Skip to main content

Ngakali blocking youtube

Seperti sudah kita ketahui, sejak beberapa hari yang lalu, depkominfo dan beberapa ISP di Indonesia (telkom, indosat, dll) berusaha unjuk gigi dengan melakukan blocking terhadap beberapa situs yang mempunyai video fitna. Salah satu di antaranya adalah youtube. Sejak pemblokiran itu, kalau kita ketik alamatnya di browser kita (http://youtube.com), maka yang muncul adalah pesan bahwa page not found (error 404).
Akan tetapi, sepandai-pandai orang memagari rumah, pasti ada celah untuk masuk, sekecil apapun celah itu. Terhadap pemblokiran ini, masih banyak celah yang bisa dipakai. Salah satunya adalah dengan meminjam proxi di negara lain selain Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan software. Salah satu software yang bisa digunakan adalah OperaTor. OperaTor adalah sebuah browser yang secara otomatis mengambil proxi bebas dari negara lain.
Kita bisa melihat efek dari software ini dengan mengakses http://cmyip.com. Gambar berikut merupakan capture dari akses cmyip dengan menggunakan firefox.















Sedangkan gambar berikut merupakan capture dari akses ke cmyip.com dengan menggunakan OperaTor pada waktu yang sama dengan cmyip dari firefox.














Dari kedua gambar tersebut, dapat dilihat bahwa dengan menggunakan OperaTor, kita dianggap tidak berada di Indonesia (kebetulan pas saya capture ini, akses proxy yang digunakan adalah dari Berlin, Jerman).
Dengan demikian, maka kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada pemblokiran. Selamat mencoba....

Comments

Anonymous said…
See Please Here
Anonymous said…
you tube dah nga di blok pak
wahyu: iya, ki... wah... artikelnya tak tulis beberapa hari sebelum youtube di-unblock...jadi ya, sekarang jadi nggak berguna, dech.... hehehe

Tapi, cara itu akan berguna kalau kita ingin melakukan browsing secara anonim atau menghindari blocking lokal. :D

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid