Skip to main content

Memberesi masalah permission denied di XAMPP ubuntu

Ketika xampp kita sudah jalan di ubuntu, permasalahan yang mungkin muncul adalah permasalahan di permission. Mungkin kita bisa membuat folder dan file ke folder dari terminal. Misalnya dengan mengetikkan

sudo mkdir /opt/lampp/htdocs/arwan

kemudian

sudo gedit /opt/lampp/htdocs/arwan/index.php

Akan tetapi ketika kita mencoba mengaksesnya, misalnya untuk mengakses index.php yang kita buat, yaitu ketika kita ketikkan http://localhost/arwan/index.php atau http://localhost/arwan, maka akan muncul pesan yang menyatakan permission denied. Ada apakah itu???

Jawabannya, itu terjadi karena permission yang ada di file-file htdocs. Untuk mengatasinya, ada dua cara yang bisa digunakan.

Cara pertama: setiap kali kita membuat file di folder tertentu, maka setiap kali itu pula kita mengubah permission rule-nya. Misalnya kita buat file config.php, connection.php, guestbook.php di bawah folder /arwan/, maka setelah file-file tersebut selesai kita buat, kita bisa mengetikkan di terminal:

sudo chmod 777 /opt/lampp/htdocs/arwan/*

Cara kedua: ubah saja owner htdocsnya langsung, sehingga kita bisa membuat folder, menghapus folder, mengubah nama folder, membuat file, mengubah file, menghapus file, dan melakukan aktivitas-aktivitas menarik lainnya secara langsung di htdocsnya tanpa terganggu lagi pesan permission ini dan juga tanpa terganggu keharusan untuk mengubah permission rule. Caranya adalah: ketikkan di terminal:

sudo chown -Rh arwan:arwan /opt/lampp/htdocs

Maka, selesailah semua masalah.... dunia kembali bersinar...

Comments

Anonymous said…
terima kasih buat tulisannya mas arwan, sangat membantu
bangsaid said…
Subhanalloh... Berhasil
Makasih nih mas Ilmunya ;-)
Okki said…
alhamdulilah akhirnya ketemu juga mas..terima kasih banyak yah...
Okki Setyawan said…
terima kasih banyak mas...sukses nih

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid