Wednesday, March 7, 2007

Akal Manusia

Manusia diciptakan dengan diberi satu karunia yang tidak diberikan Allah kepada makhlukNya yang lain, yaitu akal. Dengan akal itulah, manusia diberi amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi, agar manusia mengolah apa yang ada di muka bumi ini dengan baik, dengan akal yang diberikan pada mereka.

Akal merupakan bagian dari sistem yang dimiliki oleh manusia. Ia adalah bagian dari sebuah sistem dimana terdapat input, output, dan dia sendiri sebagai pengolahnya. Dan karena input selalu didapatkan secara simultan dari lingkungan (baik input dari mata, telinga, dan bagian tubuhnya yang lain), maka proses yang dilakukan oleh akal pun terjadi secara simultan setiap saat.

Pertanyaan selanjutnya adalah: “seperti apakah outputnya?”

Output dari akal bisa berupa banyak hal. Ada yang berupa tindakan, ada yang berupa perkataan, dan ada yang berupa tulisan, ada juga yang hanya berupa kegundahan-kegundahan dalam diri.

Dengan demikian, maka kita bisa mengelompokkan output dari proses akal itu dalam 2 kelompok:

- output yang dipendam
- output yang ditampakkan

Output yang dipendam tidak akan memberikan efek langsung ke lingkungan sekitar, tapi ia akan membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh: orang yang berpikir tentang hal-hal yang baik, walaupun pemikiran itu tidak didialogkan, maka hal itu akan mengarahkan dia suatu saat nanti menjadi orang yang baik. Demikian pula sebaliknya.

Output yang ditampakkan akan memberikan efek yang langsung pada lingkungan sekitar. Jadi, kita harus benar-benar berhati-hati dalam mengendalikan output yang kita tampakkan. Apabila kita tidak mengendalikan output ini, baik dengan tindakan yang tidak terkendali, perkataan yang tidak terkendali, tulisan yang tidak terkendali, dan lain-lain, maka akibatnya akan dirasakan oleh orang lain atau lingkungan yang berada di sekitar kita.

Jadi, wahai akal, jadilah pengolah yang baik dalam sistem ini. Bekerjasamalah dengan hati nurani, sehingga kau jadi pengolah yang baik.

Bismillah. Rabbi… bimbinglah akalku… sehingga aku menjadi orang yang lebih baik…lebih baik…dan lebih baik lagi. Amin.

1 comment:

badrudin said...

benar sekali bahwa akal manusia itu terbatas. tapi kenapa ya banyak yg masih tidakm menerimakebenaran jika kebenaran itu tidak masuk akal.