Monday, December 7, 2009

Nama asli artis

http://arwanahmad.com

Sent from my heart

Powered by silaturahim

-original message-
Subject: Nama asli artis
From: imam prasetyo nugroho prasetyo <boimprasetyo@yahoo.com>
Date: 07/12/2009 4:04 PM


Iseng daripada ngantuk...
Berikut nama-nama asli artis dan selebritis Indonesia…
Monggo bagi yang mau punya momongan, kali aja dapet
inspirasi… [tapi banyak lucunya daripada inspirasinya… ] wakakakak….

1. Siapa nama asli Chrisye?
Krisman Rahardi.

2.
Siapa nama asli Iwan Fals?
Virgiawan Listanto.

3. Siapa nama asli
Sania?
Siti Tuti Susilawati Sutisna. Ada-ada aja yeee.

4. Siapa nama
asli Pepeng?
Ferrasta Soebardi. Lebih keren nama aslinya yeee.

5.
Siapa nama asli Dede Yusuf?
Yusuf Macan Effendi. Lho, Macan-nya ke
mana?

6. Siapa nama asli Dorce Gamalama?
Ahmad Ashadi.
Wuakakakakakakaaa.

7. Siapa nama asli Bimbim Slank?
Bimo Setiawan
Almachzumi.

8. Siapa nama asli Dewi Persik?
Dewi Murya Agung. Lho,
Persik-nya dari mana, Mbak?

9. Siapa nama asli Annisa Bahar?
Ani
Setiawati. Wikikikikikikikikik ik.

10. Siapa nama asli Dian
Sastro?
Diandra Paramitha Sastrowardoyo. Emang aslinya sudah
kereeen.

11. Siapa nama asli Ian Kasela "RADJA"?
Samijan. Busyeeeettt!
Jauh amat yeeee. Kasela = Kalimantan Selatan. Wuaakakakakakaaak.

12.
Siapa nama asli Tamara Bleszynski?
Tamara Nathalia Christina Mayawati
Bleszynski. Yang ini sih emang keren dari
sononya.

13. Siapa nama asli
Pretty Asmara?
Nyokapnya Pretty ber-Asmaraan Ama Kudanil. Gue ngasaaalll,
lho.

14. Siapa nama asli Cut Memey?
Decy Meilani Susanti. Nama asli
dan nama bekennya sama-sama gak komersil yeee. Gak penting banget.

15.
Siapa nama asli Rhoma Irama?
Raden Haji Oma Irama. Beneran nih.

16.
Siapa nama asli Mulan Kwok?
Wulansari. Huuu….

17. Siapa nama asli
artis-artis tampang gaib?
Agus Hadi Sujiwo => Sujiwo Tejo. Lho?
Agung
Yulianto => Ki Joko Bodo. Bodoh beneran gak ya?

18. Siapa nama asli
Krisdayanti?
Kris Dayanti. Cuma beda pake spasi doang.

19. Siapa nama
asli Evie Tamala?
Cucu Suryaningsih. Hihihihihihiihihihi hii …, nyasar
banget.

20. Siapa nama asli Wulan Guritno?
Sri Wulandari.

21.
Siapa nama asli Tukul Arwana?
Rianto. Lho, kok nama bekennya jadi ikan banget
yak!

22. Siapa nama asli Komeng?
Alfiansyah. Walah, ini lebih aneh
lagi yak.

23. Siapa nama asli Bams Samsons?
Bambang Reguna Bukit.
Om-om banget yeee.

24. Siapa nama asli Tarzan?
Toto
Maryadi.

25. Siapa nama asli Titik Puspa?
Sudarwati. Hm, jadi
bingung.

26. Siapa nama asli Didi Kempot?
Didi Prasetyo. Apanya yang
kempot kalo gitu?

27. Siapa nama asli Jojon?
Djuhri Masdjan. Dari mana
datangnya Jojon?

28. Siapa nama asli Audy Item?
Paula Allodya
Item.

29. Siapa nama asli Eno Lerian?
Dwi Retno Rahastri
Lerian.

30. Siapa nama asli Indro Warkop?
Indrojoyo
Kusumonegoro.

31. Siapa nama asli Dewi Yull?
Raden Ajeng Dewi
Pujiati.

32. Siapa nama asli Sys NS?
Mas Haryo Heroe Syswanto Ns
Soerio Soebagio. Panjang sekaleee….

33. Siapa nama asli Eko
Patrio?
Eko Indro Purnomo.

34. Siapa nama asli Miing Bagito?
Kang
Tubagus Dedi Gumelar.

35. Siapa nama asli Tessy?
Kabul Basuki. Namanya
juga pelawak.

36. Siapa nama asli Inul Daratista?
Ainur Rokhimah. Lho,
kok laen banget, Nul?

37. Siapa nama asli Memes?
Meidiana
Maemunah.

38. Siapa nama asli Maia?
Maya Estianty.

39. Siapa
nama asli Gusti Randa?
Yungki Gustiranda.

40. Siapa nama asli Nia
Paramitha?
Pradnya Paramitha.

41. Siapa nama asli Amara
Lingua?
Tuwuhadijatitesih Amaranggana. Weleh-weleh, nama yang lebih
aneh.

42. Siapa nama asli Aming?
Aming Supriatna Sugandhi.

43.
Siapa nama asli Andien?
Andini Aisyah Hariadi.

44. Siapa nama asli
Adjie Massaid?
Chandra Pratomo Samiadji.

45. Siapa nama asli Della
Puspita?
Nisisari Henny Puspita.

46. Siapa nama asli Dik
Doang?
Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma. Oh, ningrat
toh.

47. Siapa nama asli Ikke Nurjanah?
Hartini Erpi
Nurjanah.

48. Siapa nama asli Yuni Shara?
Wahyu Setyaning Budi. Lho,
kok kayak nama cowok?

49. Siapa nama asli Titi Kamal?
Kurniaty
Kamalia.

50. Siapa nama asli Cici Tegal?
Sri Wahyuningsih.

51.
Siapa nama asli Roy Martin?
Roy Wicaksono.

52. Siapa nama asli Titi
DJ?
Titi Dwijayati.

53. Siapa nama asli Nirina Zubir?
Nirina
Raudatul Jannah Zubir. Ambil depan dan buntut.

54. Siapa nama asli Anya
Dwinov?
Anya Dwinovita Pahlawanti. Biar dibilang Indo-Rusia gitu
ya?

55. Siapa nama asli Parto Patrio?
Eddy Supono.

56. Siapa
nama asli Deddy Corbuzier?
Deddy Cahyadi Sundjoyo. Corbuzier-nya apaan
tuh?

57. Siapa nama asli Uut Permatasari?
Utami
Suryaningsih.

58. Siapa nama asli Ria Irawan?
Chandra Ariati Dewi
Irawan.

59. Siapa nama asli Iis Dahlia?
Iis Laeliyah.

60. Siapa
nama asli Chicha Koeswoyo?
Mirza Riadiani. Koeswoyo jelas dari bokapnya,
kalau Chicha-nya?
61. Pipit
Jasmine?.... ...Ehh..artis bukan sich?...Gak berani nerusin
dech...
Agung S (MA 94-98)

============ ========= ========= ========= ==
Sent from my DELL-berry@
powered by:Telkom-ADSL
sinyal kuat gak bikin kantong
sekarat
============ ========= ========= ========= ==
__._,_.___
Reply to sender | Reply to group Messages in this topic (1)
Recent Activity:
Visit Your Group Start a New Topic
"W E _ A R E _ S E D U L U R _ K A B E H"

by keluarga besar alumni_stembayo@yahoogroups.com


kunjungi juga : http://stembayo.org

STEMBAYO PEDULI :
http://stembayopeduli.blogspot.com
MARKETPLACE
Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living

________________________________

Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living

Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
.

__,_._,___

Thursday, December 3, 2009

Proses mencari akte kalahiran

Alhamdulillah Allah mengkaruniakan putra kepada kami berdua pada tanggal 5 november kemarin. Tujuh hari kemudian, kami memberinya nama Muhammad Dzaki Abdurrohman.

Setelah memberinya nama dan mengaqiqahinya, langkah selanjutnya adalah mencarikannya akte kelahiran. Bagi anda yang juga kebetulan mau mencari akte kelahiran untuk putra putrinya, barangkali sharing saya ini bisa membantu.

Pertama, siapkan surat keterangan lahir dari rumah sakit atau bidan. Surat ini diperlukan untuk mendapatkan surat keterangan resmi dari kelurahan. Untuk mendapatkan surat ini di kelurahan, saya diminta membayar 3 ribu rupiah.

Langkah selanjutnya adalah memasukkan nama putra putri kita ke dalam KK. Untuk mengurus ini, kita perlu membawa surat ketrrangan lahir dari kelurahan serta KK asli ke kecamatan. Untuk proses memperbarui KK ini, prosesnya gratis. Prosesnya seharusnya cepat, tapi untuk proses ini ternyata butuh waktu dua hari. (dulu pernah dlusap dlusup ke kantor kecamatan, memperbaiki komputer kecamatan. Setelah selesai pegawainya menghadiahi saya KTP baru, yang kebetulan hampir habis. Ternyata prosesnya hanya lima menit).

Langkah selanjutnya adalah melakukan legalisir foto kopi KK, KTP, surat kelahiran, dan surat nikah di kelurahan. Setelah itu, pergi ke dinas perijinan atau ke dinas catatan sipil. Kalau di bantul (ndak tahu kabupaten lain gimana), prosesnya di kantor dinas perijinan, bukan di catatan sipil. Syaratnya:
. KK yang dilegalisir
. Surat kelahiran yang dilegalisir
. Foto kopi ktp suami istri yang dilegalisir
. Foto kopi surat nikah yang dilegalisir
. Formulir permohonan dengan ditanda tangani dua orang saksi. Kalau kita tidak bawa saksi, biasanya di kantor sudah ada calo calo saksi. Cukup dengan membayar 5 ribu rupiah.

Setelah semua dokumen lengkap, tinggal serahkan semua dan tunggu. Biasanya prosesnya cepat dan bisa ditunggu. Untuk akte saya, saya masukkan dokumennya jam 10 dan selesai kira kira jam 11. Prosesnya juga gratis.

kalau mau dihitung hitung, anggaran untuk nyari akte adalah sebagai berikut:
. 3 ribu, untuk surat kelahiran kelurahan (padahal di formulir tercantum mbayarnya cuma 500)
. 5 ribu, kalau tidak bawa saksi. Kalau bawa saksi, ndak perlu.
. 5 ribu, untuk bensin.
. Berhubung tidak jajan, berarti total hanya habis kurang lebih 13 ribu rupiah.

semoga bermanfaat...

http://arwanahmad.com

Sent from my heart

Powered by silaturahim

Sunday, November 22, 2009

Solusi problem di karmic: cannot update .ICEauthority

Welcome to the jungle...

Menurut saya, linux adalah seperti sebuah hutan belantara. Antara satu entitas dengan entitas yang lain sering saling terpisah. Di hutan belantara, kalau kita meletakkan seekor atau sekawanan hewan baru berarti alam perlu menyesuaikan diri agar menjadi seimbang. Demikian juga dengan linux, ketika kita menginstall sesuatu yang baru, kadang linux harus kita set ulang, karena kadang ada masalah-masalah yang timbul di tempat lain gara-gara spesies software yang baru kita letakkan di hutan linux itu.

Salah satu buktinya adalah pada waktu saya nginstall karmic (ubuntu 9.10). Setelah saya nginstall semuanya, saatnya saya menginstall virtualbox kemudian menginstall windows xp dan customisasi XP itu. Instalasi berjalan lancar. XP juga berjalan lancar. Tapi, ketika saya reboot linux saya, eee... tahu-tahu muncul peringatan pada saat mau login: could not update .ICEauthority. Saya pencet OK, lha kok malah toolbarnya linux malah hilang... We la dalah... piye iki...

Browse sana sini, akhrinya ketemu dengan forum ubuntu yang membahas hal itu. Ternyata langkahnya cukup mudah...

1. Kalau ini terjadi, biasanya sistem akan sedikit mencla mencle... artinya kadang bisa masuk normal kadang tidak. Nha, kalau anda masih bisa login normal, cobalah masuk ke dalam terminal. Jika memang tidak bisa masuk dalam keadaan normal, misal seperti kasus saya, toolbarnya hilang, cobalah akali dengan membuat launcher di desktop. pilih tipenya adalah application in terminal. untuk commandnya, ketik apa saja, lah, terserah. Setelah launcher itu jadi, maka double klik pada launcher itu, maka akan masuk kepada terminal, dan akan muncul "failed to create child process". Lha iyalah, masak ya iya dong... lha wong emang command kita juga asal, kok... jangan khawatir... pilih file kemudian new tab.

2. Kita perlu mengubah empunya sekaligus mengubah hak akses file .ICEauthority. Caranya adalah dengan mengetikkan (sesuaikan nama user dengan user anda sendiri):

- sudo chown arwan:arwan /home/arwan/.ICEauthority
- sudo chmod 644 /home/arwan/.ICEauthority

seperti anda ketahui, chown adalah mengubah pemilik file, yang dari awalnya dimiliki oleh user root di group root menjadi arwan di group arwan). Sedangkan chmod adalah mengubah hak akses terhadap file tersebut. 644 berarti file itu bisa dibaca dan ditulisi oleh user tersebut, bisa dibaca oleh siapapun yang berada di group arwan, dan juga bisa dibaca oleh user-user lain di luar group arwan.

Demikian, semoga bermanfaat.

NB: cara ini hanya bisa ampuh untuk folder home yang tidak terenkripsi. Untuk yang terenkripsi, mungkin anda bisa merujuk ke sumber lain.

Wednesday, November 4, 2009

Karunia Allah yang terindah

Inilah karunia Allah yang terindah, anak kami yang pertama.
Alhamdulillah lahir dengan selamat dan sehat pada hari kamis, 5 november 09, pada pukul 05 dini hari. Dari anak ini kami belajar banyak hal, salah satunya tentang penderitaan ibu kami dulu ketika mau melahirkan (kami belajar ini dari sulitnya proses kelahirannya. Dua hari dua malam kontraksi). Terima kasih, Allah, telah memberikan anak yang hebat, kuat, cakep. Semoga jadi anak shaleh pinter dan bermanfaat. Terima kasih, dik, atas semuanya. Sekarang kau telah memberikan banyak sekali pelajaran kepada kami. Semoga kelak kau dapat memberikan pelajaran kebaikan pada sebanyak-banyaknya manusia. Amin

Monday, October 26, 2009

Jurang kesiapan

Ilustrasi 1
Sejak SD dulu, setiap malam minggu saya selalu nglurug ngaji di desa istri saya. Ketika itu, saya melihat ada keluarbiasaan dalam semangat warga desa dalam melaksanakan agama. Masjid selalu penuh dengan anak muda, seusia saya (ketika itu), seadik saya, di atas saya, bapak-bapak, dan ibu-ibu. Semuanya semangat shalat 5 waktu di masjid. Selain itu, suasana sehari-hari juga sangat islami. Ibu-ibu dan remaja putri hampir semuanya berjilbab. Pengajian ada untuk semua level usia, mulai dari pengajian anak-anak, pra remaja, remaja, bapak-bapak, dan ibu-ibu. Dan semuanya ramai. Ah, indahnya suasana saat itu.

Akan tetapi, kini suasananya begitu berbeda. Masjid isinya sama dengan masjid yang lain. Hampir semuanya orang tua. Jilbab sudah mulai dilupakan orang. Pinjam istilahnya pak tifatul, si presiden pks, jilbab kini dianggap hanya selembar kain yang tidak perlu dipermasalahkan.

Pertanyaan: mengapa mereka begitu mudah dan siap menerima perubahan ke arah yang tidak baik itu? Dalam waktu yang relatif singkat pula.

Ilustrasi 2
Seorang guru TPA sedang galau, beliau yang sudah ngajar selama bertahun-tahun sejak beliau masin SMA, tiba-tiba dicurigai oleh orang tua santri. Santrinya pun kini bertambah semakin sedikit, karena sedikit orang tua yang mau menitipkan anaknya ke TPAnya.

Usut punya usut. Ternyata masalahnya sederhana. Orang tua mencurigai ustadz tersebut sudah masuk aliran macem-macem, hanya gara-gara ustadz itu berjenggot.

Pertanyaan: mengapa masyarakat justru mencurigai orang yang mau mengamalkan sunnah rasul? Mengapa mereka justru tidak siap dengan perubahan ke arah kebaikan?

itulah yang saya sebut sebagai jurang kesiapan. Di satu sisi, masyarakat dengan mudah, siap menerima kemaksiatan untuk masuk dan mendarah daging. Akan tetapi, di sisi lain mereka sulit menerima kebaikan, tidak siap dan bahkan justru menganggapnya asing dan mencurigakan.

kalau kita pakai istilahnya ustadz agus salim dalam pengajian malam selasa semalam, memang masyarakat sekarang banyak yang hatinya tidak sehat, sehingga perlu disehatkan dengan dakwah. Dakwah yang bisa menyadarkan kembali, dakwah yang bisa mencerahkan kembali. Bismillah.

Quote
dakwah bukanlah proses untuk cari massa sebanyak-banyaknya, tapi dakwah adalah suatu proses untuk menyehatkan hati dan memberikan kesadaran, kemudian mengkoordinir orang-orang yang sadar itu dalam sebuah gerakan yang sinergis.

Sent from my heart

Powered by silaturahim

Thursday, October 1, 2009

Tips mencari profesor di Jepang

Tips mencari profesor di Jepang

Ini adalah kerjaan awal yang mesti dilakukan sebelum apply beasiswa manapun. Pemberi beasiswa banyak yang mengharapkan pelamar sudah mempunyai professor pembimbing, bahkan ada yang mengharuskan punya professor pembimbing sebelum melamar beasiswa. Cara mencari professor pembimbing mesti di sesuaikan dengan bidang saudara. Carilah di web URL universitas - universitas Jepang, meskipun banyak URL Universitas Jepang yang di tulis dengan tulisan Jepang, tetapi ada banyak juga URL Universitas Jepang yang di tulis dengan bahasa Inggris.

Untuk list alamat URL Universitas Jepang, liat di http://rinrinjamrianti.multiply.com/journal/item/97, dll.

Selanjutnya setelah mendapatkan URL dan masuk ke web universitas, silahkan mencari daftar department yang ada di universitas tersebut dan carilah lab-lab yang ada di department tersebut. Di Jepang, nama laboratory adalah nama Professornya, seperti Tanaka Laboratory, Suzuki Laboratory, Kobayashi Laboratory dll. masing-masing laboratory mempunyai topik research macam macam. Dan disitulah saudara bisa menyesuaikan dengan minat riset dan bidang riset yang saudara ingin kerjakan nantinya. Jika saudara sudah merasa cocok dengan riset yang dilakukan di laboratory tersebut, saudara bisa menulis surat baik lewat e-mail, surat pos maupun fax ke Professor di lab tersebut.

Pekerjaan berat selanjutnya adalah, saudara mesti harus mempersiapkan bener bener bahasa yang baik, sopan santun dan grammar yang tepat untuk surat perkenalan pertama dengan Professor Jepang. Surat perkenalan ini bisa di tulis dengan bahasa Inggris, jika saudara belum menguasai bahasa Jepang. Perlu diingat bahwa orang Jepang adalah orang Timur yang masih memegang adat dan budaya sopan santun yang tinggi. Hal ini sangat berbeda sekali dengan orang orang Barat, yang "to the point". Saudara mesti hati-hati dalam bersopan santun untuk menulis surat perkenalan ini.

Dalam surat perkenalan pertama, tulislah introduction tentang saudara, background saudara (seperti layaknya CV, tetapi lebih mengarah ke history of education, research yang pernah saudara lakukan, apa yang telah saudara raih dalam research tersebut, dan research apa yang saudara ingin kerjakan nantinya (yang menjadi impian saudara)).

Selanjutnya utarakanlah niat saudara untuk bergabung dengan laboratory tersebut, saudara berminat untuk mempelajari ini itu (mesti saudara kemukakan). Bikinlah upaya sang professor tertarik dengan research yang saudara ingin kerjakan nantinya. Hal ini tidaklah mudah, bagi orang - orang yang belum terbiasa melakukan riset. Tetapi bukankah kita semua pernah melakukan riset sewaktu pengerjaan skripsi / thesis.

E-mail selanjutnya terserah saudara, bagaimana saudara bisa meyakinkan professor Jepang, supaya beliau bersedia menerima. Pada dasarnya Professor Jepang tidaklah keberatan untuk menerima saudara, hanya apakah ada dana atau sponsor jika saudara bergabung ke labnya, itulah yang sering di tanyakan oleh Professor Jepang, jika anda mengungkapkan keinginan saudara untuk bergabung dengannya.

Untuk yang sedang akan apply beasiswa - beasiswa yang disediakan oleh foundation / organisasi, company swasta, pemda dll,(seperti beasiswa Panasonic/matsushita, hitachi, Okazaki, JICA, Inpex dll, lihat di (www.kamalindo.com) maka saudara bisa mengutarakannya dengan mudah, bahwa saudara akan test untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Jepang.

Selanjutnya saudara butuh rekomendasi dari Professor jepang. Kebanyakan Professor tidak keberatan pula untuk menuliskan rekomendasi dan mengirimkannya ke saudara. (surat rekomendasi berisi bahwa Professor tersebut bersedia menjadi pembimbing, dan professor tsb interest dengan riset yang saudara ajukan dll), isi dari surat rekomendasi ini tergantung professor, tidak ada format khusus yang mensyaratkannya.

Professor Jepang, lebih sering menulis surat rekomendasi ini dalam tulisan tangan (tulisan kanji, yang kita hampir tidak bisa membacanya, kecuali orang jepang asli). Surat rekomendasi yang telah saudara dapatkan, bisa saudara lampirkan dalam melamar berbagai beasiswa yang saudara ingin ikuti.

Jika hubungan saudara dengan Professor sudah sedemikian eratnya, saudara bisa meminta supaya beliau merekomendasikan saudara ke Monbusho = Depdikbud jepang, (lewat universitas Professor tersebut).

Informasi tambahan :

1. Masih banyak Professor Jepang yang tidak lancar berbahasa inggris sehingga ada kemungkinan surat - surat saudara tidak di balas. Sebenarnya bisa tetapi untuk membalasnya mereka butuh waktu, sehingga surat saudara tidak di tanggapi sama sekali.

2. Untuk Professor yang sangat sibuk sekali, surat surat saudara yang masuk kadang tidak di tanggapi/tidak di balas. Kalaupun di balas, entah berapa bulan kemudian. Untuk itu, jikalau belum ada balasan dari Professor, jangan kuatir, saudara bisa mencoba menulis ke Professor yang lain. Masih banyak Professor Jepang yang lainnya.

3. Rajin - rajinlah membuka web web universitas Jepang.

4. Usahakan dalam mencari professor pembimbing adalah dari Universitas negeri.


(Dikutip dari milis infobeasiswa. Ditulis oleh Pak Bambang Eko Sanjoto)

Teknik mendapatkan jenjang S2 dan S3 gratis di luar negeri

Berikut ini adalah beberapa teknik-teknik mendapatkan sekolah untuk jenjang S2 dan S3 'gratis' di luar negeri.
Pengantar

Penulis sering ditanya bagaimana caranya bisa bersekolah 'gratis' di luar negeri. Saya memberikan tanda kutip pada 'gratis' karena sebenarnya tidak 100% modal dengkul. Dalam beberapa kasus, at least kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang untuk tiket pesawat + biaya hidup bulan pertama, dan situasi mungkin tidak memungkinkan kita untuk berkeluarga terlebih dahulu.

Jenis beasiswa yang akan saya utarakan pertama adalah jenis beasiswa yang kansnya tinggi untuk mendapatkannya. Biasanya beasiswa jenis ini adalah beasiswa jenis riset, dan untungnya, hampir semuanya tanpa ikatan dinas. Untuk beberapa jenis beasiswa, mereka lebih senang kalau sang pelamar bekerja untuk institusi pendidikan, lembaga penelitian, atau LSM.

Satu rule of thumb yang patut dihayati adalah: 'kita harus berkelat-kelit untuk mendapatkan beasiswa S2, tapi relatif jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa S3'. Makanya jika Anda mengejar waktu, sebaiknya ambil dulu S2 di Indonesia, sambil juga melamar S2/S3 di tempat lain. Kalau dapat S2 gratis di luar negeri, ya yang di Indonesia ditinggal saja.
Daftar Beasiswa Berdasarkan Negara

Secara umum, beasiswa ini memiliki karakteristik:

* tidak memiliki ikatan dinas sama sekali
* mahasiswa harus mengerjakan penelitian sesuai minatnya, dan sekaligus sebagai thesisnya

1. Amerika Serikat

Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.

Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).

Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah ... :-p

Untuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.

Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!

Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk 'menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship'. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.

Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan 'kemampuan' Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:

1. mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
2. bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai 'trend' di bidang riset itu.
3. mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
4. kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa

Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:

1. kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
2. tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa 'fleksibel'.

Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.

By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).
2. Kanada

Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.
3. Jerman

Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.

Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.

DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.

Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.

Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.

Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.

Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.

Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.

Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.

Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang 'membutuhkan' mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?
4. Belanda

Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.

Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.

NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.

Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net
5. Austria & Swiss

Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan - 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.

Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.

Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan digaji juga.

E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis): swiemjak@rad.net.id
6. Jepang

Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.

Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.

Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.

Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:
a. INPEX Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN
b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN
c. The Hitachi Scholarship

Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN
d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd

Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February - Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.
Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN
e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN
f. The Japan Securities Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
Tokyo Shoken Building
5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025 JAPAN
7. Singapura

Singapura memiliki dua universitas 'negeri', yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah 'bule' (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.

Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.
8. Australia & Inggris

Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.

Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.

Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2 uang tuition).

Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.

Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.

Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.

Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.

(Dikutip dari milis infobeasiswa. Ditulis oleh Pak Bambang Eko Sanjoto)