Skip to main content

Penggunaan klasiber

Sudah genap satu semester aku ngajar di Informatika UII. Selama waktu itu, banyak hal yang perlahan-lahan aku pelajari. Salah satunya adalah perilaku mahasiswa terkait dengan pembelajaran mereka.

Kebetulan di teknik informatika kita menggunakan sarana belajar online yang kami sebut sebagai klasiber (http://klasiber.net). Ide awalnya si mungkin agar klasiber ini bisa membantu mahasiswa dalam belajar mereka. Akan tetapi, selama pembelajaran satu semester kemarin ternyata hal ini tidak banyak saya temui. Klasiber seolah malah jadi tempat pelarian bagi mereka yang jarang masuk dan atau tidak pernah nyatet di kelas. Artinya, mereka kemudian menggantungkan klasiber untuk dapat materi kuliah tanpa ada usaha untuk masuk ataupun mencatat yang disampaikan dosen kalau mereka masuk.

Dari sana saya mulai sedikit belajar, bahwa klasiber sebenarnya bisa dimanfaatkan tanpa membikin mereka jadi malas. Kuncinya adalah menjadikan klasiber sebagai pendamping dari pembelajaran di kelas, bukan
duplikasi dari pembelajarn di kelas. Artinya bahwa, pembelajaran di kelas akan lengkap dan mudah dengan pembelajaran mereka di klasiber.

Mulai semester pendek ini, saya tidak akan pernah ng-upload materi kuliah saya di klasiber. Mulai semester pendek ini, klasiber hanya akan saya gunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
- upload software yang diperlukan untuk perkuliahan (misalnya untuk kuliah logika matematika, saya upload-kan multimedia logic – tentu saja yang ukurannya kurang dari 2 MB)
- pengumuman-pengumuman
- tugas-tugas dan kuis online
- dan tidak akan pernah ada lagi materi perkuliahan kelas yang diupload di klasiber

Comments

Anonymous said…
klasiber jadi sepi ki pak nek nga ada tugas :)
jemiro said…
inginnya berdampak positif ternyata malah disalah gunakan, memang tidak ada jalan lebih efektif selain langsung mengajar di kelas :)

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid