Skip to main content

Posts

Ngakali blocking youtube

Seperti sudah kita ketahui, sejak beberapa hari yang lalu, depkominfo dan beberapa ISP di Indonesia (telkom, indosat, dll) berusaha unjuk gigi dengan melakukan blocking terhadap beberapa situs yang mempunyai video fitna. Salah satu di antaranya adalah youtube. Sejak pemblokiran itu, kalau kita ketik alamatnya di browser kita (http://youtube.com), maka yang muncul adalah pesan bahwa page not found (error 404). Akan tetapi, sepandai-pandai orang memagari rumah, pasti ada celah untuk masuk, sekecil apapun celah itu. Terhadap pemblokiran ini, masih banyak celah yang bisa dipakai. Salah satunya adalah dengan meminjam proxi di negara lain selain Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan software. Salah satu software yang bisa digunakan adalah OperaTor . OperaTor adalah sebuah browser yang secara otomatis mengambil proxi bebas dari negara lain. Kita bisa melihat efek dari software ini dengan mengakses http://cmyip.com. Gambar berikut merupakan capture dari akses cmyip dengan men...

Cerita Pasukan Arung Jeram Informatika

Sebenarnya pengen cerita banyak tentang raker dan arung jeram di Magelang kemarin Kamis s.d. Sabtu, 10-12 April, tapi Bu Ami dan Mas Andri dan cerita, jadi ndak usah aja. Yang pasti, arung jeramnya muenuariiiik buanget. Pengen arung jeram lagi kalau ada duit dan temen.

Pandangan Hidup Mahasiswa

Kuliah di UNY, artinya harus siap dengan HPT . HPT di sini bukan Himpunan Putusan Tarjih-nya Muhammadiyah, tapi HPT di sini adalah Hidup Penuh Tugas. Ya, hampir setiap mata kuliah memberikan tugas dan tugasnya rata-rata mingguan. Tapi, kalau dijalani dengan senang, semua terasa nyaman dan menyenangkan, karena justru dengan tugas kita bisa belajar. Salah satu tugas yang menarik adalah di mata kuliah Apresiasi budaya. Tugasnya adalah meneliti kondisi mahasiswa terkait hal tertentu. Kebetulan kelompok kami dapat tema pandangan hidup. Tema ini sangat menarik bagi kami, karena pandangan hidup merupakan hal yang akan menentukan seperti apa hidup seseorang. Mulailah kami meneliti mahasiswa-mahasiswa UNY tentang pandangan hidup mereka. Kami melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan naturalistik. Pendekatan ini kami ambil karena pendekatan ini akan memberikan gambaran atau deskripsi secara alami tentang apa yang ada pada objek penelitian. Kami mengajukan kepada mereka satu perta...

Galak pada Diri Sendiri

Ketika menghadapi tanggung jawab yang diberikan pada kita, terkadang muncul apa yang dinamakan sebagai penyakit excusitis . Excusitis adalah penyakit mencari sebab serta mencari alasan untuk menghindar dari tanggung jawab kita. Kadang senjata yang kita pakai untuk mencari alasan adalah: "Maaf, tidak punya waktu, je.." atau "baru sakit", dan seribu alasan lain yang sebenarnya tidak layak kita jadikan alasan. Suatu saat, pernah saya tanya kepada rekan saya kenapa beliau punya karya yang sangat banyak di antara aktivitasnya yang luar biasa. Sebut saja namanya adalah Pak F. Beliau adalah pejabat di sebuah fakultas di Jogja. Sejak awal kenal dengan beliau, saya langsung kagum, walaupun pejabat, tapi kok ya bisa karya beliau banyak sekali, mulai dari buku sampai jurnal internasional. Jawaban beliau sederhana: "Kuncinya satu, Mas... galak pada diri sendiri". (Seperti biasanya, sering ada kata-kata unik dalam apa yang beliau ucapkan) Ya, benar... Galak pada diri s...

Pahlawan tanpa tanda jasa + Pahlawan tak dikenal

Beberapa hari yang lalu, saya dengan istri pergi ke RSU Dr. Sarjito untuk tilik Pakdhe dan memeriksakan istri yang beberapa hari sebelumnya selalu mengeluh sakit perut. Ketika adzan maghrib berkumandang, kebetulan kami masih menunggu hasil cek darah dan urin istri yang katanya masih butuh waktu lama. Karena masih lama itulah kami memutuskan untuk shalat di luar sarjito, yaitu di Masjid Mardhiyah. Setelah shalat, ada seseorang yang memperhatikan saya. Saya cuek saja karena saya tidak tahu siapa. Beberapa saat kemudian, setelah saya duduk di depan masjid, dia menghampiri dan berkata: "Bapaknya ngajar di UII ya, Pak?". Saya jawab: "Lho, kok tahu?". "Di informatika, kan, Pak?". "Lho, kok tahu juga?". Dia lalu berkata,"Iya, pak... saya juga di Informatika. Saya mahasiswa struktur data". Terus terang, itu adalah kesekian kalinya saya mendengar istilah "bapaknya" untuk memanggil saya. Seandainya saya yang jadi dia, maka begi...

Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Hindu (Weda)

Kitab Weda adalah kitab suci Umat Hindu yang usianya sudah sekitar 2.500an  tahun lamanya. Sebagai perbandingan, Sidharta Gautama, pembawa agama  Budha, hidup pada 623 sampai 543 SM, sedangkan agama Hindu lahir jauh  sebelum itu. Dalam kitab weda tertulis: "Hai sekalian manusia, dengarkanlah berita   penting ini. Nanti aku bangunkan seorang laki laki yang terpuji diantara   manusia." Dalam bahasa Arab, nama yang berarti "laki-laki yang terpuji"  adalah Ahmad atau Muhammad. Meskipun demikian, menghubungkan kalimat  dalam kitab Weda dengan Muhammad ini belum tentu benar, karena setelah itujuga muncul laki-laki terpuji dan menjadi sosok pahlawan seperti Socrates,  Aristoteles, Iskandar Zulkarnaen, Yesus, Napoleon, Hitler, dan sebagainya. Akan tetapi, menurut kitab yang lain, yaitu Beha Pesiyaporana (kitab Hindu)  yang bunyinya: "Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari tanah Arab namanya Ahmadbergelarkan Muhammad,...

Kronologis tes agama

Itu adalah pertama kalinya aku gagal dalam tes agama. Entah kenapa, aku sama sekali tidak percaya, teman-teman pun sama sekali tidak percaya. Tapi, percaya tidak percaya itulah yang terjadi. Kira-kira, seperti inilah kronologis tes agama itu: Dalam daftar, saya masuk urutan 4, akan tetapi, karena ada beberapa orang yang sudah jadi ibu-ibu dan ada beberapa yang sedang ada perlu penting, akhirnya mereka yang didahulukan (emang saya ndak ada perlu penting apa???). Kalau dihitung, saya jadi nomor 10. Ketika saya masuk ke ruangan itu, inilah yang terjadi: 1. saya diminta buka quran. Kebetulan dapat Al-A'raf 32-34. 2. penguji meminta untuk mengartikan Al-A'raf 34: likulli ummatin ajal... dst. Saya bisa menjawab dan mengartikan semua, walaupun agak tidak lancar 3. penguji bertanya: "mengapa kok ummatin, bukan insanin??". Saya menjawab: tidak tahu (ini memang kebiasaan saya, dalam hal-hal tertentu terutama dalam masalah seperti ini, ketika saya ndak tahu, saya ndak mau asal n...