Monday, September 3, 2007

Kurasa aku jatuh cinta lagi

Sejak semalam, aku merenungkan tentang pekerjaanku di UII yang sudah delapan bulan. Delapan bulan terasa begitu cepat, aku berpikir apakah karena memang tidak kurasakan atau karena aku menikmati pekerjaanku di sini sebagai dosen.

Setelah kupikir pikir, rasanya itu memang karena aku menikmati pekerjaanku sebagai dosen. Rasanya aku jatuh cinta pada pekerjaan ini. Rasanya senang sekali bisa belajar dan mengajari ilmu yang dipelajari itu.

Rasanya, indah sekali ketika bisa membuat mahasiswa tahu dan paham akan suatu ilmu. Senang sekali rasanya ketika setelah ikut kuliahku mahasiswa mendapatkan ide dari apa yang dipelajari di kelas. Senang sekali ketika mahasiswa bisa mengerti dan bisa mengerjakan semua yang aku ujikan. Senang sekali ketika di form yang kuajukan ke bagian nilai, ada beberapa mahasiswa yang nilainya 100. Aduh, senangnya….

Kurasa, aku jatuh cinta lagi, jatuh cinta dengan pekerjaanku sebagai dosen.

3 comments:

top-iex said...

Melihat judulnya pertama kali, saya pikir apa yang terjadi dengan Pak Arwan sama dengan apa yang terjadi dengan saya. Tetapi ternyata berbeda, meskipun tetap ada persamaannya.

Persamaannya adalah sama-sama "jatuh cinta lagi".

Perbedaannya terletak pada obyeknya. Obyek cintanya Pak Arwan adalah sesuatu yang dibendakan (mengambil istilah resmi dalam Bahasa Indonesia, :D). Sedangkan obyek cinta saya adalah benda dalam bentuk orang.

Orang itu tidak hanya satu. Lebih tepatnya 3. Yaitu Mr. X, Mbah Darmo, dan Pak Arwan. Kecintaan saya pada mereka adalah dalam hal kecepatan memberikan jawaban saat mereka dipanggil. Jawaban mereka sangat cepat, seperti tidak perlu berpikir lagi.

Saya membayangkan suatu saat percakapan antara Pak Arwan dan saya seperti ini dapat dilakukan dengan cepat:
Pak Arwan : "Pak Taufiq"
Saya : "Pak Arwan"

Dengan nada dan secepat percakapan ini:
Saya : "Pak Arwan"
Pak Arwan : "Pak Taufiq"

Seperti percakapan ini:
Mr. X : "Mbah Darmo"
Mbah Darmo : "Mr. X"

Nb: Mohon maaf bagi yang tidak pernah menonton Asal Plesetan

Mini said...

Syahru Jihadiyah!!!

Di bulan Ramadhan yang mulia ini. Terkadang kata terucap menyakitkan dan tindakan tak terkendali. Keluarga besar "Mini"
Mohon keihklasan untuk dimaafkan. Dan semoga Ramadhan kali ini Bisa membentuk kita menjadi hamba yang taqwa kepadaNya.

Subhanallah...

Dalam hidup banyak sekali hal yang menumbuhkan rasa cinta.
cinta kepada Allah, karena Allah, untuk Allah adalah yang tertinggi.
Cinta pekerjaan untuk berda'wah. Hm, subhanallah.....
Saling berbagi ilmu kepada orang lain. Sungguh sangat menyenangkan.

Sungguh apapun yang kita lakukan jika bukan untukMu sia-sia Ya Rabbi...

Semoga kita termasuk roang-orang yang selalu diberi semangat, ilmu dan kesempatan memberikan manfaat kepada orla demi mendapat ridlo dan cintaNya. amiiin.........

Andos said...

Wah, selamat ya pak Dosen. Tapi koq facenya muda banget :)