Skip to main content

Solusi problem di karmic: cannot update .ICEauthority

Welcome to the jungle...

Menurut saya, linux adalah seperti sebuah hutan belantara. Antara satu entitas dengan entitas yang lain sering saling terpisah. Di hutan belantara, kalau kita meletakkan seekor atau sekawanan hewan baru berarti alam perlu menyesuaikan diri agar menjadi seimbang. Demikian juga dengan linux, ketika kita menginstall sesuatu yang baru, kadang linux harus kita set ulang, karena kadang ada masalah-masalah yang timbul di tempat lain gara-gara spesies software yang baru kita letakkan di hutan linux itu.

Salah satu buktinya adalah pada waktu saya nginstall karmic (ubuntu 9.10). Setelah saya nginstall semuanya, saatnya saya menginstall virtualbox kemudian menginstall windows xp dan customisasi XP itu. Instalasi berjalan lancar. XP juga berjalan lancar. Tapi, ketika saya reboot linux saya, eee... tahu-tahu muncul peringatan pada saat mau login: could not update .ICEauthority. Saya pencet OK, lha kok malah toolbarnya linux malah hilang... We la dalah... piye iki...

Browse sana sini, akhrinya ketemu dengan forum ubuntu yang membahas hal itu. Ternyata langkahnya cukup mudah...

1. Kalau ini terjadi, biasanya sistem akan sedikit mencla mencle... artinya kadang bisa masuk normal kadang tidak. Nha, kalau anda masih bisa login normal, cobalah masuk ke dalam terminal. Jika memang tidak bisa masuk dalam keadaan normal, misal seperti kasus saya, toolbarnya hilang, cobalah akali dengan membuat launcher di desktop. pilih tipenya adalah application in terminal. untuk commandnya, ketik apa saja, lah, terserah. Setelah launcher itu jadi, maka double klik pada launcher itu, maka akan masuk kepada terminal, dan akan muncul "failed to create child process". Lha iyalah, masak ya iya dong... lha wong emang command kita juga asal, kok... jangan khawatir... pilih file kemudian new tab.

2. Kita perlu mengubah empunya sekaligus mengubah hak akses file .ICEauthority. Caranya adalah dengan mengetikkan (sesuaikan nama user dengan user anda sendiri):

- sudo chown arwan:arwan /home/arwan/.ICEauthority
- sudo chmod 644 /home/arwan/.ICEauthority

seperti anda ketahui, chown adalah mengubah pemilik file, yang dari awalnya dimiliki oleh user root di group root menjadi arwan di group arwan). Sedangkan chmod adalah mengubah hak akses terhadap file tersebut. 644 berarti file itu bisa dibaca dan ditulisi oleh user tersebut, bisa dibaca oleh siapapun yang berada di group arwan, dan juga bisa dibaca oleh user-user lain di luar group arwan.

Demikian, semoga bermanfaat.

NB: cara ini hanya bisa ampuh untuk folder home yang tidak terenkripsi. Untuk yang terenkripsi, mungkin anda bisa merujuk ke sumber lain.

Comments

Popular posts from this blog

Find JIRA issues mentioned in Confluence Page

I have been walking through a lot of pages in internet but have not found any answer except one. However, the answer is not complete, so I will share my experience here. This feature is very useful, especially to summarize the issues found during certain tests, where the tests are reported in a confluence page. I found that there are so many questions about this, but Atlassian seems does not want to bother with this request. I found one way to do this by the following tricks Take one JIRA issue that related to the target confluence page (in this case, say it is GET-895) Find the global ID of a JIRA issue: http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink It will show the JSON like this: [{"id":28293,"self":"http://bach.dc1.scram.com:8080/rest/api/latest/issue/GET-895/remotelink/28293","globalId":"appId=662e1ccf-94da-3121-96ae-053d90587b29&pageId=105485659","application":{

Mininet/Containernet Problem: Exception: Error creating interface pair (s2-eth5,s3-eth1): RTNETLINK answers: File exists

If you did not shut down the previous running mininet/containernet network (e.g. if you lose your connection to remote server), you will got the following error when you try to rerun your mininet network Traceback (most recent call last): File "./mynet.py", line 31, in <module> net.addLink(d2, s1) File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/net.py", line 403, in addLink File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 430, in __init__ File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/link.py", line 474, in makeIntfPair File "build/bdist.linux-x86_64/egg/mininet/util.py", line 202, in makeIntfPair Exception: Error creating interface pair (d2-eth0,s1-eth2): RTNETLINK answers: File exists In order to solve the problem, you need to clean up the previous running topology by using the following command sudo mn -c It will clean up all your cache. It will be something like this $ sudo mn -c *** Re

Akte, paspor, dan visa untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia

Alhamdulillah, akhirnya urusan administrasi kenegaraan-nya Marwa sudah hampir selesai. Kemarin sore, di paspor marwa sudah ada visa pelancong selama 30 hari, tinggal nunggu proses di Putrajaya selama 7 hari untuk mendapatkan Multiple Entry-nya. Selepas itu, selesai.... Di dalam tulisan ini, saya pengen sedikit cerita pengalaman saya mengurus administrasi untuk anak Indonesia yang lahir di Malaysia (saya tidak tahu apakah untuk di negara lain prosedurnya juga sama). #1. Administrasi di klinik terdekat (sebelum melahirkan) Sebelum istri melahirkan, istri disarankan untuk mendaftar dan memeriksakan kandungannya secara rutin di klinik terdekat (meskipun hanya klinik, tapi fasilitas pemeriksaan dan labnya cukup lengkap dan canggih). Pada fase ini, istri akan diberi buku pemeriksaan. Buku ini penting untuk mengetahui kondisi si ibu, dan perkembangan janin. Buku ini akan diisi oleh dokter atau perawat yang memeriksa kandungan. #2. Administrasi setelah melahirkan Di klinik biasanya tid