Skip to main content

Posts

Showing posts with the label mengajar

Nilai Logika Matematika yang mengagetkan

Adalah sangat membahagiakan bagi seorang pendidik ketika orang-orang yang dididiknya bisa menyerap ilmu-ilmu yang disampaikan. Adalah hal yang sangat membahagiakan bagi seorang dosen apabila mahasiswa-mahasiswanya mendapatkan nilai bagus-bagus dalam kuliah yang diampunya. Semester ini, kuliah logika matematika membuat saya kaget. Pasalnya, mahasiswa yang saya prediksi akan mendapatkan nilai bagus (karena keaktifan di kelas, dan nilai lain-lain yang bagus), "terpaksa" mendapatkan nilai kurang bagus karena nilai UASnya tidak bagus (porsi UAS memang saya buat paling besar). Untuk soal UAS, memang untuk kali ini saya buat sedikit "menjebak". Ada beberapa soal yang jawabannya saya sembunyikan dan sedikit saya samarkan. Tapi yang jadi masalah, kenapa justru yang saya kira "pinter" kok malah yang terjebak? Atau saya yang salah memetakan mana mahasiswa yang "pinter"? Saya jadi bertanya-tanya: - Apakah soal saya yang bermasalah? Atau? - Apakah saya kurang...

Mengajar adalah Sebuah Pengabdian

Fiuh, akhirnya kelakon nonton laskar pelangi (dan... pssst... akhirnya kelakon nonton bioskop betulan... selama ini cuma nonton bioskop Trans TV. Hehe). Semalam kami nonton bareng ibu-ibu dari PP Aisyiyah dan beberapa teman dari Muhammadiyah (semalam sebagian besar penontonnya pengurus-pengurus Muhammadiyah). Mereka menyempatkan untuk nonton bareng karena film ini sangat lekat dengan kehidupan dalam salah satu amal usaha muhammadiyah. Banyak kesan yang didapat dari cerita nyata ini. Salah satu yang paling berkesan menurut saya adalah ketika pak Harfan, kepala sekolah SD Muhammadiyah itu, berkata kepada Bu Muslimah kira-kira seperti ini: "Mus, maaf, gajimu dan Bakri tertunda dua bulan". Kemudian Bu Muslimah menjawab: "Tidak apa-apa, Pak. Saya sudah dapat duit dari menjahit". Bagi saya, adegan sederhana itu begitu dalam rasanya. Sebuah pengabdian dari seorang guru baru yang masih muda, yang berkali-kali ditawari untuk menjadi guru di SD PN Timah yang lebih menjamin ke...

Pembelajaran dengan metode debat

Metode ini awalnya saya dapatkan di mata kuliah Speaking IV di UNY. Lalu kemudian ternyata metode ini tiba-tiba muncul di TV-one di acara "debat". Dalam speaking, metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan dalam meng- encourage mahasiswa untuk mau berbicara dengan cara memberikan motion (mosi) tentang satu permasalahan tertentu, kemudian membagi kelas menjadi dua kelompok. Satu kelompok menentang mosi dan satu kelompok mendukung mosi. Dalam kuliah manajemen teknologi informasi siang ini, metode ini saya gunakan. Mosi yang ditetapkan adalah: "bahwa e-Government harus bisa diterapkan di setiap kabupaten di Indonesia". Kemudian kelas dibagi menjadi kelompok pro dan kelompok kontra. Ternyata, dengan metode ini, para mahasiswa sangat antusias. Bahkan suasana kelas menjadi agak sedikit panas, namun tetap meriah dan gayeng. Dengan metode ini, saya lihat beberapa anak yang pada perkuliahan-perkuliahan sebelumnya tidak berani ngomong, ternyata mau ngomong. Dengan ...