Friday, November 18, 2011

Resep rica rica kambing spesial

Mbuka kulkas, e lah kok d freezer masih punya daging kambing dikit sisa kurban kemarin. Hahaha...

Karena istri lagi g enak badan, harus putar otak nyari cara gimana memanfaatkan daging ini sebelum kelamaan di kulkas. Hmmm... dimasak rica2 kayaknya enak ya... Kluthak kluthik sebentar, akhirnya rica2nya jadi, dan wow... rasanya seperti sedang berada di Jogja di sekitar Jalan Kaliurang. Hmmm... nyaaamm.... sedaap.....

Berikut saya bagi resepnya.

Bahan2:
. 1 sdt gula pasir
. 6 cm jahe (saya pake jahe malaysia, klo jahe indonesia cukup kira2 3 sampai 4 cm).
. Tomat 1
. 6 siung bawang merah
. Stgh kilogram daging kambing
. 1 sdt garam
. 1 potong kecil gula jawa
. Kecap sesuai selera
. Cabe sesuai selera

Cara memasak:
. Haluskan bawang merah, garam, tomat, dan cabe (kalau suka).
. Geprak jahe
. Iris daging kecil2 seukuran dadu
. Panaskan minyak dan masukkan gula pasir sampai keluar karamelnya
. Masukkan bumbu dan jahe ke dalam penggorengan. Tunggu sebentar sampai harum dan berubah warnanya
. Tambahkan air lalu masukkan daging kambing. Aduk rata.
. Tambahkan gula jawa dan kecap manis. Aduk rata
. Jangan ditutup. Tunggu sampai air berkurang separuh atau daging empuk.
. Siap dihidangkan.
Selamat mencoba...

Sunday, November 13, 2011

Sejak kapan mulai mendidik anak?

Ketika berkunjung ke rumah co-supervisor saya, Dr. Ibrahima Faye, ada satu diskusi yang cukup menarik, yaitu tentang sejak kapan mulai mendidik anak. Fenomena "ah, dia kan masih kecil, biarkan saja" ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Orang2 tua di negara beliau pun (Senegal, Afrika) juga banyak yang punya pemahaman seperti itu.

Sebenarnya, sejak kapan kita seharusnya mulai mendidik anak? Apakah ketika sudah dewasa, seperti kebanyakan orang orang? Atau kalau tidak, kapan?

# Pendidikan sejak sebelum menikah #
Dalam Islam, proses pendidikan anak sebenarnya dimulai jauh sebelum si anak diciptakan di dunia ini. Teringat dengan jelas pemaparan Ustadz Suprapto Ibnu Juraimi tentang seorang pemuda yang luar biasa. Pemuda itu adalah orang yang sangat jujur, yang tidak mau memakan yang belum jelas asal muasalnya meskipun hanya sebiji apel yang sudah terhanyutkan oleh sungai. Beliau sangat ingin memakan sebiji apel yang hanyut di sungai itu, tapi tidak mau memakannya sampai mendapat ijin dari yang punya apel. Beliau kemudian rela menyusur sungai untuk mencari pemilik apel itu untuk kemudian memohon ijin pemiliknya. Subhanallah. Pemilik pohon itu melihat pancaran kejujuran dari pemuda itu dan kemudian malah memintanya menikahi anak perempuannya. Dan, tahukah siapa pemuda itu? Dialah pemuda yang mulia, yang darinya lahirlah seorang yang juga mulia, yaitu Imam Syafi'i.

# Pendidikan waktu berjima' #
Ini adalah pintu terjadinya pembuahan sel telur, yang nantinya akan berkembang menjadi bayi. Perlu disadari bahwa tidak dalam setiap jima' terjadi pembuahan sel sperma dan sel telur. Tapi, seseorang tidak tahu pasti kapankah pembuahan ini akan terjadi. Oleh karena itu, maka dalam setiap jima', Rasulullah SAW mencontohkan untuk selalu meminta perlindungan dari syaithan. Insya Allah ketika syaithan sudah Allah jauhkan, maka keturunan kita akan dilindungi dari sifat2 jahat, sehingga akan dengan mudah menerima didikan-didikan kebaikan.

# Pendidikan waktu mengandung #
Ketika bayi berada di dalam kandungan, bayi bukanlah makhluk yang tidak bisa berinteraksi dan belajar dari lingkungannya. Pada waktu ini, bayi sudah bisa belajar, terutama dari Ibu. Ketika di dalam kandungan, bayi bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya, bisa mendengarkan apa yang didengarkan atau diperdengarkan oleh ibunya, dan lain-lain.
Oleh karena itu, sewaktu di dalam kandungan, proses pendidikan ini pun juga harus sudah berjalan. Sang ibu sebaiknya lebih menjaga diri, memperbanyak membaca al quran, membiasakan anaknya dengan shalat wajib dan sunnat (tahajud, dhuha, dll). Kata beberapa orang, memperdengarkan musik klasik bisa membuat anak jadi cerdas. Tapi, mengapa harus musik klasik, yang kebanyakan instrumennya merupakan instrumen yang Allah larang (logikanya, jika Allah melarang, tidak mungkin efeknya baik. Jadi, tidak mungkin membuat seseorang jadi pintar)? Lebih baik sang ibu memperdengarkan anaknya dengan Al Quran, ceramah agama, dan lain-lain yang Allah perbolehkan. Sang ayah pun sebaiknya juga berperan serta dalam mendidik anak sewaktu di kandungan. Sang ayah (bersama Ibu) juga bisa membantu mengajak anak berbicara, menceritakan kebaikan-kebaikan, bercerita tentang kekuasaan Allah, dan lain-lain.

# Pendidikan setelah melahirkan #
Tiba saatnya sang bayi  lahir ke dunia. Tangisan kerasnya akan membuat paru-parunya terpenuhi oleh udara dunia. Setelah lahir, maka satu demi satu organ-organnya akan mulai sempurna. mulai dari indera pendengaran, indera penglihatan, kemudian akalnya (seperti diisyaratkan oleh Al Quran). Karena itulah, maka  setelah melahirkan, proses pendidikan pada anak adalah sesuai dengan urutan-urutan ini. Sejak lahir, maka sebaiknya ayah dan ibu mulai mengajaknya berbicara, membacakannya Al Quran ketika menggendong dan mengajaknya, dan kebiasaan-kebiasaan lain.
Salah satu bagian dari pendidikan yang terkait dengan pendengaran adalah bahasa. Masalah bahasa ini harus dirancang dari awal. Bagaimana caranya agar sang anak mendapatkan bahasa sebanyak-banyaknya dari lingkungannya. Ada satu hal yang cukup mengesan dari kunjungan saya ke Dr Ibrahima. Beliau merancang dan membiasakan anaknya dengan multilanguage. Beliau berbicara dengan anaknya dengan bahasa Wolof (bahasa Senegal), istrinya berbicara dengan bahasa Perancis, orang sekitarnya berbicara dengan bahasa melayu, dan sekolahnya mengajarkan dengan bahasa Inggris. Subhanallah, anaknya yang kecil sudah bisa dua bahasa, yaitu Wolof dan Perancis. Anak beliau yang besar sudah bisa 4 bahasa. Subhanallah. Ini bertentangan sekali dengan apa yang dilakukan banyak orang. Di saat orang tuanya adalah Java speaker medhok, mereka mengajarkan anaknya dengan bahasa Indonesia. Alhasil, anaknya tidak bisa berbicara bahasa Jawa sama sekali, hanya bisa tahu saat orang ngomong Jawa. Kalau skenario di rumah, saya kadang ngomong dengan Marwa dan Dzaki dengan bahasa Inggris, dan istri ngomong dengan bahasa Jawa. Dzaki punya kawan orang melayu, jadi dia akan mendapatkan bahsa melayu dari kawannya.

Kapankah mulai melatih kebiasaan-kebiasaannya?
Untuk melatih kebiasaan-kebiasaan baik, semakin awal semakin baik. Menginjak umur 2 tahun, maka dia akan mulai mempunyai keinginan untuk berkata "tidak". Oleh karena itu, menurut saya, pembiasaan-pembiasaan sebaiknya dilakukan jauh sebelum mereka bisa berkata "tidak". Semakin bertambah usianya, dia akan punya pendirian sendiri dan mungkin menambah kata "tidak"nya. Disuruh ini, "tidak", disuruh itu, "tidak". Teringat dialog antara seorang bapak dan seorang ulama:
Bapak: "sejak kapan saya harus memulai mendidik anak saya?",
Ulama:  "berapa umur anakmu?",
Bapak: "5 tahun"
Ulama: "anda sudah terlambat".

Cerita ini sudah beberapa lama saya dengar dan sekarang saya baru benar-benar merasakannya. Saat ini anak pertama saya, Dzaki, baru menginjak umur keduanya. Sekarang dia sudah mulai bisa berkata "moh" dan sering punya keinginan sendiri yang berbeda dengan keinginan kami. Alhamdulillah kami sudah mulai membiasakan banyak sekali kebiasaan-kebiasaan baik sejak lama (misal membaca basmalah ketika naik mobil, atau mau melakukan aktivitas2 lain, berdo'a sebelum tidur, membaca alhamdulillah setelah bersin, memperhatikan suara adzan dan mendatangi surau untuk shalat, dan lain-lain). Kami merasakan sekali bedanya bagaimana respon Dzaki terhadap kebiasaan-kebiasaan yang sudah kami tanamkan sejak sebelum dia bisa berkata 'moh' itu dengan kebiasaan-kebaisaan yang baru saja ingin kami tanamkan. Kadang kalau dia lagi ngambeg, kadang dia tidak mau melakukan hal yang disuruh (di luar kebiasaan tadi). Tapi meskipun dalam kondisi ngambeg, kebiasaan yang sudah biasa dia lakukan itu pun tetap mau dengan senang hati dia lakukan (kadang kami merasa menyesal, karena ternyata banyak hal-hal yang seharusnya kami biasakan sebelum dia berkata 'moh').

Semoga ini bisa jadi pelajaran kita bersama, termasuk untuk saya sendiri. Semoga kita dan anak kita menjadi generasi-generasi yang shalih shalihah, mujahid/ah yang Allah cintai dan mencintai Allah, bersungguh-sungguh dalam setiap urusannya, dan tidak takut menghadapi masalah masalah di dunia ini. Aamin.

Robbanaa hablanaa min azwaajina wa dzurriyaatina qurrata a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imaama.
Robbij'allii muqiimassholaati wa min dzurriyatii. Robbanaa wa taqabbal du'aa'

NB: Pendidikan anak yang muncul dalam tulisan ini hanya secuil dari proses mendidik anak. Pendidikan anak adalah proses panjang, berliku, dan tidak sesimple apa yang ada di tulisan ini. Semoga pada kesempatan lain, saya bisa berbagi pengalaman lain terkait pendidikan anak ini.

Saturday, November 12, 2011

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai....

Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama).

#1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan)
Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan.

#2. Administrasi setelah melahirkan
Di klinik biasanya tidak ada fasilitas untuk kelahiran bayi. Jadi, untuk melahirkan harus di rumah sakit swasta atau rumah sakit kerajaan (pemerintah). Kalau tidak salah, kalau di rumah sakit swasta dokternya bisa milih, kalau di rumah sakit kerajaan, dokternya sesuai yang bertugas pada waktu melahirkan. Tapi, dari segi administrasi, di swasta maupun di kerajaan prosedurnya akan sama, yaitu si ibu akan diminta untuk segera melapor ke klinik terdekat. Dengan melapor, maka klinik akan bisa memonitor kondisi ibu dan bayi dalam waktu 2 bulan pertama. Pada beberapa minggu pertama, bidan2 yang akan datang ke rumah. Selepas itu, kita yang harus datang ke klinik untuk mengecek kondisi bayi.

#3. Administrasi kependudukan
#3.a. Sijil Lahir
Segera setelah si bayi lahir, ayah sebaiknya segera melaporkan kelahiran anaknya ke JPN (Jabatan Pendaftaran Negara) terdekat. Syarat ketika melapor ke JPN adalah (bisa berubah sewaktu2):
- Paspor (foto kopi dan asli) bapak dan ibu
- Surat nikah (foto kopi dan asli) bapak dan ibu
- Surat keterangan dari dokter yang membantu persalinan
- Kartu imunisasi (buku)
- Form pengesahan kelahiran
Setelah dari JPN, maka kita akan mendapatkan sijil lahir (birth certificate).


#3.b. Akte kelahiran dan Paspor
Sijil lahir saja tidak cukup, karena di sijil lahir itu hanya dikatakan bahwa bayi bukan anak dari warganegara. Oleh karena itu, hak-hak warga negara malaysia pun juga tidak akan didapatkan oleh si bayi (misal pemeriksaan gratis di klinik).
Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengurus akte kelahiran. Akte ini bisa didapatkan di KBRI. Untuk mendapatkan akte, yang diperlukan hanyalah foto kopi sijil kelahiran, foto kopi paspor dan visa. Prosesnya biasanya akan memakan waktu satu hari.

#3c. Paspor
Inilah repotnya, di KBRI malaysia, satu dokumen harus satu hari. Kenapa tidak dalam satu hari akte dan paspor jadi, padahal syaratnya hampir sama.... So, kalau mau urus paspor, dari rumah, siapkan bekal baju yang cukup untuk si anak dan kita untuk menginap sehari di KL.
Syarat untuk mendapatkan paspor adalah (sumber):
- mengisi formulir SPLP
- surat nikah dan paspor (+visa) orang tua (asli n foto kopi)
- sijil lahir
Biaya untuk mendapatkan paspor 24 halaman adalah 18 ringgit, sedangkan untuk yang 48 halaman adalah 74 ringgit.

#3d. Visa
Urusan di Kuala Lumpur sudah selesai, tinggal urusan Visa di Kantor Imigresen (Imigrasi) terdekat. Untuk mendapatkan visa anak, ada beberapa syarat yang harus dibawa:
- surat akuan (dari pesuruh sumpah)
- surat nikah (foto kopi dan asli)
- paspor orang tua (foto kopi dan asli)
- akte kelahiran KBRI (foto kopi dan asli)
- foto anak ukuran paspor
- acknowledgement letter dari tempat kita (belajar atau bekerja)

Pada waktu kita datang memasukkan formulir, pihak imigresen akan memberikan cap visa selama 30 hari (membayar 100 ringgit). Setelah proses selama 7 hari, barulah mereka akan menerbitkan visa multiple entry selama yang diminta (untuk visa satu tahun, bayarnya 105 ringgit).

Demikian, mudah2an bermanfaat.

Sunday, October 2, 2011

Removing date in lyx render

I am a new user of LyX and I am very excited with the ability and realize how easy to produce scientific writing using LyX. Especially when it is combined with Mendeley and JabRef. What a tools... :D

When we render our lyx file, by default there will be a date below the title. Here is how we can remove the date:
1. Click on Document --> Settings
2. See the left pane, click on LaTeX Preamble
3. Simply add \date{} inside the box on the right pane.
4. Click OK
5. Try to compile your document, voila... we remove the date...

Hope to see you again in another tutorial... :D

Tuesday, April 5, 2011

Resep Spaghetti Jawa

Kami sekeluarga tidak suka saos, tapi kami pengen makan spagethi. Nyari resep sana sini nemunya semua make oregano n saos. Akhirnya kami coba-coba bikin resep sendiri. Dan, alhamdulillah hasilnya enak sekali. Bahkan Dzaki, anak kami, makan dengan lahapnya. Berikut resepnya:

Spaghetti 200 gram
Daging cincang 200 gram
Tomat 4 biji
Bawang bombay 1 siung

Bumbu:
- 3 siung bawang putih
- merica secukupnya
- garam secukupnya

Cara memasaknya:
. Rebus spaghetti dalam air mendidih selama kurang lebih 10 menit
. Rebus tomat sampai kulitnya layu. Tiriskan, kupas kulitnya, lalu blender.
. Haluskan semua bumbu
. Tumis bawang bombay yang sudah diiris tipis, lalu masukkan bumbu, tomat, daging cincang, tambahkan sedikit gula.
. Angkat dan tiriskan spaghetti
. Tuangkan bumbu di atas spaghetti, tambahkan kecap manis sesuai selera.

Selamat mencoba.

Thursday, March 31, 2011

Mati

Santri Mesir: tidak ada islam kaffah??

Allah tidak menurunkan ke muka bumi sejak adam diciptakan melainkan fitnah Dajjal.

Dajjal adalah sebuah sistem yang mungkin sudah ada sekarang.

Dialog Izrail dan Nabi Muhammad

-------------
Sent from my heart
Powered by silaturahim

2011-01-16 pak askar

Per tahun rata2 24 kasus bunuh diri di golden gate.

Pentingnya menjaga hati dan suasana hati.

Kedewasaan seseorang ditentukan bagaimana dia tidak membawa masalah luar ke dalam rumah.

Senantiasa minta Allah untuk membimbing kita agar kita bisa membina keluarga dan orang2 di bawah kita.

Kemampuan kepemimpinan terkait kemampuan mengelola keluarga.

Harus seimbang antara akal, fisik dan hati -> tawazun.

Banyak kasus pendeta gay, aborsi di toilet2 gereja, dan kasus lain.

Rasul diutus untuk:
. Mengajarkan ayat Allah dan hikmah
. Mensucikan manusia
. Membacakan ayat2 Allah
. Mengajarkan apa yang belum manusia ketahui

Tarbiyah ruhiyah:
. Muraqabatullah
. Ma'iyatullah (perasaan selalu bersama Allah)
. Mu'aqobatullah (bahwa apapun yang dilakukan akan mendapat balasan dari Allah)
. Muhasabah
Hassibuu qobla antuhassabuu.

Orang shaleh seperti singa di siang hari dan rahib di malam hari.

-------------
Sent from my heart
Powered by silaturahim

2011-01-09 P Asykar

Setiap nabi zakaria masuk ke mihrab maryam, sudah didapati makanan.

Mulkan jabarian: umat Islam dipimpin oleh raja
Mulkan althor: umat islam dipimpin raja diktator

Darah yang paling murah adalah darah kaum muslimin.

Abad 15 h adalah abad kebangkitan islam

Kaum muslimin dan Islam seperti orang main layangan.

Murid Imam Ahmad menanyakan sampai kapan kebatilan itu? Imam Ahmad menjawab: "Tidak, selama kebenaran itu tetap ada di dalam hati kita".

Dulu UIA pernah mau didirikan di Indonesia (bekasi), tp karena ketika itu kepemimpinan bukan islam, tidak jadi.

Allah memberi semangat pada orang Islam: jangan merasa lemah, jangan bersedih hati, dan kalianlah yang paling tinggi jika kalian benar-benar beriman (ali imran 139).

Ujian adalah sunnatullah agar terpilih siapa yang berjihad dan siapa yang bersabar.

Orang yang berjuang di jalan nabi:
- tidak wahn
- tidak lemah
- tidak istikanah (menyerah kepada keadaan dan tidak mau lagi berjihad).

-------------
Sent from my heart
Powered by silaturahim