Monday, March 3, 2008

Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku

Kadang aku merindukan tangis itu, sebuah tangis yang akan membawa hatiku untuk berkomunikasi langsung dengan hatinya. Hatiku akan berkata: "Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar kau terbiasa dengan lantangnya suaramu menyuarakan kebenaranNya. Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar otot-ototmu kuat, agar kau siap jadi pemimpin yang basthotan fil 'ilmi wal jism. Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar seisi dunia tahu keberadaanmu".

Lalu tiba-tiba aku terbangun, dan kuraba perut istriku. Ternyata mujahid kecil itu belum ada

6 comments:

mini said...

Pasti setiap pasutri merindukan mujahid kecil.
Semoga cepet dikaruniai ya. amiiin...

Temen saya (putri) sampai mengatakan>>>
"Cobaankah ini???"
Dia takut, bahagia...
Kenapa???
Dia angkatan atas saya 2002, lulus 4 tahun. pdhl 2 kakaknya (putra) belum pada lulus.
Dr Sma dia ingin masuk ITB, dikabulkan.
Ingin lulus tepat waktu dikabulkan.
Ingin kerja di tempat yang diinginkan dikabulkan.
Hingga akhirnya ingin nikah juga dikabulkan.
Ikhwan kaya pula.
Baru nikah 1 bulan, ternyata Allah menganugerahi anak yang ada di dalam kandungannya.
Sekarang sudah punya rumah sendiri, mobil, dll...

Ya Allah, apa yang kurang dari dunianya???
Sampai2 dia takut. sebesar ini nikmat dunia?
Takut ia akan lupa akhirat...
Syukur.....


SEMANGAT!!!

Masih ingat sya'bi???:)

henry07 said...

waaah, selamat yach pa. btw anak bapak udah yang keberapa nieh ?
pak , alahamdulillah, akhirnya saya selesai download compiz untuk linux. dan juga screeenlates nya. sukses yach buat bapak. doakan saya juga yach, semoga di beri yang terbaik mengenai Asosiate member ( bsi uii )

arwan said...

>> Henry >> Wah, henry ki piye? Pasti nggak tuntas bacanya.... lha wong saya tu sampai sekarang merindukan yang belum saya dapatkan, je...

>> Mini >> Enak, ya, Min, jadi orang seperti itu... Tapi sepertinya hidup itu cuma 'wang sinawang'. Kita melihat orang lain enak, orang lain melihat kita enak. Setiap orang pasti diberi jatah ujian sendiri-sendiri. Mungkin bagi kita, ujiannya berupa tidak terkabulnya keinginan-keinginan kita. Tapi bagi orang lain, ujiannya berupa terkabulnya keinginan-keinginan dia. Siapa yang lulus? Allah sendiri yang tahu.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah SMS beberapa temen: "Ada orang yang dengan ditimpa cobaan, dia merintih dan meratap kepadaNya, dan semakin mendekat kepada Allah karena ujian itu. Mungkin itu kita....".

Wallahu a'lam

mini said...

betul Pak!!!
Ujian saya juga campur2

Tetep semangat!!!

Yusuf Yudi said...

mas arwan, mau kursus apa sama saya..???? spesial dech untuk tips and triknya...??he..he.. yg jelas terus doa dan usaha, insya allah kalau sdh waktu pasti akan terjadi juga apa yg diharapkan oleh pasangan suami istri

arwan said...

>> Pak Yudi >> boleh ni, pak, kapan2 kursus ma pak yudi, yang sudah terbukti menghasilkan 7 mujahid/ah. Nanti gantian saya ngursusin pak yudi di JEC, gratis. hehehe..