Sunday, November 21, 2010

Resep Kakap/Gurami Asam Manis


Bahan
. ikan kakap atau gurami

Bumbu
. Bawang putih
. Jeruk nipis
. Bawang bombay
. Jahe
. Wortel
. Paprika hijau atau cabe hijau
. Tepung maizena

Cara memasak
. Cincang bawang, campur dengan air jeruk nipis dan garam
. Ikan dilumuri ramuan tersebut
. Diamkan selama 15 menit
. Lumuri 2 sendok tepung maizena dan garam 1 sendok teh, lumurkan ke ikan.
. Goreng ikan.

Saus
. bawang putih ditumis, campur bawang bombay dan jahe.
. Potong wortel ukuran korek api.
. Tambahkan air satu cangkir
. Masukkan saos tomat 1 sendok makan.
. Tambahkan gula merah atau gula pasir 1 sdm
. Sesudah mendidih, campurkan tepung maizena yang sudah dicampur air sampai kental.
. Siap dinikmati.



Sunday, November 14, 2010

Resep Lotis Kacang



Bumbu sambel:
- bawang putih 1 siung
- cabe rawit sesuai selera
- garam 1/2 sdt
- gula jawa
- kacang
- air asam 1 sdm

Buah:
- nanas
- bengkoang
- jambu
- mentimun

Cara membuat
- Haluskan semua bumbu sambel kecuali kacang
- Goreng kacang, lalu haluskan
- Campur bumbu dengan kacang yang sudah dihaluskan
- Tambahkan air asam ke dalam bumbu atau jika tidak ada air asam, bisa diganti dengan belimbing wuluh
- Iris buah sesuai selera
- Selamat menikmati.

Resep Martabak Mak Nyus



Bahan Isi Martabak:
- daging cincang 200g
- daun bawang 2 batang
- bawang bombai 1 siung
- bawang putih 2 siung
- telur 2 butir
- saos tiram 2 sdm
- garam secukupnya

Cara memasak:

- tumis bawang putih dan bawang bombai sampai agak matang
- campurkan daging cincang dengan tumisan bawang, aduk rata
- tambahkan telur, saos tiram dan garam, aduk rata
- letakkan adonan ke atas kulit lompia, lalu tutup kulit lompia
- goreng hingga matang dengan api kecil dan minyak banyak.
- selamat menikmati.

Tuesday, November 9, 2010

Resep Kerang Rebus

Kerang rebus

Bahan:
- kerang 1 kg
- bawang putih 2 siung
- bawang merah 4 siung
- cabai merah
- jahe
- garam secukupnya
- gula secukupnya (sebagai pengganti MSG)
- daun bawang secukupnya

Cara memasak:
- kupas bawang merah, bawang putih, dan jahe
- tumis bawang merah, bawang putih dan jahe yang sebelumnya telah diiris tipis-tipis.
- cuci kerang sampai bersih, lalu masukkan ke dalam tumisan, aduk rata
- tambahkan air
- masukkan daun bawang yang sebelumnya diiris kira2 setengah sentimeter.
- siap dihidangkan

Friday, November 5, 2010

Resep rujak manis ala Pak Hudiyo Firmanto

Resep ini saya dapatkan dari Pak Hudiyo Firmanto, dosen Ubaya, Jawa Timur, sewaktu saya dulu tinggal satu hostel dengan beliau di V5C, Universiti Teknologi PETRONAS.

Silakan dicoba.


bahan:
- bawang putih 1 siung
- cabe rawit seperlunya
- gula merah secukupnya
- air asam 1 sendok makan atau menurut selera/belimbing wuluh
- mentimun
- kacang
- garam
- buah-buahan

cara pengolahan
- cabe rawit, bawang putih, garam dihaluskan
- gula merah dihaluskan lalu dicampur dengan cabe, bawang dan garam yang sudah dihaluskan
- mentimun diuleg bersama gula merah dkk sampai adonan kelihatan cair
- air asam atau belimbing wuluh diuleg bersama adonan
- goreng kacang sampai masak
- uleg kacang sampai lembut
- campur kacang dengan adonan sambel
- iris2 buah
- hidangan siap disajikan, selamat menikmati

Tuesday, November 2, 2010

Install Google Chrome in Ubuntu

Google chrome, a fast new browser, is now available for linux. That is the sentence I was waiting for. Now we can install google chrome for our linux. Just open this and click the button "download google chrome" on the right. The button will bring you to EULA (End User License Agreement) page, just choose which package you want to download. Or if you are using 32-bit ubuntu, just point to this link.

If you use ubuntu, easier for you to directly open the downloaded package with ubuntu software center. What you need is just push the 'install' button, and all is done for you.

Happy chroming with ubuntu...

Saturday, October 30, 2010

Wedang jahe rasa mak nyoss.....

Gingembre.jpg
Kalau suasana sedang dingin, maka minuman yang paling segar adalah yang bisa menghangatkan badan. Wedang jahe adalah salah satunya. Ada sekian banyak cara untuk membuat wedang jahe, tapi menurut saya yang hasil akhirnya terasa paling mak nyus adalah sebagai berikut:

1. Kupas jahe, lalu cuci
2. Keprak jahe yang sudah dicuci
3. Masak air hingga mendidih
4. Masukkan jahe ke dalam air mendidih
5. Panaskan lagi jahe tersebut sekitar 5 sampai 10 menit.

Wedang jahe akan lebih terasa nikmat jika sebelum dikupas, jahe terlebih dahulu dibakar.

Selamat mencoba.

Sunday, August 15, 2010

Seandainya tidak ada batas-batas negara

Hari ini adalah hari ke-5 saya meneruskan studi saya di Malaysia. Terus terang, karena saya tidak pernah berpisah dengan keluarga demikian lama, demikian jauh, dan demikian terbatas, saya sangat merindukan mereka. Seminggu sebelum ke Malaysia, saya memang juga berpisah cukup lama dengan keluarga.

Lima hari saya berada di Bali untuk menemani adik-adik mahasiswa dalam studi banding dan kunjungan industri. Akan tetapi, banyak hal yang ternyata berbeda. Jika ketika dulu ke bali, kerinduan demi kerinduan. yang ada bisa ditepis dengan SMS dan nelpon (yang tarifnya tidak terlalu mahal), tapi sekarang di Malaysia, jika mau nelpon atau bahkan ditelpon, harus mikir 125 ribu kali karena mahalnya biaya roaming. Untuk menerima telpon saja, kita kena roaming 11.500 per 30 detik. Oh, mahalnyooo....

Dulu beberapa jam sebelum gempa di Jogja, 27 Mei 2007, saya ditelpon cukup lama oleh teman saya yang berada di Aceh. Kalau dipikir-pikir, Aceh kan lebih jauh dari Jogja dibandingkan Malaysia, tapi untuk nelpon dan ditelpon ke dan dari Jogja, biayanya sudah terselisih jauh sekali. Dari Aceh biayanya hanya interlokal (bahkan karena persaingan bisnis, biaya untuk nelpon dan SMS jadi sangat murah), sedangkan dari Malaysia yang lebih dekat dengan Jogja, biayanya adalah internasional, dengan roaming internasional yang alamak mahalnya.

Ketika beberapa saat yang lalu saya pergi ke Batam, Bengkulu, dan lain-lain, ya tinggal datang saja. Kasarannya tinggal milih mau ke sana naik apa, sudah, selesai. Tidak perlu mikir harus bawa paspor, tidak harus ngisi formulir keberangkatan dan kedatangan, tidak harus diperiksa dan ditanya macem-macem di perbatasan, tidak perlu ada biaya fiskal, tidak perlu ngurus visa, dan lain-lain. Di sini saya masih ketir-ketir, karena visa saya adalah visa kunjungan, yang berlaku hanya 30 hari sejak kedatangan saya di Malaysia. Karena dalam beberapa sumber disebutkan bahwa visa akan diurus oleh kampus, maka saya menyerahkan urusan itu ke kampus UTP. Akan tetapi, kata-kata dari bagian Student Support Center kemarin benar-benar membuat saya ketir-ketir. Kata mereka, kemungkinan pengurusan visa dan pembuatan student passnya cukup lama, antara 2 sampai 3 bulan. Dengan demikian, maka selama satu bulan setelah ini, status saya di sini adalah imigran gelap, sampai visa tersebut keluar.

Belumlah lagi masalah duit. Ketika kita ngambil uang, maka charge untuk setiap transaksi pengambilan cukup besar. Saya punya rekening bank mandiri dan bank muamalat. Jika saya mengambil dari bank mandiri, maka charge-nya adalah 20 ribu per transaksi. Saya tidak tahu charge untuk bank muamalat berapa, karena ketika saya tanya di bank muamalat cabang UII dulu, mereka hanya mengatakan bahwa saya bisa mengambil di ATM yang berlogo MEPS atau di cabang bank muamalat malaysia (kebetulan di Ipoh, 1 jam dari tempat saya tinggal, ada cabang bank Muamalat Malaysia). Mereka tidak tahu apakah kena charge jika mengambil di bank muamalat sini plus tidak tahu berapa charge untuk ATM MEPS. Jika di Indonesia, jika kita mengambil di bank lain, selama logonya adalah ATM bersama, tidak perlu lah ada tambahan biaya untuk per transaksi.

Ah, seandainya batas-batas negara itu tidak ada, maka banyak hal yang akan jadi lebih mudah (dan tentunya lagi lebih murah)....


(Arwan Khoiruddin, yang lagi berusaha untuk melakukan quantum postgrad, from very zero to very hero.... Amin...)

Monday, May 17, 2010

Boso walikan

Orang Jogja mempunyai satu budaya khas yaitu boso walikan. Bahasa ini
sebenarnya tidak sepenuhnya walikan (kebalikan), tapi lebih tepat jika
dikatakan bahasa pasangan. Hal ini karena dalam bahasa ini, bahasanya
tidak dibalik, tapi dipasangkan huruf-hurufnya dengan huruf lain di
dalam aksara jawa.

Sebelum memulai, ada baiknya kita mengenal dulu aksara Jawa:

ho no co ro ko
do to so wo lo
po dho jo yo nyo
mo go bo tho ngo

Dalam boso walikan, baris 1 dipasangkan dengan baris 3, dan baris 2
dipasangkan dengan baris 4. Untuk huruf vokal, hurufnya tetap tidak
dirubah.

Contohnya:
Ma : Da
Ta : Ga
Mu : Du

Saturday, April 24, 2010

Lagu anak

Dari tadi pagi, radio di rumah saya saya pasang untuk mendengakan radio rama fm. Kalau tidak salah, sejak sekitar jam 8 tadi, acaranya adalah dunia anak. Isinya adalah tips tips untuk anak-anak, doa sehari-hari, lagu anak, dan lain-lain. Saya pengen anak saya, Dzaki, terbiasa dengan hal-hal yang islami dan yang sesuai usianya.

Akhir-akhir ini, posisi radio sudah begitu tergeser oleh televisi. Bahkan di rumah saya sendiri, hanya saya yang betah mlanjer radio. Saya mengira di rumah-rumah lain pasti tidak jauh berbeda. Saya berani mengatakan hampir seratus persen yakin bahwa sekarang televisi menjadi bagian penting (jika tidak ingin dikatakan terpenting) dari hidup masyarakat.

Oleh karena itu, tidak salah jika gaya hidup mereka kini sangat dipengaruhi oleh apa yang disajikan televisi. Mulai dari gaya berbicara, berpakaian, sampai konsumsi mereka.

Yang paling menyedihkan adalah anak-anak. Mau tidak mau, terpaan pengaruh televisi pun pasti akan mereka terima. Hal yang baru rame ramenya di desa saya adalah facebook di kalangan anak2 SD (padahal kan belum boleh? Usia minimal pengguna facebook adalah 13 tahun). Mereka terdorong untuk menggunakan facebook ternyata karena di televisi sering ada iklan atau berita tentang facebook. Mereka kemudian ke warnet hanya untuk facebookan. Karena di warnet yang tertutup dan tidak didampingi, tidak jarang yang kemudian terjerumus untuk melihat pornografi. Bahkan hanya agar bisa facebookan, ada yang sampai mencuri. Sungguh efek domino yang luar biasa.

Selain itu, nyanyian anak-anak pun bukan lagi sesuai dengan usia mereka. Kenapa? Lagi-lagi televisi memegang supremasinya. Televisi sekarang hanya menayangkan lagu-lagu dewasa. Alhasil, anak-anak sekarang HANYA tahu lagu2nya Peter Pan, Ungu, D'Masiv, dan lain-lain.

Menyadari hal ini, saya merasa sangat beruntung. Di jaman saya, tayangan televisi belumlah sedemikian bebas, pakaian yang muncul di televisi masih sopan-sopan. Di samping itu, masih banyak lagu anak-anak yang menemani rengeng-rengeng kita. Ada bondan prakoso dengan si lumba-lumba, ada enno lerian dengan semut-semut kecil, ada si susan dan kak ria enes dengan semut dan kodok, dan lain-lain.

Ketika generasi sekarang memasrahkan hidup mereka pada televisi, ah, sungguh kasihan....

Sayang, haruskah televisi di rumah kita kita jual?

Wednesday, April 21, 2010

Pelegalan judi

Ketika nonton tv one semalam, ada satu diskusi yang terus terang membuat saya agak gerah, yaitu tentang pelegalan judi.

Logika yang dipakai oleh narasumber adalah bahwa kita tidak usah munafik. Kita melarang prostitusi, tapi nyatanya prostitusi juga tetap ada. Kita melarang merokok, tapi nyatanya merokok juga tetap jalan. Karena tetap ada walau dilarang, menurut beliau, harusnya tetap saja diperbolehkan, tapi dilokalisasi. Logika tersebut kemudian juga diterapkan untuk judi.

Secara sosiologis, itu memang benar. Tapi, secara logika orang beragama, itu tidak bisa dibenarkan. Bahkan kalau memang mau konsisten, bahkan orang awam pun pasti akan sepakat bahwa semua tatanan akan rusak oleh logika itu. Kalau pakai logika itu, maka orang mencuri harusnya juga diperbolehkan. Toh walau dilarang tetap ada. Selain itu, orang memperkosa juga diperbolehkan. Toh walau dilarang tetap ada. Intinya, mencuri, membunuh, memperkosa, menipu, korupsi, semua harus dilegalkan, karena walau dilarang itu tetap ada. Itu kalau digunakan logika sosiologis. Mau?

Okelah, itulah fakta masyarakat. Di manapun dan kapanpun selalu ada dua sisi yang muncul berpasangan. Ada atas, pasti ada bawah. Ada orang baik, pasti ada orang jahat.

Kejahatan seseorang adalah untuk dicegah, bukan malah DIFASILITASI. Dalam lingkungan di mana ada orang baik dan jahat, maka si baiklah yang boleh mendominasi (jika ingin masyarakatnya baik). Segala kebaikan harus dimudahkan dan difasilitasi. Bukankah salah satu kewajiban pemimpin itu adalah mempermudah yang dipimpinnya untuk berbuat kebaikan?

Dalam masyarakat yang ingin baik, sekali lagi memang mungkin di sana ada orang yang jahat. Tapi biarlah orang jahat merasa tidak nyaman dengan kejahatannya. Biarlah orang jahat merasa risih, karena berada di lingkungan yang baik.

Entah bangsa ini ingin jadi masyarakat baik atau tidak. Kalau memang lokalisasi dan legalisasi kejahatan itu selalu ada, maka itu berarti pemimpin bangsa ini ingin melestarikan kejahatan. Dia ingin menutup kemungkinan orang jahat untuk menjadi baik, karena ada lingkungan sekitarnya yang sama-sama jahat, dan karena dia tidak berada di tengah orang-orang yang baik. Atau barangkali pemimpin bangsa ini yang ingin mempunyai tempat yang pasti dan mudah dicari untuk melakukan kejahatan yang selama ini dia pendam dan sembunyikan. Entah....

Tuesday, March 9, 2010

Foto anak pertamaku

Ini foto Muhammad Dzaki Abdurrohman, anak pertama kami.