Saturday, February 23, 2008

Menghidupkan kembali lab Java

Memang judul ini tidak seratus persen benar. Lab Java yang dipunyai Informatika memang tidak mati. Akan tetapi, walaupun tidak mati, menurut saya lab java selama ini tidak dioptimalkan.

Lab Java sebenarnya punya potensi pengembangan yang jauuuuuh lebih besar daripada potensi yang dimiliki oleh Cisco dan Oracle. Bagaimana tidak, lab oracle hanya berkutat pada database saja, cisco hanya berkutat pada jaringan saja. Akan tetapi, java bisa mencakup banyak hal:
- pemrograman desktop (java SE)
- pemrograman mobile (java ME)
- pemrograman enterprise (java EE)
- aplikasi-aplikasi java
misalnya: - java untuk jaringan (untuk ini bisa sendiri atau kerjasama ma cisco)
- java untuk database (yang ini bisa juga sendiri, bisa juga dengan oracle)
- java untuk pemrograman kecerdasan buatan (fuzzy, algoritma genetika, sistem pakar)
- dan lain-lain.

Dari yang sudah saya tuliskan di atas, sebenarnya banyak lagi paket-paket yang bisa dijadikan satu, misalnya pemrograman java ME untuk kecerdasan buatan. Menyatukan antara java, jaringan, dan database, dan lain-lain.

Dalam waktu dekat ini, kami berencana mau menghidupkan kembali lab java. Agar potensi yang dimilikinya tidak hilang begitu saja. Rasanya rugi kalau investasi yang menghabiskan dana sampai 240 juta hilang sia-sia, hanya karena kami, para pengurus ini, tidak bisa melihat peluang pengembangannya.

Dalam waktu dekat ini, kami mau me-launch beberapa program, yang paling dekat adalah kursus Java ME. Bagi anda mahasiswa UII atau yang bukan mahasiswa yang tertarik dengan program ini, silahkan segera mendaftarkan diri di lab java di gedung utara FTI ruang 2.07. Biayanya tidak mahal, cukup dengan 700.000 sudah dapat fasilitas kaos, satu orang satu komputer SPARC dengan SolarisOS, sertifikat, snack, modul, dan pengajar yang qualified di bidangnya.

Khusus bagi yang sudah pernah ikut kursus java, dapat diskon 50.000 sampai 150.000 (tergantung nilai yang didapat ketika kursus).

Buruan Daftaaaar!!! Tempat terbatas

3 comments:

yuan said...

Guileee larang men?
700rebu? hi hi hi hi.....

Tau alamat blog anak2 ilkomp ugm angk. 2000? kalo ada kasih tau ya.. :)

arwan said...

Yo ra larang, lah.... :D Cukupan...

Anjar: priandoyo.wordpress.com
Januar: Brehoh.wordpress.com

Sing ngerti ming iku... nak sing liane ngerti, aku kandhani...

Syafrudin said...

Assalamu'alaikum,

UII punya lab dengan Sparc dan Solaris ? Sumbangan dari Sun ya ?

Menurut saya yang harus digalakkan jangan hanya Java saja, tapi juga Solaris (dan buat orang elektro Sparc). Sudah tahu kan Solaris dan Sparc juga open source ?

Justru dengan menggarap Solaris, UII akan punya nilai tambah yang lebih dibanding Perguruan tinggi lain dibanding hanya menggarap Java, karena Per-ti penggarap Java sudah banyak, sementara Per-ti penggarap Solaris bisa dibilang belum ada.
Padahal kalau lihat berita berikut ini, Solaris sebagai open source sudah diumumkan lama.
http://www.sda-asia.com/sda/news/psecom,id,10174,_page,1,nodeid,4,_language,Indonesia.html
http://jkt2.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/31/time/160744/idnews/606302/idkanal/395
http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=243023&kat_id=363

Nilai strategis lain menggarap Solaris (dibanding Linux) adalah adanya program tahunan
Sun Open Source Community Innovation Awards Program
http://www.sun.com/opensource/awards