Skip to main content

Anak-anak jaman modern yang terdzolimi

Pada acara Nickelodeon Kid's Choice Award tanggal 29 November 2008. Ada satu hal yang membuat saya prihatin. Tidak lain tidak bukan adalah karena ini adalah acara anak-anak, tapi yang menjadi nominator-nominator pilihannya adalah orang orang dewasa dan band-band orang dewasa (tentu saja kalau band dewasa yang dinyanyikan juga syair-syair dewasa). Coba tengok nominator-nominatornya berikut:

ARTIS WANITA FAVORIT
Cinta Laura
Luna Maya
Shireeen Sungkar
Marshanda

ARTIS PRIA FAVORIT
Dude Herlino
Teuku Wisnu
Raffi Ahmad
Tora Sudiro

PENYANYI PRIA FAVORIT
Afgan
Ari Lasso
Glenn Fredly
Delon

PEMBAWA ACARA FAVORIT
Ruben Onsu
Eko Patrio
Indra Bekti
VJ Daniel

KARTUN FAVORIT
Naruto
Doraemon
Spongebob
Avatar

GRUP BAND FAVORIT
Ungu
The Changcuters
D'Masiv
Project Pop

ATLET FAVORIT
Taufik Hidayat
Bambang Pamungkas
Maria Christine
Chriss Joh

WANNA BE (Special Awarding)
Cinta laura
Agnes Monica
Afgan
Raffi Ahmad

Coba anda lihat, semuaaaaa orang dewasa, dan tidak satupun yang anak-anak (kecuali yang kartun).

Untuk lagu anak-anak, mungkin wajar kalau mereka milih Afgan, Ungu, dll, karena memang sekarang tidak ada lagu-lagu anak-anak lagi. Tapi, untuk aktor dan aktris, kan aktor aktris anak-anak sekarang banyak? Lha kok ya tidak ada yang dinominasikan?

Ealaah, lha wong itu ki acara untuk anak-anak kok yang dipilih malah orang-orang dewasa semua. Ndak ada anak-anaknya. Apa ya anak-anak itu sudah mau diajari terbunuh oleh cinta mereka (d'masiv), diajari sadis (afgan), diajari untuk mempunyai kekasih gelap (ungu). Gek gimana to ya...??

Kasian ya, anak-anak jaman sekarang....

Dulu, saya ingat ketika saya masih kecil. Alhamdulillah saya tidak pernah mendapati ada acara-acara seperti ini. Dulu, buanyaaak sekali lagu-lagu anak-anak. Tiap minggu ada Kak Puput Novel yang memandu acara lagu anak-anak. Di sana, muncul artis-artis kecil seperti Enno Lerian, Bondan Prakoso, Trio Kwek-kwek dan lain-lain (dengan lagu yang ng-anak juga). Lagu-lagunya pun banyak yang mendidik, mengenalkan tentang lumba-lumba (Bondan Prakoso), mengenalkan tentang makanan nusantara (Enno Lerian), dan lain-lain.

Sungguh kasian anak-anak sekarang. Tidak ada lagi lagu-lagu anak-anak di TV. Tidak ada lagi acara-acara yang mendidik kreativitas (seperti acara menggambarnya Pak Tino Sidin dulu). Tidak ada lagi siaran pendidikan (seperti acara-acara di TPI dulu).

Yang ada sekarang hanya lagu-lagu anak dewasa bertema cinta dengan tema cinta yang mengerikan dan menjijikkan. Yang banyak ada sekarang hanya acara kartun dengan tema-tema kekerasan. Yang ada sekarang hanyalah sinetron-sinetron dengan ekspresi-ekspresi tokohnya yang sadis, senang menyiksa, tidak menghormati orang lain, dan saling iri.

Oh, anak-anak modern yang terdzolimi, kasian mereka...

Mendhing tidak punya TV.....

Comments

Anonymous said…
Wah... aku juga setuju Pak....!
Kasian anak anak jaman sekarang ini...! Kasian mereka karena hak untuk mendapatkan siaran televisi yang layak buat mereka sekarang sukar didapat....!

nggak seperti dulu ya pak... dulu ada meysi dengan "ci luk ba" Kak seto dengan "Si Komo" terus kak Ria enes yang bawakan tokoh "Susan" itu dulu aku gak pernah ketinggalan juga....!

Sekarang jarang ya pak.... acara acara seperti itu....! Tapi aku salut ma Trans7...! ya karena sekarang masih ada acara pendidikan buat anak anak seperti "laptop si unyil, surat sahabat, si bolang, dll" ya walaupun gak semeriah jaman anak anak dulu tapi gak apalah ya kan.... dari pada nonton sinetron yang gak mutu....

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid