Skip to main content

Pembelajaran dengan metode debat

Metode ini awalnya saya dapatkan di mata kuliah Speaking IV di UNY. Lalu kemudian ternyata metode ini tiba-tiba muncul di TV-one di acara "debat".

Dalam speaking, metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan dalam meng-encourage mahasiswa untuk mau berbicara dengan cara memberikan motion (mosi) tentang satu permasalahan tertentu, kemudian membagi kelas menjadi dua kelompok. Satu kelompok menentang mosi dan satu kelompok mendukung mosi.

Dalam kuliah manajemen teknologi informasi siang ini, metode ini saya gunakan. Mosi yang ditetapkan adalah: "bahwa e-Government harus bisa diterapkan di setiap kabupaten di Indonesia". Kemudian kelas dibagi menjadi kelompok pro dan kelompok kontra.

Ternyata, dengan metode ini, para mahasiswa sangat antusias. Bahkan suasana kelas menjadi agak sedikit panas, namun tetap meriah dan gayeng. Dengan metode ini, saya lihat beberapa anak yang pada perkuliahan-perkuliahan sebelumnya tidak berani ngomong, ternyata mau ngomong. Dengan metode ini, beberapa hal yang menarik kemudian muncul terkait kenyataan tentang mosi yang ditetapkan (penerapan e-Gov di kabupaten di Indonesia).

Metode ini mungkin bisa diterapkan pada kuliah-kuliah lain yang sifatnya adalah analisis dan bukan teknis. Untuk kalkulus atau logika matematika jelas metode ini tidak bisa diterapkan. Akan tetapi dalam kuliah e-Government, e-Commerce, Pengantar Teknologi Informasi, dan lain-lain, mungkin mata kuliah ini akan membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan serta menantang bagi mahasiswa.

Saatnya berkreasi dalam mengajar. Saatnya mencari format-format baru yang lebih menyenangkan dalam belajar.

Comments

Anonymous said…
Kalkulus??? Aljabar Linier??? Gimana donk metodenya???
Mudah-mudahan.. metode belajar yang selama 10 tahun ini saya pakai untuk ngajar 2 mata kuliah itu gak membosankan ya??? Tau gak metode yang saya pakai? Senyum dan selalu dengan senyum saya mengajar... satu lagi.. mengajarkan tentang filosofi bagaimana dan mengapa rumus itu yang dipake... hee..he...

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid