Skip to main content

Menghidupkan kembali lab Java

Memang judul ini tidak seratus persen benar. Lab Java yang dipunyai Informatika memang tidak mati. Akan tetapi, walaupun tidak mati, menurut saya lab java selama ini tidak dioptimalkan.

Lab Java sebenarnya punya potensi pengembangan yang jauuuuuh lebih besar daripada potensi yang dimiliki oleh Cisco dan Oracle. Bagaimana tidak, lab oracle hanya berkutat pada database saja, cisco hanya berkutat pada jaringan saja. Akan tetapi, java bisa mencakup banyak hal:
- pemrograman desktop (java SE)
- pemrograman mobile (java ME)
- pemrograman enterprise (java EE)
- aplikasi-aplikasi java
misalnya: - java untuk jaringan (untuk ini bisa sendiri atau kerjasama ma cisco)
- java untuk database (yang ini bisa juga sendiri, bisa juga dengan oracle)
- java untuk pemrograman kecerdasan buatan (fuzzy, algoritma genetika, sistem pakar)
- dan lain-lain.

Dari yang sudah saya tuliskan di atas, sebenarnya banyak lagi paket-paket yang bisa dijadikan satu, misalnya pemrograman java ME untuk kecerdasan buatan. Menyatukan antara java, jaringan, dan database, dan lain-lain.

Dalam waktu dekat ini, kami berencana mau menghidupkan kembali lab java. Agar potensi yang dimilikinya tidak hilang begitu saja. Rasanya rugi kalau investasi yang menghabiskan dana sampai 240 juta hilang sia-sia, hanya karena kami, para pengurus ini, tidak bisa melihat peluang pengembangannya.

Dalam waktu dekat ini, kami mau me-launch beberapa program, yang paling dekat adalah kursus Java ME. Bagi anda mahasiswa UII atau yang bukan mahasiswa yang tertarik dengan program ini, silahkan segera mendaftarkan diri di lab java di gedung utara FTI ruang 2.07. Biayanya tidak mahal, cukup dengan 700.000 sudah dapat fasilitas kaos, satu orang satu komputer SPARC dengan SolarisOS, sertifikat, snack, modul, dan pengajar yang qualified di bidangnya.

Khusus bagi yang sudah pernah ikut kursus java, dapat diskon 50.000 sampai 150.000 (tergantung nilai yang didapat ketika kursus).

Buruan Daftaaaar!!! Tempat terbatas

Comments

Anonymous said…
Guileee larang men?
700rebu? hi hi hi hi.....

Tau alamat blog anak2 ilkomp ugm angk. 2000? kalo ada kasih tau ya.. :)
Yo ra larang, lah.... :D Cukupan...

Anjar: priandoyo.wordpress.com
Januar: Brehoh.wordpress.com

Sing ngerti ming iku... nak sing liane ngerti, aku kandhani...
Anonymous said…
Assalamu'alaikum,

UII punya lab dengan Sparc dan Solaris ? Sumbangan dari Sun ya ?

Menurut saya yang harus digalakkan jangan hanya Java saja, tapi juga Solaris (dan buat orang elektro Sparc). Sudah tahu kan Solaris dan Sparc juga open source ?

Justru dengan menggarap Solaris, UII akan punya nilai tambah yang lebih dibanding Perguruan tinggi lain dibanding hanya menggarap Java, karena Per-ti penggarap Java sudah banyak, sementara Per-ti penggarap Solaris bisa dibilang belum ada.
Padahal kalau lihat berita berikut ini, Solaris sebagai open source sudah diumumkan lama.
http://www.sda-asia.com/sda/news/psecom,id,10174,_page,1,nodeid,4,_language,Indonesia.html
http://jkt2.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/31/time/160744/idnews/606302/idkanal/395
http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=243023&kat_id=363

Nilai strategis lain menggarap Solaris (dibanding Linux) adalah adanya program tahunan
Sun Open Source Community Innovation Awards Program
http://www.sun.com/opensource/awards

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid