Skip to main content

Bekam

Rasulullah adalah teladan dan sumber ilmu dalam banyak hal. Salah satunya adalah dalam hal kesehatan. Ada satu tradisi kesehatan Rasulullah yang akhir-akhir ini jadi fenomena yaitu bekam.

Bekam adalah sebuah cara pengobatan dengan cara menyayat atau sedikit menusuk bagian tubuh tertentu kemudian menyedot darah di bagian tersebut dengan menggunakan "kop". Pada zaman Rasul, kop yang digunakan adalah dari tanduk. Pada masa kini, kop yang digunakan adalah dari gelas yang dirancang khusus untuk mempermudah proses bekam.

Pada masa Rasulullah, ada sembilan titik tubuh yang dibekam, salah satunya adalah kahil. Kahil adalah tempat di bagian belakang tubuh yang berada di antara dua tulang iga agak ke atas. Kahil adalah tempat paling favoritnya Rasul, karena setiap bekam Rasul meminta untuk selalu membekam Kahil. Konon, setelah diteliti dunia medis, kahil adalah tempat yang merupakan pusat dari semua aliran darah, sehingga wajar jika Allah mengilhamkan kepada Rasul untuk membekam daerah ini.

Bekam bisa dilakukan oleh siapa saja dan dapat dilakukan untuk siapa saja. Bekam mempunyai efek samping yang bisa dikatakan hampir tidak ada. Efek samping yang mungkin muncul hanyalah masuk angin atau pegal-pegal. Oleh karena itulah, anak kecil pun juga boleh dibekam. Bekam inipun tidak terlalu rumit. Titik-titik bekam bukan merupakan titik yang terlalu kecil dan sensitif, sehingga bekam ini sangat aman dan bisa dilakukan siapa saja bahkan oleh anak kecil. Teman saya, Pak Supri, sejak beberapa tahun terakhir selalu meminta anaknya untuk membekam (anaknya sekarang berusia 10 tahun)

Bekam ini baiknya dilakukan setiap bulan, akan tetapi menurut Rasulullah, ada beberapa waktu-waktu yang afdhol untuk berbekam, yaitu tanggal 17, 19, atau 21 bulan hijriah. Konon, karena tubuh kita 80 persen terdiri dari air, maka sifat-sifat air pun juga ada dalam tubuh kita, antara lain bahwa air terpengaruh oleh bulan (ingat pelajaran di SMP bahwa air laut pasang pada sekitar bulan purnama). Seorang teman di Rumah Sakit Jiwa juga bercerita bahwa ternyata emosi pasien mereka juga terpengaruh oleh Bulan. Biasanya mereka lebih sulit terkontrol pada tanggal 13 ke atas. Bahkan pada beberapa pasien, sejak tanggal 10 mereka harus dipisahkan dari pasien yang lain sampai sekitar tanggal 20an, karena emosi mereka yang tiba-tiba memuncak.

Benarlah, bahwa apa yang Rasul lakukan bukanlah dari nafsu beliau, tapi dari wahyu yang turun.

Shodaqallahul 'adzim, wa shodaqo rasulihil kariim.

Comments

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid