Thursday, January 22, 2009

Nilai Logika Matematika yang mengagetkan

Adalah sangat membahagiakan bagi seorang pendidik ketika orang-orang yang dididiknya bisa menyerap ilmu-ilmu yang disampaikan. Adalah hal yang sangat membahagiakan bagi seorang dosen apabila mahasiswa-mahasiswanya mendapatkan nilai bagus-bagus dalam kuliah yang diampunya.

Semester ini, kuliah logika matematika membuat saya kaget. Pasalnya, mahasiswa yang saya prediksi akan mendapatkan nilai bagus (karena keaktifan di kelas, dan nilai lain-lain yang bagus), "terpaksa" mendapatkan nilai kurang bagus karena nilai UASnya tidak bagus (porsi UAS memang saya buat paling besar).

Untuk soal UAS, memang untuk kali ini saya buat sedikit "menjebak". Ada beberapa soal yang jawabannya saya sembunyikan dan sedikit saya samarkan. Tapi yang jadi masalah, kenapa justru yang saya kira "pinter" kok malah yang terjebak? Atau saya yang salah memetakan mana mahasiswa yang "pinter"?

Saya jadi bertanya-tanya:
- Apakah soal saya yang bermasalah? Atau?
- Apakah saya kurang jelas dalam menyampaikan di kelas? Atau?
- Apakah karena mereka terbiasa dengan sifat soal yang gamblang dan terlalu "kelihatan" jawabannya? Sehingga dengan PD mereka menjawab yang kelihatan benar, padahal disamarkan.

Mungkin ke depan, hal ini bisa dijadikan pelajaran:
- tidak usah "jebak menjebak" atau "samar menyamar". Atau kalau memang mau seperti itu, ya sejak di awal kuliah, mereka harus dibiasakan untuk "dijebak". Kalau sejak awal terbiasa dimanja dan disajikan dengan gamblang, ya ketika dijebak mereka tidak sadar.
- mungkin porsi penilaian bisa diratakan saja. Tidak usah salah satunya memuat porsi yang dominan di atas yang lain. Hasil akhir penting, tapi proses pun juga sangat penting.

=== Setiap semester, setiap angkatan, bahkan setiap hari, seorang pendidik harus mengevaluasi, bahkan untuk mengevaluasi dirinya sendiri ===

7 comments:

henry said...

setujuuuu pak...saya juga koreksi tugas2 logma dosen pak hermanto...rata2 yang dapat nilai bagus bisa dihitung dengan jari...dari 82 mahasiswa paling hanya segelincir anak yang bagus. dan nilai yang lain juga begitu....hehehehe...pusing juga yach pak memberi nilai kepada orang....(henry mhs.t.informatika uii 2006)

dieyou said...

wah serem sering menjebak rupanya AA' nie hihihihi

Anonymous said...

wah

makanya kalau liat orang jangan hanya pas di kelas keliatan pinter

soalnya biasanya orang pinter itu ga mau nunjukin kalau dia pinter

Arwan Ahmad Khoiruddin said...

#anonimous

Sepertinya memang iya. Untuk semester depan, saya sudah menyiapkan detektor orang pinter kok. hahaha

Cita Brainyheart said...

wah, saya malah tertarik sama detektor orang pinter-nya Pak. hehe...

faiz hanzo said...

gag seru dunk Om kalo ngajarin orang pinter2 mulu,
sekali-kali da tantangan minterin orang ber-IQ tiarap tu.....
kalo sukses Om berhak dapet gelar Mahaguru tu..hwe he...

Anonymous said...

saia kok agak tertarik sama yg jebak - jebakan ya, kayanya perlu juga, soalnya kalo g pernah kejebak seringkali g terlalu bisa ngambil perlajaran
wakakakakak