Skip to main content

Sakit lagi, lagi-lagi sakit

Sejak saya kecil, ada satu penyakit yang sangat sering menghampiri saya, yaitu flu. Dari dulu kami selalu meminta obat ke dokter umum. Baru pada tahun 2002, saya mencoba untuk datang ke dokter spesialis THT di daerah dekat Purawisata. Dari dokter itu, saya baru tahu bahwa saya sangat mudah terkena flu karena saya mengidap tiga alergi sekaligus, yaitu alergi debu, alergi bulu, dan alergi dingin.

Selama tiga tahun penuh setelah itu, saya mulai terapi. Pada awalnya, terapi dilakukan seminggu sekali, kemudian dua minggu sekali, lalu tiga minggu sekali, lalu pada akhirnya sebulan sekali. Tentang terapi itu, ketika saya tanya ke dokternya, kata beliau terapi yang dilakukan ini tidak menyembuhkan, hanya mengurangi. Kata beliau, alergi tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikurangi dan dicegah agar tidak diturunkan ke anak cucu.

Sampai sekarang, penyakit flu sangat mudah datang. Biasanya ketika kedinginan dalam waktu yang lama, kemudian ditambah lagi kondisi badan yang tidak terlalu fit, maka saat itulah biasanya flu datang. Biasanya, sebelum flu, didahului dengan badan yang terasa "gembreges" dan wahing-wahing alias bersin-bersin. Maka,  "gembreges" dan bersin-bersin saya "titeni" sebagai satu tanda awal kalau saya mau flu, sehingga ketika badan saya gembreges, saya kemudian istirahat, karena kalau tidak, maka biasanya flu beneran.

Rasanya nggak enak pada mahasiswa, ketika saatnya harus ngajar atau janjian konsultasi, tapi malah badannya gembreges, dan bersin. Rasanya nggak enak pada teman-teman di kampus, karena sering tidak masuk. Rasanya nggak enak sama dosen, ketika saatnya kuliah tapi tidak bisa datang karena tidak enak badan. Rasanya nggak enak sama anak-anak, yang sudah pada nunggu untuk diajari ngaji, tapi malah harus istirahat.

Terkadang saya berpikir, banyak teman-teman saya yang punya banyak keterbatasan. Ada yang tuna netra, ada yang harus pakai tongkat ke mana-mana, tapi mereka bisa mengatasi keterbatasan mereka itu dengan prestasi mereka. Akan tetapi, sampai sekarang, sering saya belum bisa mengatasi keterbatasan saya dalam kesehatan ini.

Ya Allah, saya tahu bahwa setiap apa yang Engkau ciptakan pasti ada maksudnya dan hikmah yang luar biasa di balik itu. Oleh karena itu, saya yakin bahwa ada maksud-maksud tertentu dengan hal ini yang sampai sekarang aku belum sadari.

Ya Allah, seandainya keterbatasan itu tetap ada di diriku, maka tolong, jangan biarkan hal itu mengganggu kewajibanku, jangan biarkan hal itu menyebabkanku mendzalimi orang lain. Amin.

Comments

Anonymous said…
sy jg alami hal yg sama(sinus+alergi debu,dngin,es+amandel+bronkithis),alhamdulillah udah teratasi dgn :
1. olahraga aerobik (buklan senam kyk mamak2) tp yg cardio,bikin ngos-ngosan.. kyk lari,sepeda,dll.. yg attraktif. gunanya mlancarkan pernafasan bagus buat THT,paru2 & peredaran darah
2. terapi brfikir "+", dan yakin sembuh, kbykan skt sulit smbuh krna sugesti yg buruk + bobot yg tggi
if(debu)then Bersin goto Flu,hehehehe.. so cuek aja
3. waspada MaKAN, byk sayur hijau,rempah2,onion,garlic utk darah yg lancaar.. hindari LEmak,jajanan Luar yg g jelas bahan2(es dr air ktor,bahan kimia,dll)n minyaknya
alhamdllh slm sy dsplin sy tdk sakit lg berbulan2 aplg kedokter,wlw aktivtas terforsir, smoga dpt mmbantu ..(^^,)
@day: thanks, ntar saya coba....

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid