Skip to main content

Komentarku di eramuslim tentang usulan HNW untuk mengharamkan golput

Berikut komentar saya di eramuslim tentang usulan pak HNW kepada MUI untuk mengharamkan golput di http://www.eramuslim.com/dialog/usulan-fatwa-haram-golput.htm:

Dalam acara "The Candidate", Pak Sarwono Kusuma Atmaja mengatakan bahwa cost untuk politik di Indonesia ini sudah sangat besar, sehingga pemerintah tidak mampu memberikan jatah banyak pada sektor-sektor publik.

Pernyataan beliau ini pastilah bukan tanpa dasar, karena beliau sudah aktif di politik sekian lama.

Jadi, kenapa MUI tidak memfatwakan HARAM DEMOKRASI..... karena merugikan rakyat, karena anggaran negara akan habis terbuang hanya untuk coblosan mulai dari presiden sampai coblosan dukuh....

Untuk pemilu 2009 saja (presiden, DPR, DPRD, DPD), ongkosnya 13.5 triliun. Belumlah lagi untuk pilihan gubernur yang totalnya ada 33 gubernur. Belumlah lagi untuk pilihan bupati yang totalnya hampir 300an kabupaten. Belumlah lagi untuk pilihan lurah yang jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Belum lagi untuk pilihan kepala dukuh yang jumlahnya jauuuuuh lebih banyak lagi.

Sebagai catatan, angka 13.5 triliun hanyalah uang yang dianggarkan oleh negara dari APBN. Jumlah itu belum termasuk uang yang dianggarkan oleh partai, caleg dan calon presiden yang bersangkutan.....

Wuih, apa ndak rugi ya, buang-buang duit segitu banyaknya hanya untuk nyoblos (/nyoret)

Bapak-bapak MUI, mbok haramkan aja demokrasi.... kalau seluruh umat Islam ini sepakat menolak, maka paling tidak 80 persen dari komponen bangsa ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menolak demokrasi.

Tolak demokrasi.... hidup golput....

Dari komentar saya ini, saya bukan mendukung Gus Dur... tapi karena dari diskusi di pengajian malam selasa semalam, memang demikianlah adanya.

Di Piyungan, saya bersama teman-teman mempunyai sebuah unit pemberdayaan masyarakat melalui LAZIS dan juga sebuah BMT hasil kerjasama dengan Bank Muamalat (LAZISnya sudah jalan, tapi BMTnya baru mau jalan dilaunching besok tahun baru muharram). Menurut pengalaman kami, untuk memberdayakan masyarakat, untuk membuat seorang bisa mempunyai usaha mandiri, cukup dengan menggulirkan uang SATU JUTA RUPIAH dalam jangka waktu sekitar satu tahun. Seandainya anggaran pemerintah untuk pemilu 2009 yang sebesar 13.5 triliun itu digunakan untuk memberdayakan masyarakat, maka paling tidak akan ada 13.500.000 orang yang terbantu setiap tahunnya. Jumlah itu adalah sekitar 5% dari seluruh penduduk Indonesia. Kalau jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 40%, maka dalam jangka waktu 8 tahun, kemiskinan di Indonesia sudah akan terhapuskan. Bayangkan kalau tidak hanya 13.5 triliun saja yang dialokasikan, tapi kalau saja dialokasikan juga anggaran untuk coblosan pilkadal-kadal itu ke pemberdayaan masyarakat... Maka kurang dari 8 tahun kemiskinan di Indonesia akan lenyap....

Tapi, apakah ini terpikirkan oleh umat Islam? Apakah ini terpikirkan oleh negara? Apakah ini terpikirkan oleh anda?


Kemudian, bagaimana memilih pemimpin?
"Siasah" diartikan sebagai kepemimpinan. Kepemimpinan dalam Islam bukan berdasarkan pada pemilihan suara terbanyak, tapi berdasarkan pada siapa yang berbuat paling banyak dan bermanfaat bagi komunitas itu. Rasulullah diangkat menjadi pemimpin di Madinah karena seluruh orang sepakat bahwa beliaulah orang yang paling berbuat banyak dan paling berjasa bagi kemajuan Madinah. Setelah beliau wafat, dalam waktu 3 hari, sahabat langsung memilih Abu Bakar, karena beliaulah yang paling banyak berjasa dan paling banyak berkorban demi Islam (barangkali anda ingat bagaimana beliau menginfakkan seluruh harta bendanya untuk perang dan tidak meninggalkan sedikitpun untuk beliau dan keluarganya)... Demikianlah, jadi pemimpin dipilih dan diangkat dari orang yang paling berbuat banyak dengan melalui mekanisme musyawarah.

Wallahu a'lam bisshowab...

Comments

Anonymous said…
"SETUJU.......!!!"
Anonymous said…
tadinya aku pengin golput, tapi klo dipikir lagi gak deh. kepikir gak diantara yang buruk (menurut pandangan anda) pasti ada pemimpin yang terbaik.. jangan membiarkan negara ini semakin sengsara jika anda membiarkan orang memilih pemimpin yang salah. dijaman sekarang mana ada yang 100% bisa kayak rasulullah,tp setidaknya ada itikad dan niat baik buat negeri ini. so klo bisa jangan golput, tidaklah etis kita hanya mengkritik.. tp ga ada tindakan yang nyata, mending introspeksi diri masing2 aja, semoga semakin bertaqwa.. amin..

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid