Hindu (Weda)

Kitab Weda adalah kitab suci Umat Hindu yang usianya sudah sekitar 2.500an 
tahun lamanya. Sebagai perbandingan, Sidharta Gautama, pembawa agama 
Budha, hidup pada 623 sampai 543 SM, sedangkan agama Hindu lahir jauh 
sebelum itu. 

Dalam kitab weda tertulis: "Hai sekalian manusia,   dengarkanlah   berita   
penting  ini.  Nanti  aku bangunkan seorang laki laki yang terpuji diantara  
manusia." Dalam bahasa Arab, nama yang berarti "laki-laki yang terpuji" 
adalah Ahmad atau Muhammad. Meskipun demikian, menghubungkan kalimat 
dalam kitab Weda dengan Muhammad ini belum tentu benar, karena setelah itujuga muncul laki-laki terpuji dan menjadi sosok pahlawan seperti Socrates, 
Aristoteles, Iskandar Zulkarnaen, Yesus, Napoleon, Hitler, dan sebagainya.

Akan tetapi, menurut kitab yang lain, yaitu Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) 
yang bunyinya:

"Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari  tanah  Arab namanya   Ahmadbergelarkan Muhammad,   dan   dia  akan mendapatkan penolong-penolong.  
Hai  orang-orang  Arab,  hai tuan-tuan   seluruh   alam   ini,  kepada  
engkaulah  taqdis (penghormatan) Ku yang suci. Hai orang-orang yang  
mengadakan beberapa  jalan  yang  banyak  untuk  membinasakan  sekalian 
syaithan, dan dunia ini, kepada engkaulah taqdisKu."

Dari uraian di kitab tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa memang yang 
dimaksud laki-laki terpuji dalam Weda adalah Muhammad. Sayangnya, 
keterangan yang berharga ini tidak bisa diakses oleh orang Hindu kebanyakan 
karena aturan kasta di agama tersebut. Dalam aturan agama Hindu, yang 
boleh membaca Weda hanyalah kaum Brahmana, sedangkan kasta lain tidak 
boleh membacanya, atau bahkan mendengarkannya.

(disarikan dari http://media.isnet.org/antar/Eddy/DalamHindu.html)

NB:
- dari hasil diskusi-diskusi di komentar, ada saudara yang mengatakan bahwa 
weda tidak hanya boleh dipelajari oleh kaum brahmana saja, tapi kaum sudra 
juga boleh. Silakan dikomentari