Monday, January 12, 2009

Bekam

Rasulullah adalah teladan dan sumber ilmu dalam banyak hal. Salah satunya adalah dalam hal kesehatan. Ada satu tradisi kesehatan Rasulullah yang akhir-akhir ini jadi fenomena yaitu bekam.

Bekam adalah sebuah cara pengobatan dengan cara menyayat atau sedikit menusuk bagian tubuh tertentu kemudian menyedot darah di bagian tersebut dengan menggunakan "kop". Pada zaman Rasul, kop yang digunakan adalah dari tanduk. Pada masa kini, kop yang digunakan adalah dari gelas yang dirancang khusus untuk mempermudah proses bekam.

Pada masa Rasulullah, ada sembilan titik tubuh yang dibekam, salah satunya adalah kahil. Kahil adalah tempat di bagian belakang tubuh yang berada di antara dua tulang iga agak ke atas. Kahil adalah tempat paling favoritnya Rasul, karena setiap bekam Rasul meminta untuk selalu membekam Kahil. Konon, setelah diteliti dunia medis, kahil adalah tempat yang merupakan pusat dari semua aliran darah, sehingga wajar jika Allah mengilhamkan kepada Rasul untuk membekam daerah ini.

Bekam bisa dilakukan oleh siapa saja dan dapat dilakukan untuk siapa saja. Bekam mempunyai efek samping yang bisa dikatakan hampir tidak ada. Efek samping yang mungkin muncul hanyalah masuk angin atau pegal-pegal. Oleh karena itulah, anak kecil pun juga boleh dibekam. Bekam inipun tidak terlalu rumit. Titik-titik bekam bukan merupakan titik yang terlalu kecil dan sensitif, sehingga bekam ini sangat aman dan bisa dilakukan siapa saja bahkan oleh anak kecil. Teman saya, Pak Supri, sejak beberapa tahun terakhir selalu meminta anaknya untuk membekam (anaknya sekarang berusia 10 tahun)

Bekam ini baiknya dilakukan setiap bulan, akan tetapi menurut Rasulullah, ada beberapa waktu-waktu yang afdhol untuk berbekam, yaitu tanggal 17, 19, atau 21 bulan hijriah. Konon, karena tubuh kita 80 persen terdiri dari air, maka sifat-sifat air pun juga ada dalam tubuh kita, antara lain bahwa air terpengaruh oleh bulan (ingat pelajaran di SMP bahwa air laut pasang pada sekitar bulan purnama). Seorang teman di Rumah Sakit Jiwa juga bercerita bahwa ternyata emosi pasien mereka juga terpengaruh oleh Bulan. Biasanya mereka lebih sulit terkontrol pada tanggal 13 ke atas. Bahkan pada beberapa pasien, sejak tanggal 10 mereka harus dipisahkan dari pasien yang lain sampai sekitar tanggal 20an, karena emosi mereka yang tiba-tiba memuncak.

Benarlah, bahwa apa yang Rasul lakukan bukanlah dari nafsu beliau, tapi dari wahyu yang turun.

Shodaqallahul 'adzim, wa shodaqo rasulihil kariim.

No comments: