Friday, March 28, 2008

Galak pada Diri Sendiri

Ketika menghadapi tanggung jawab yang diberikan pada kita, terkadang muncul apa yang dinamakan sebagai penyakit excusitis. Excusitis adalah penyakit mencari sebab serta mencari alasan untuk menghindar dari tanggung jawab kita.

Kadang senjata yang kita pakai untuk mencari alasan adalah: "Maaf, tidak punya waktu, je.." atau "baru sakit", dan seribu alasan lain yang sebenarnya tidak layak kita jadikan alasan.

Suatu saat, pernah saya tanya kepada rekan saya kenapa beliau punya karya yang sangat banyak di antara aktivitasnya yang luar biasa. Sebut saja namanya adalah Pak F. Beliau adalah pejabat di sebuah fakultas di Jogja. Sejak awal kenal dengan beliau, saya langsung kagum, walaupun pejabat, tapi kok ya bisa karya beliau banyak sekali, mulai dari buku sampai jurnal internasional.

Jawaban beliau sederhana: "Kuncinya satu, Mas... galak pada diri sendiri".

(Seperti biasanya, sering ada kata-kata unik dalam apa yang beliau ucapkan)

Ya, benar... Galak pada diri sendiri memang jadi kunci keberhasilan kita. Sering kita galak pada orang lain, tapi kita membiarkan diri kita sendiri jadi pemalas, tukang telat, tukang tidur, dan lain-lain. Kalau kita galak pada diri sendiri, tentunya kita tidak akan membiarkan diri kita menjadi orang yang tidak berprestasi, yang tidak menggunakan waktunya dengan baik, dan lain-lain.

Dengan galak pada diri sendiri, kita akan mempunyai pengontrol yang akan selalu menyertai langkah kita, yaitu diri kita sendiri. Dengan pengontrol itu, maka setiap hidup kita akan berarti dan semakin berarti.

Selaras dengan hal ini, Allah SWT sebenarnya sudah memberikan rambu-rambu tegas agar kita mau mengatur diri kita sendiri, atau dengan kata-kata pak F tadi, galak pada diri kita sendiri, untuk selalu berada dalam hal-hal yang baik. Lihat saja di Al-Quran surat Al-'Ashr 1-3:

Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beramal shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam hal kesabaran.

Pertanyaannya sekarang: Apakah kita akan menjadi orang yang rugi? Kalau kita tidak ingin, maka GALAKLAH PADA DIRI SENDIRI

Thursday, March 20, 2008

Pahlawan tanpa tanda jasa + Pahlawan tak dikenal

Beberapa hari yang lalu, saya dengan istri pergi ke RSU Dr. Sarjito untuk tilik Pakdhe dan memeriksakan istri yang beberapa hari sebelumnya selalu mengeluh sakit perut. Ketika adzan maghrib berkumandang, kebetulan kami masih menunggu hasil cek darah dan urin istri yang katanya masih butuh waktu lama. Karena masih lama itulah kami memutuskan untuk shalat di luar sarjito, yaitu di Masjid Mardhiyah.
Setelah shalat, ada seseorang yang memperhatikan saya. Saya cuek saja karena saya tidak tahu siapa. Beberapa saat kemudian, setelah saya duduk di depan masjid, dia menghampiri dan berkata: "Bapaknya ngajar di UII ya, Pak?". Saya jawab: "Lho, kok tahu?". "Di informatika, kan, Pak?". "Lho, kok tahu juga?". Dia lalu berkata,"Iya, pak... saya juga di Informatika. Saya mahasiswa struktur data".
Terus terang, itu adalah kesekian kalinya saya mendengar istilah "bapaknya" untuk memanggil saya. Seandainya saya yang jadi dia, maka beginilah saya bertanya: "Pak Arwan?? Pak, saya mahasiswa struktur data" (ketika dulu ketemu dengan Pak Danang Lelono dosen ilkom UGM di masjid deket pondok, saya juga tanyanya demikian).
Entah mengapa, model panggilan seperti ini sering dipakai oleh anak-anak . Entah hanya oleh mahasiswa UII saja atau mahasiswa yang lain. Yang jelas, yang saya tahu ketika istri saya dan temen-temen hukum UGM ngomong tentang dosennya, mereka selalu menyebut nama, bukan dengan 'ibunya' atau 'bapaknya'. Ketika adik saya dan temen-temen ilmu komputer UGM ngomong-ngomong tentang dosennya, mereka juga selalu menyebut nama.
Saya kadang berpikir aneh: "bapaknya"?? Bapaknya siapa, ya...???
Fenomena tidak menyebut nama dosennya, sekaligus juga tidak tahu nama dosennya ini nampaknya menjadi fenomena yang sering saya jumpai di anak-anak UII. Pernah suatu saat saya tanya siapa dosen sebuah mata kuliah yang pernah mereka ambil yang masih nyangkut dengan kuliah saya ketika itu, mereka menjawab tidak tahu namanya. Jangan-jangan mereka juga tidak tahu nama saya??? :D
Seandainya ada dosen yang tidak hapal nama semua mahasiswanya, menurut saya itu adalah sebuah kewajaran, karena jumlah mahasiswa yang banyak sekali. Akan tetapi, ketika mahasiswa tidak hapal nama dosennya, maka itu hal yang aneh. Berapa sih nama dosen yang harus mereka ingat??
Agaknya, kalau fenomena seperti ini terus terjadi, maka kita perlu memberikan penyematan satu gelar lagi bagi guru dan dosen kita selain 'pahlawan tanpa tanda jasa'. Gelar satu lagi itu adalah 'pahlawan tak dikenal'

Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Hindu (Weda)

Kitab Weda adalah kitab suci Umat Hindu yang usianya sudah sekitar 2.500an 
tahun lamanya. Sebagai perbandingan, Sidharta Gautama, pembawa agama 
Budha, hidup pada 623 sampai 543 SM, sedangkan agama Hindu lahir jauh 
sebelum itu. 

Dalam kitab weda tertulis: "Hai sekalian manusia,   dengarkanlah   berita   
penting  ini.  Nanti  aku bangunkan seorang laki laki yang terpuji diantara  
manusia." Dalam bahasa Arab, nama yang berarti "laki-laki yang terpuji" 
adalah Ahmad atau Muhammad. Meskipun demikian, menghubungkan kalimat 
dalam kitab Weda dengan Muhammad ini belum tentu benar, karena setelah itujuga muncul laki-laki terpuji dan menjadi sosok pahlawan seperti Socrates, 
Aristoteles, Iskandar Zulkarnaen, Yesus, Napoleon, Hitler, dan sebagainya.

Akan tetapi, menurut kitab yang lain, yaitu Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) 
yang bunyinya:

"Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari  tanah  Arab namanya   Ahmadbergelarkan Muhammad,   dan   dia  akan mendapatkan penolong-penolong.  
Hai  orang-orang  Arab,  hai tuan-tuan   seluruh   alam   ini,  kepada  
engkaulah  taqdis (penghormatan) Ku yang suci. Hai orang-orang yang  
mengadakan beberapa  jalan  yang  banyak  untuk  membinasakan  sekalian 
syaithan, dan dunia ini, kepada engkaulah taqdisKu."

Dari uraian di kitab tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa memang yang 
dimaksud laki-laki terpuji dalam Weda adalah Muhammad. Sayangnya, 
keterangan yang berharga ini tidak bisa diakses oleh orang Hindu kebanyakan 
karena aturan kasta di agama tersebut. Dalam aturan agama Hindu, yang 
boleh membaca Weda hanyalah kaum Brahmana, sedangkan kasta lain tidak 
boleh membacanya, atau bahkan mendengarkannya.

(disarikan dari http://media.isnet.org/antar/Eddy/DalamHindu.html)

NB:
- dari hasil diskusi-diskusi di komentar, ada saudara yang mengatakan bahwa 
weda tidak hanya boleh dipelajari oleh kaum brahmana saja, tapi kaum sudra 
juga boleh. Silakan dikomentari

Wednesday, March 19, 2008

Kronologis tes agama

Itu adalah pertama kalinya aku gagal dalam tes agama. Entah kenapa, aku sama sekali tidak percaya, teman-teman pun sama sekali tidak percaya. Tapi, percaya tidak percaya itulah yang terjadi.

Kira-kira, seperti inilah kronologis tes agama itu:
Dalam daftar, saya masuk urutan 4, akan tetapi, karena ada beberapa orang yang sudah jadi ibu-ibu dan ada beberapa yang sedang ada perlu penting, akhirnya mereka yang didahulukan (emang saya ndak ada perlu penting apa???). Kalau dihitung, saya jadi nomor 10.

Ketika saya masuk ke ruangan itu, inilah yang terjadi:
1. saya diminta buka quran. Kebetulan dapat Al-A'raf 32-34.
2. penguji meminta untuk mengartikan Al-A'raf 34: likulli ummatin ajal... dst. Saya bisa menjawab dan mengartikan semua, walaupun agak tidak lancar
3. penguji bertanya: "mengapa kok ummatin, bukan insanin??". Saya menjawab: tidak tahu (ini memang kebiasaan saya, dalam hal-hal tertentu terutama dalam masalah seperti ini, ketika saya ndak tahu, saya ndak mau asal nebak).
4. penguji bertanya: "njenengan sering qunut, mas??". Saya menjawab: "kalau witir, iya, pak...".
5. penguji bertanya lagi: "doanya apa?". Saya menjawab: "ndak mesti, pak. Tapi yang pasti, ndoakan orang tua, ndoakan muslimin muslimat, baru ndoakan diri sendiri".
6. penguji bertanya: "Qunut nazilahnya hapal??". Saya jawab: "Tidak hapal, pak...". Penguji bertanya: "Lho, kok ndak hapal ki piye?". Saya jawab: "Lha di Fiqh sunnah kan tidak dijelaskan doanya harus qunut nazilah. Dulu pernah dijelaskan oleh Ustadz Muhajir Arif bahwa doa di qunut witir bebas. Jadi saya ya doanya apa saja, asal bahasa arab".
7. (Sampai di sini, saya merasa penguji kelihatan kecewa)
8. Penguji yang satu lalu bertanya: "Kalau anda shalat, kenapa harus wudhu?". Saya jawab: "Ya karena kita mau menghadap yang maha suci, maka kita pun juga harus suci".
9. Penguji bertanya lagi: "Suci apanya?". Saya jawab: "Ya minimal suci badan, kalau bisa sekalian suci hati".
10. Penguji bertanya: "doa setelah wudhu apa?". Saya terbalik menjawab: "Allahummaj'alni minal mutathahhiriina waj'alnii....".
11. Penguji segera menyela: "Hei, itu yang kedua, ulangi, ulangi.....".
12. Saya ulangi doanya, dan bener.
13. Penguji meminta untuk mengartikan doa itu.
14. Saya jawab: "Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang yang taubat, dan jadikan aku sebagai orang yang bersih,dan jadikan aku termasuk hamba-hambaMu yang shalih.". (betul, kan??).
15. Penulis berkata: "Ya, berarti harus suci dua duanya: suci badan, suci hati. Yang suci hati yang doa mana?" saya jawab: "tawwabiin pak". "yang suci badan?" saya jawab "mutathahhiriin".
16. Ujian kemudian berakhir, dan saya keluar ruangan.

Yang jadi pertanyaan: kenapa nilai bacaan quran, praktek ibadah dan pemahaman keislaman saya merah??? ya walaupun ada yang tidak tahu, dan dalam mengartikan juga tidak lancar banget, tapi perasaan saya tidak parah-parah amat. Kenapa?? Kenapa??

Tuesday, March 18, 2008

Kumenunggu

Allah... segera datangkan sunyiMu, agar bisa kuadukan apa yang hanya pantas kuadukan kepadaMu

Thursday, March 13, 2008

Iming iming Duit di Internet

Iming-iming duit dengan alasan 'investasi' sebenarnya bukan barang baru di internet. Tengoklah misalnya investasiprima.com, atau klikdynasis.net, atau situs-situs yang lain yang menjanjikan modal sedikit atau tanpa modal, tapi setelah sekian bulan akan dapat pengembalian yang jauh melebihi modal yang disetorkan.

Kira-kira kok bisa mereka menjanjikan seperti itu???

Untuk bisa menjawabnya, kita akan coba mengambil salah satu situs iming-iming duit ini, yaitu investasiprima.com. Saya sendiri memang tidak terlalu jelas dengan sistem sebenarnya, karena di sana tidak dicantumkan bagaiman cara mereka bisa mengandakan uang sedemikian hebatnya. Tapi karena tidak jelasnya cara itu kemudian kita bermain dengan ilmu kira-kira tentang bagaimana cara mereka. Nha, ilmu kira-kira yang saya punya adalah sebagai berikut:

Untuk investasiprima.com, kita diminta untuk menyetorkan duit 175.000, dan dalam 6 bulan dijanjikan akan dikembalikan 7.000.000 rupiah. Jumlah yang sangat fantastis kalau dibandingkan dengan uang modal awal. Baiklah, kita coba dengan ilmu kira-kira saya:
Diasumsikan setiap bulan ada 30 orang yang 'tertarik' dengan investasi ini: (biar lebih mudah ngitungnya, duit modalnya tak ubah menjadi 150.000 saja)
Bulan I : 150.000 x 30 = 4.500.000
Bulan 2: 150.000 x 30 = 4.500.000 > total : 9.000.000
Bulan 3: 150.000 x 30 = 4.500.000 > total : 13.500.000
Bulan 4: 150.000 x 30 = 4.500.000 > total : 18.000.000
Bulan 5: 150.000 x 30 = 4.500.000 > total : 22.500.000
Bulan 6: 150.000 x 30 = 4.500.000 > total : 27.000.000
Pada bulan ke-6 ini, mereka harus mengembalikan sejumlah 7.000.000 x 30 orang, yaitu sejumlah 210.000.000. Pertanyaannya: Bagaimana mungkin mereka bisa mengembalikan duit yang sebegitu banyaknya dengan pendapatan yang tidak seberapa bila dibandingkan dengan yang harus mereka setorkan??? Apa mereka benar-benar investasikan ke suatu tempat??? Kalau memang diinvestasikan ke suatu tempat, tolong beritahu saya dimana ada investasi yang nyata yang bisa menggandakan uang sebegitu banyaknya.

Tapi, nampaknya banyak orang yang tertipu dengan iming-iming seperti ini (saya menyebutnya 'tertipu', karena secara logis memang tidak mungkin bisa mendapatkan uang sebanyak itu -- lihat penjelasan saya di atas). Nyatanya, dalam beberapa milis, tentang ini juga beberapa kali diposting oleh orang-orang yang nyari downline.

Nulis tentang ini, saya kok tiba-tiba teringat dengan rumus kekayaannya Pak Agfi. Rumusnya seperti ini:
- Ada dua prinsip: knowledge is power dan time is money.
Untuk prinsip pertama, knowledge is power, kita bisa merumuskan prinsip itu sebagai:
K = P
Untuk prinsip kedua, time is money, kita bisa merumuskannya menjadi:
T = M
Seperti kita ketahui sejak SMA dulu, yang namanya Power (Daya) adalah usaha dibagi waktu, atau kalau ditulis dengan rumus:
P = W/T
Dengan demikian, karena P = K dan T = M, maka kita bisa menstubsitusi persamaan itu menjadi
K = W / M

atau sedikit dimodifikasi
M = W / K

Sekedar mengingatkan, M adalah Money, W adalah work (usaha) dan K adalah knowledge.
Dengan rumus tersebut, maka bisa diambil kesimpulan sebagai berikut:
- Dengan usaha yang sama, semakin sedikit knowledge yang dimiliki, maka akan semakin banyak Money yang dipunyai
- Dengan usaha yang sama, semakin banyak knowledge yang dimiliki, maka akan semakin sedikit MOney yang dipunyai.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa orang yang bodho akan punya lebih banyak uang daripada yang pinter.

Terkait dengan iming-iming duit tadi... Orang yang bodho mungkin akan punya lebih banyak uang daripada orang pinter, karena orang yang pinter pasti akan mikir-mikir 235839203839 kali untuk menginvestasikan uangnya di sana. Tapi orang bodho mungkin akan tertarik ke sana, dan mungkin termasuk satu di antara 1000 orang yang yang kebetulan mendapatkan 7.000.000 itu (hanya dia sendiri yang dapat, karena duitnya hanya cukup untuk diberikan ke satu orang itu, yang lain untuk ongkos perusahaan).

Jadi, pertanyaannya adalah: apakah anda mau jadi orang pinter atau orang bodho???

Monday, March 10, 2008

Lagi-lagi Guyonan Gus Dur


Siapa yang tidak kenal dengan Fidel Castro. Presiden Kuba itu begitu kharismatik, bahkan di luar Kuba. Nah, pengen tahu guyonan Gus Dur ketika berkunjung ke Kuba? Ikuti saja ceritanya....

Gus Dur bercerita bahwa ada tiga orang tahanan yang berada dalam satu sel, dan masing-masing memberitahu sejarah mengapa mereka sampai ke sel tersebut. 

Tahanan 1: saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara (pemimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba)

Tahanan 2: Wah, saya justru dipenjara karena saya pengikut Che Guevara. Dasar kamu #*(#*$&#(*#$&#(@*#

Keduanya kemudian terlibat adu mulut dalam waktu yang cukup lama... Lalu kemudian berhenti karena ingat masih ada tahanan ketiga yang belum bercerita. Mereka kemudian bertanya pada tahanan itu.

Tahanan 3 kemudian menjawab pelan-pelan: Saya ditahan karena saya Che Guevara


Dan Fidel Castro pun tertawa terbahak-bahak mendengar guyonan Gus Dur tersebut .

Guyonan Gus Dur (lagi)


Suatu saat, Bill Clinton mengundang Gus Dur (yang ketika itu masih menjabat presiden RI) ke Gedung Putih, Amerika. Tanpa diduga, ketika beliau berdua sedang asyik ngobrol, keluarlah anjing peliharaan Bill Clinton. Anjing itu kemudian dikenalkan oleh Clinton ke Gus Dur.

Bill Clinton (B), Gus Dur (D)

B: Gus Dur, saya punya anjing yang pintar, dia bisa tahu bahasa manusia dan menuruti semua perintah saya.
G: Masak sih? Coba perlihatkan kepada saya
B: Oke... Sit down! (anjing itu langsung duduk)
B: Stand up! (anjing itu langsung berdiri)
B: Lay down! (anjing itu langsung berbaring)
B: Tuh, kan, Gus Dur. Benar kan?
G: Gitu aja kok repot. Dia juga bisa menuruti perintah saya
B: Masak sih? Dia kan bukan anjingmu? Ketemu saja baru kali ini. Coba suruh dia untuk nangis

Gus Dur kemudian membisiki sesuatu ke telinga anjing itu dan tiba-tiba anjing itu langsung menangis berurai air mata. Bill keheranan dan penasaran.

B: Wow... Kok bisa, Gus? Coba buat dia tertawa

Gus Dur kembali membisiki sesuatu ke telinga anjing itu dan tiba-tiba anjing itu ketawa terbahak-bahak. Bill kembali keheranan dan semakin penasaran.

B: Wah, Gus Dur ini hebat. Tapi coba satu lagi kalau bisa terima tantanganku, Gus. Buat supaya dia stres berat.

Gus Dur kembali membisiki sesuatu ke telinga anjing itu dan tiba-tiba anjing itu melompat ke sana kemari dan berteriak histeris kemudian loncat ke luar jendela gedung putih dan berlari sangat kencang.

Bill Clinton terheran-heran dan akhirnya bertepuk tangan mengakui kehebatan Gus Dur.

B: Kok bisa, Gus? Apa yang anda bisikkan sehingga anjing saya begitu sedih?
G: Saya bilang, Indonesia itu kasian banget, rakyatnya banyak yang miskin, banyak yang untuk makan sehari-hari saja susah. Kamu beruntung dipelihara Bill Clinton, di Gedung Putih lagi. Kamu bisa makan enak kapanpun kamu mau.
B: Hmmm... wajar ya kalau dia menangis... Lalu, kenapa dia lalu tertawa?
G: Saya bilang, orang Indonesia banyak yang sehat, lebih pantas jadi presiden ketimbang saya. Eeee... lha kok mereka malah milih saya yang buta ini jadi presiden.
B: Hahahaa... kalau itu saya juga ikut ketawa... Lalu kenapa dia trus jadi stress?
G: Saya bilang, yuk ikut saya ke Indonesia....
B: ???

Guyonan Gus Dur

Dalam acara Kick Andy kemarin malem, Gus Dur ternyata masih seperti yang dulu. Walaupun kadang Gus Dur ini terkesan 'asal njawab', tapi tetap saja ada sisi yang menarik dan khas dari seorang Gus Dur, terutama dalam hal cerita guyonnya (ini yang ndak bisa ditiru oleh Gus Purnya Republik Mimpi).

Cerita Gus Dur begini:
Ada seorang wanita muslim yang baru aja pergi ke Amerika. Oleh orang sana, dia ditanya: "Mam, do you like salad?" Lalu si wanita menjawab: "Yes, five times a day".

Huahahaha

Monday, March 3, 2008

Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku

Kadang aku merindukan tangis itu, sebuah tangis yang akan membawa hatiku untuk berkomunikasi langsung dengan hatinya. Hatiku akan berkata: "Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar kau terbiasa dengan lantangnya suaramu menyuarakan kebenaranNya. Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar otot-ototmu kuat, agar kau siap jadi pemimpin yang basthotan fil 'ilmi wal jism. Menangislah sekerasnya, mujahid kecilku, agar seisi dunia tahu keberadaanmu".

Lalu tiba-tiba aku terbangun, dan kuraba perut istriku. Ternyata mujahid kecil itu belum ada